Bibit Bom Waktu Harga Pangan Bakal Meroket Imbas Perang AS - Iran Dimulai dari Sini

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 21 April 2026 | 11:31 WIB
Bibit Bom Waktu Harga Pangan Bakal Meroket Imbas Perang AS - Iran Dimulai dari Sini
Konflik bersenjata perang Amerika Serikat - Israel dengan Iran tidak hanya memicu ledakan harga bahan bakar, tetapi kini menciptakan bom waktu bagi ketahanan pangan global. (Gemini AI)
  • Perang Iran menyebabkan gangguan distribusi 20 persen pasokan fosfat dunia melalui Selat Hormuz.

  • Kebijakan bea impor pupuk dari Rusia dan Maroko memperparah lonjakan harga pangan domestik.

  • Penangguhan tarif impor mendesak dilakukan guna melindungi petani dan mencegah krisis kelaparan global.

Suara.com - Konflik bersenjata perang Amerika Serikat - Israel dengan Iran tidak hanya memicu ledakan harga bahan bakar, tetapi kini menciptakan bom waktu bagi ketahanan pangan global.

Kelangkaan pasokan nutrisi tanaman menjadi ancaman nyata yang dapat memicu lonjakan harga kebutuhan pokok di meja makan konsumen dalam waktu dekat.

Diulas oleh heritage.org kebijakan Departemen Perdagangan Amerika Serikat terkait penerapan bea masuk terhadap pupuk fosfat dari Maroko dan Rusia dituding memperparah situasi ini.

PT Pupuk Indonesia akan merevitalisasi sejumlah pabrik tua di Indonesia untuk menekan biaya produksi dan harga pupuk. [Antara]
PT Pupuk Indonesia akan merevitalisasi sejumlah pabrik tua di Indonesia untuk menekan biaya produksi dan harga pupuk. [Antara]

Pungutan tambahan yang dimaksudkan untuk melindungi industri domestik tersebut justru menjadi bumerang saat rantai pasok dunia sedang berada dalam kondisi darurat.

Ketergantungan pada pasar global membuat setiap hambatan tarif menjadi beban tambahan bagi para petani yang sedang berjuang di musim tanam.

"Berbeda dengan krisis minyak yang menyebabkan harga bensin dan solar meroket, krisis pupuk lebih seperti bom waktu yang siap meledak," tulis artikel itu.

Gangguan di Selat Hormuz telah melumpuhkan sekitar 20 persen distribusi fosfat dunia yang sangat krusial bagi keberlangsungan sektor pertanian.

Tanpa ketersediaan pupuk sintetis yang terjangkau, risiko penurunan hasil panen secara drastis mengintai banyak negara dan mengancam kecukupan pangan.

Kondisi ini bukan sekadar prediksi ekonomi, melainkan ancaman sosiologis di mana separuh populasi dunia bisa menghadapi kelaparan tanpa dukungan pupuk.

Data penelitian menunjukkan bahwa kebijakan tarif ini memaksa keluarga mengeluarkan biaya tambahan hingga miliaran dolar per tahun untuk belanja kebutuhan sehari-hari.

Monopoli Produksi di Tengah Situasi Darurat

Di sisi lain, kebijakan pembatasan impor ini memberikan keuntungan finansial besar bagi perusahaan produsen pupuk dalam negeri karena minimnya persaingan.

Produsen lokal seperti The Mosaic Co. dan J.R. Simplot Co. dapat mematok harga tinggi sementara pasokan dari luar negeri terhambat oleh pajak.

Kapasitas industri domestik saat ini belum mampu menutup lubang besar yang ditinggalkan oleh hilangnya pasokan dari eksportir utama seperti Arab Saudi.

Mempertahankan tarif tinggi di masa perang dianggap sebagai langkah yang tidak logis dan justru memperlemah ketahanan nasional sebuah bangsa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir 22 April, Begini Analisis Pakar Hubungan Internasional

Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir 22 April, Begini Analisis Pakar Hubungan Internasional

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:27 WIB

Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai

Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:16 WIB

Menghitung Efek Domino Perang Iran: Keuangan Rumah Tangga, Harga BBM hingga Cicilan KPR

Menghitung Efek Domino Perang Iran: Keuangan Rumah Tangga, Harga BBM hingga Cicilan KPR

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:08 WIB

Terkini

Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?

Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:51 WIB

'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN

'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:09 WIB

Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar

Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:05 WIB

Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan

Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 21:13 WIB

KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim

KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 21:06 WIB

Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim

Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:38 WIB

Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli

Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:20 WIB

WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa

WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:09 WIB

Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan

Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:09 WIB

'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi

'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:55 WIB