Israel Resmi Aneksasi Wilayah Tepi Barat Palestina

Bernadette Sariyem

Selasa, 21 April 2026 | 12:09 WIB
Israel Resmi Aneksasi Wilayah Tepi Barat Palestina
Kolase foto PM Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Eli Cohen, Menteri Energi Israel (kanan). [Suara.com]
baca 10 detik
  • Menteri Energi Israel, Eli Cohen, mengakui proses aneksasi nyata melalui pembangunan infrastruktur di wilayah Tepi Barat Palestina.
  • Pemerintah Israel menghubungkan permukiman ilegal dengan jaringan listrik dan air nasional sebagai bentuk penerapan kedaulatan secara praktik.
  • Tindakan tersebut memicu eskalasi kekerasan dan mengancam peluang solusi dua negara karena dianggap melanggar hukum internasional secara masif.

Suara.com - Pemerintah Israel secara terbuka mengakui mereka sedang melakukan proses aneksasi atau pencaplokan secara nyata di wilayah pendudukan Tepi Barat Palestina.

Pernyataan mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi Israel, Eli Cohen, pada Senin (20/4) waktu setempat.

Dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (21/4/2026), langkah ini dilakukan di tengah penentangan keras dari komunitas internasional yang menganggap aktivitas tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional yang berat.

Eli Cohen, yang juga merupakan anggota Kabinet Keamanan Israel, menegaskan aktivitas pembangunan dan penguasaan lahan yang saat ini terjadi di Tepi Barat bukan lagi sekadar wacana.

"Aneksasi Tepi Barat adalah sama saja dengan menerapkan kedaulatan Israel secara praktik," kata Eli Cohen.

Untuk diketahui, istilah "menerapkan kedaulatan secara praktik" (applying sovereignty in practice) sering digunakan oleh otoritas Israel untuk merujuk pada upaya aneksasi wilayah Palestina secara sistematis.

Warga mengecek Masjid Abu Bakar Al Siddiq yang diserang israel. (Foto: AP Photo)
Warga mengecek Masjid Abu Bakar Al Siddiq yang diserang israel. (Foto: AP Photo)

Melalui unggahan di media sosial X, Cohen mengungkapkan bahwa dirinya telah mencapai kesepakatan dengan Ketua Dewan Regional Samaria, Yossi Dagan.

Kesepakatan tersebut mencakup langkah konkret untuk menghubungkan berbagai permukiman ilegal baru di Tepi Barat, dengan jaringan listrik dan air nasional Israel.

Beberapa wilayah yang masuk dalam daftar prioritas sambungan infrastruktur ini antara lain adalah Homesh, Sa-Nur, Rehavam, dan Ebal.

baca juga

Langkah ini dianggap sebagai preseden berbahaya oleh banyak pihak. Pasalnya, menghubungkan permukiman ilegal dengan infrastruktur nasional seperti listrik dan air, merupakan bentuk pengakuan permanen terhadap keberadaan pemukim di wilayah yang seharusnya menjadi bagian dari masa depan negara Palestina.

Selama puluhan tahun, Otoritas Palestina telah berulang kali mendesak komunitas internasional untuk segera menghentikan ekspansi permukiman Israel di wilayah pendudukan.

Namun, seruan tersebut hingga kini belum membuahkan hasil yang signifikan di lapangan. Ekspansi justru semakin masif dan kini mendapatkan dukungan infrastruktur resmi dari pemerintah pusat Israel.

Data saat ini menunjukkan bahwa sekitar 750.000 pemukim ilegal Israel tinggal di ratusan permukiman yang tersebar di seluruh Tepi Barat yang diduduki. Dari jumlah tersebut, sekitar 250.000 orang berada di Yerusalem Timur.

Pada wilayah-wilayah itu, warga Palestina melaporkan seringnya terjadi serangan dari para pemukim yang bertujuan untuk memaksa mereka mengungsi dan meninggalkan tanah kelahiran mereka.

Sejak menjabat pada Desember 2022, pemerintahan di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memang terus mempercepat aktivitas permukiman di seluruh Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

Padahal, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara konsisten menganggap wilayah tersebut sebagai wilayah Palestina yang diduduki secara ilegal.

Ketegangan dan kekerasan di Tepi Barat juga dilaporkan semakin intensif, sejak meletusnya perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

Berdasarkan data dari sumber-sumber Palestina, pasukan Israel dan para pemukim bersenjata telah menewaskan setidaknya 1.150 warga Palestina di Tepi Barat sejak konflik tersebut bermula.

Selain itu, sekitar 11.750 orang mengalami luka-luka dan hampir 22.000 warga ditangkap dalam berbagai operasi militer.

Eskalasi ini tidak hanya terbatas pada korban jiwa, tetapi juga mencakup penghancuran rumah-rumah warga dan infrastruktur sipil Palestina secara besar-besaran.

Saat yang sama, perluasan permukiman ilegal terus dipacu tanpa hambatan berarti. Warga Palestina memperingatkan bahwa tindakan ini adalah cara Israel untuk membuka jalan bagi aneksasi formal Tepi Barat di masa depan.

Kondisi ini dipandang sangat mengancam prospek solusi dua negara (two-state solution), yang selama ini diamanatkan oleh berbagai resolusi PBB.

Dengan semakin tertanamnya infrastruktur Israel di jantung Tepi Barat, peluang berdirinya negara Palestina yang berdaulat dan utuh secara geografis dinilai semakin menipis.

Pengakuan Eli Cohen mengenai penerapan kedaulatan secara praktik ini seolah menegaskan bahwa kebijakan di lapangan memang dirancang untuk mengubah status wilayah tersebut secara permanen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

The Strokes Telanjangi Dosa Amerika Serikat, Kecam Agresi AS-Israel ke Iran

The Strokes Telanjangi Dosa Amerika Serikat, Kecam Agresi AS-Israel ke Iran

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:41 WIB

Bibit Bom Waktu Harga Pangan Bakal Meroket Imbas Perang AS - Iran Dimulai dari Sini

Bibit Bom Waktu Harga Pangan Bakal Meroket Imbas Perang AS - Iran Dimulai dari Sini

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:31 WIB

Kapal Perang Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pantai Gaza

Kapal Perang Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pantai Gaza

News | Selasa, 21 April 2026 | 10:56 WIB

1200 Jam Internet Mati Total, Warga Iran Putar Otak Gunakan VPN hingga Pakai Cara Ini

1200 Jam Internet Mati Total, Warga Iran Putar Otak Gunakan VPN hingga Pakai Cara Ini

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:56 WIB

Trio Pemimpin Dunia Ini Dijuluki Predator dan Bikin Rusak Tatanan Global

Trio Pemimpin Dunia Ini Dijuluki Predator dan Bikin Rusak Tatanan Global

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:20 WIB

Apa yang Terjadi Jika Iran Menang Perang? Pengamat Sebut Peta Timur Tengah Akan Berubah

Apa yang Terjadi Jika Iran Menang Perang? Pengamat Sebut Peta Timur Tengah Akan Berubah

News | Senin, 20 April 2026 | 17:38 WIB

Kerusakan Serangan Iran ke Israel, Bikin 1000 Lebih Rumah Tak Layak Huni

Kerusakan Serangan Iran ke Israel, Bikin 1000 Lebih Rumah Tak Layak Huni

News | Senin, 20 April 2026 | 16:32 WIB

Rudal Iran Hancurkan 1.000 Rumah Tel Aviv Hingga Tak Layak Huni

Rudal Iran Hancurkan 1.000 Rumah Tel Aviv Hingga Tak Layak Huni

News | Senin, 20 April 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan

Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:24 WIB

Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro

Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro

Lampung | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:22 WIB

IHSG Lepas Landas! Asing Borong Saham Rp360 Miliar, Target Menuju Level 6.850?

IHSG Lepas Landas! Asing Borong Saham Rp360 Miliar, Target Menuju Level 6.850?

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:21 WIB

Produksi XO, Kitty Season 4 Belum Dapat Lampu Hijau, Berakhir Lewat Film?

Produksi XO, Kitty Season 4 Belum Dapat Lampu Hijau, Berakhir Lewat Film?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:20 WIB

Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi

Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:15 WIB

Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia

Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia

Sulsel | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:06 WIB

Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan

Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:05 WIB

Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat

Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026

4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan

Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

×