-
Rusia dan Iran berkoordinasi amankan Selat Hormuz di tengah ancaman blokade Amerika Serikat.
-
Teheran menjamin keamanan kapal kargo Rusia meski konflik dengan Washington kembali memanas.
-
Rusia mendesak semua pihak mematuhi parameter gencatan senjata demi menghindari perang terbuka.
Suara.com - Ancaman stabilitas ekonomi dunia kini bergantung pada jaminan keamanan pelayaran di titik nadi perdagangan energi Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengambil langkah taktis melalui komunikasi telepon intensif dengan Abbas Araghchi dari Iran.
Fokus pembicaraan kedua diplomat ini adalah upaya penyelamatan jalur logistik dari dampak kebuntuan gencatan senjata Timur Tengah.

Rusia berupaya memastikan operasional kapal dagangnya tetap berjalan meski ketegangan antara Teheran dan Washington kembali meruncing.
Diskusi ini menjadi krusial karena menyangkut kedaulatan maritim dan kelancaran pasokan komoditas strategis di pasar internasional.
Dalam dialog tersebut pihak Iran menyampaikan keberatan mendalam atas tindakan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
"Abbas Araghchi menginformasikan kepada Sergey Lavrov mengenai posisi Republik Islam terkait pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh Amerika Serikat, termasuk blokade laut ilegal di Selat Hormuz dan penyitaan kapal kontainer Iran," tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia dikutip dari Anadolu.
Langkah sepihak Amerika Serikat ini dinilai Teheran sebagai pemicu utama kegagalan stabilitas keamanan di wilayah perairan tersebut.
Teheran memandang penyitaan kapal kargo mereka sebagai bentuk provokasi yang merusak kesepakatan damai yang sebelumnya telah diupayakan.
Kondisi ini memaksa Iran untuk mengevaluasi kembali setiap komitmen diplomatik yang sedang berjalan dengan mediator internasional.
Rusia Tekankan Kepatuhan Terhadap Mediator Pakistan
Moskow secara tegas meminta semua pihak untuk kembali pada koridor kesepakatan awal yang telah dirumuskan sebelumnya.
"Pihak Rusia menegaskan kembali perlunya menjaga gencatan senjata, yang harus dipatuhi dalam parameter yang awalnya disepakati dan diumumkan oleh mediator Pakistan," tegas kementerian tersebut.
Keterlibatan Pakistan sebagai penengah dianggap Rusia sebagai fondasi paling rasional untuk mencegah konfrontasi bersenjata yang lebih luas.
Lavrov mengingatkan bahwa mengabaikan parameter kesepakatan hanya akan membawa kawasan tersebut kembali ke dalam jurang peperangan.