Polisi Selidiki Laporan Dugaan Provokasi Permadi Arya dan Ade Armando Soal Ceramah Jusuf Kalla

Bangun Santoso, Faqih Fathurrahman

Selasa, 21 April 2026 | 14:25 WIB
Polisi Selidiki Laporan Dugaan Provokasi Permadi Arya dan Ade Armando Soal Ceramah Jusuf Kalla
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. (Suara.com/Yasir)
baca 10 detik
  • Aliansi Profesi Advokat Maluku melaporkan Permadi Arya dan Ade Armando ke Polda Metro Jaya pada 20 April 2026.
  • Pelapor menuduh terlapor melakukan penghasutan dan provokasi melalui konten potongan video ceramah Jusuf Kalla di kanal Cokro TV.
  • Polda Metro Jaya sedang menyelidiki kasus dugaan pelanggaran UU ITE yang memicu kegaduhan publik tersebut sejak 21 April 2026.

Suara.com - Polda Metro Jaya mulai melakukan pendalaman terkait dugaan pemotongan video ceramah Jusuf Kalla yang sempat memicu kegaduhan. Hal ini menindaklanjuti laporan dari Aliansi Profesi Advokat Maluku, yang dilaporkan oleh Paman Nurlette.

Adapun, laporan tersebut tergister dengan nomor LP/B/2767/IV/SPKT/POLDA METRO JAYA tentang penghasutan dan provokasi dalam konten tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, membenarkan laporan tersebut telah diterima melalui SPKT Polda Metro Jaya. Hingga saat ini perkara tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Terlapor masih dalam lidik,” ujar Budi kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).

Diketahui dalam perkara ini, Nurlette melaporkan Permadi Arya dan Ade Armando akibat konten video yang ditayangkan di Youtube Cokro TV.

Dalam laporan, pelapor menyangkakan Pasal 48 UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua UU ITE juncto Pasal 32 dan/atau Pasal 243 KUHP.

“Terkait konten video naik di kanal Cokro TV,” ujar Budi.

Sebelumnya, Aliansi Profesi Advokat Maluku melaporkan Permadi Arya dan Ade Armando ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut dilakukan atas dugaan tindak pidana penghasutan, dan provokasi.

Adapun laporan tersebut terdaftar dengan Nomor LP/B/2767/IV/2026/SPKT/ Polda Metro Jaya tertanggal 20 April 2026.

baca juga

Perwakilan pelapor, Paman Nurlette mengatakan, dugaan penghasutan yang dilakukan Ade Armando dan Permadi Arya atas potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM).

Potongan video tersebut, ikut didistribusikan oleh kedua terlapor saat itu. Sehingga membuat kegaduhan di tengah publik.

“Saya sampaikan bahwa akibat atau dampak dari potongan video ceramah Bapak Jusuf Kalla pada saat ceramah di mimbar Masjid Kampus UGM yang telah dipotong dan kemudian didistribusikan atau ditransmisikan oleh Ade Armando melalui kanal YouTube Cokro TV dan akun Facebook Permadi Arya, itu menimbulkan kegaduhan,” kata Nurlette, di Polda Metro Jaya, Senin (20/4/2026).

Secara spesifik, kata Nurlette, ucapan Ade Armando yang dilaporkan karena ia pernah membuat pembahasan tentang potongan video yang beredar.

“Kemudian dia semacam mendaur ulang narasi antik tahun 60-an tentang peran dan kiprah Pak JK yang diduga dulu ikut melakukan pembakaran terhadap rumah-rumah ibadah. Itu dia mencoba untuk mendaur narasi itu,” katanya.

Menurutnya narasi itu telah usang, dan tidak pantas digaungkan kembali karena dianggap terlalu sensitif untuk kesatuan bangsa.

“Jadi ini artinya memantik kemarahan orang-orang umat agama tertentu terhadap Pak JK semakin besar itu karena narasi ini daur ulang lagi. Harusnya mereka fokus untuk mengomentari dan mengkritisi ceramah dari Pak JK di UGM. Nah itu yang kami soroti dari situ,” ujarnya.

Sementara, ucapan Permadi Arya yang dilaporkan atas penggalan video tersebut, lantaran Permadi Arya mencoba melakukan penafsiran sendiri dari video tersebut. Penafsiran yang dilakukan oleh Permadi Arya, lanjut Nurlette seakan dilakukan untuk menyudutkan Alquran.

“Dia mau mencoba menafsirkan sendiri. Menafsirkan bahwa seakan-akan dia menyudutkan Al-Qur'an. Jadi dia mengkomparasikan dua kitab itu, ternyata di Injil itu hanya menjelaskan tentang bagaimana kita mengasihi musuh, sementara di Al-Qur'an itu seakan-akan memerintah tentang permusuhan,” jelasnya.

Ia menilai hal itu tidak dapat dilakukan lantaran, Permadi Arya bukan orang yang ahli di bidang tersebut. Sehingga hal itu bisa berbahaya karena bisa salah dalam penafsiran.

“Nah, dia bukan mufasir, bukan seorang muhaddis, bukan ahli Qur'an dan hadits yang bisa menafsirkan ayat Al-Qur'an itu berbahaya lho,” ucapnya.

Kemudian, atas postingan keduanya, kata Nurlette, banyak netizen yang justru menyerang umat muslim. Bahkan bukan hanya menyerang kehormatan Jusuf Kalla, melainkan juga menyerang agama Islam, Alquran, dan Nabi Muhammad.

“Hal itu telah memantik pandangan negatif, rasa kebencian, dan permusuhan dari saudara-saudara umat beragama tertentu untuk menyerang kehormatan dan martabat Bapak Jusuf Kalla. Bahkan mereka ikut menyerang agama Islam, Al-Qur'an, dan Nabi Muhammad Rasulullah SAW,” ucapnya.

Ia yakin, jika Ade Armando dan Permadi Arya telah memenuhi unsur niat jahat atau mens rea tentang apa yang telah diperbuatnya.

“Maka dari konteks video yang diduga diviralkan oleh Ade Armando dan Permadi Arya, itu sudah memenuhi unsur niat jahat atau mens rea. Jadi apa maksud mereka memotong video itu? Kalau mereka mempublikasikannya secara utuh, otomatis video itu dipahami secara komprehensif, tidak kehilangan makna substansi dari ceramah itu. Tapi karena dipotong menjadi gaduh,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dipolisikan Bareng Abu Janda, Ade Armando Bongkar Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral Ceramah JK!

Dipolisikan Bareng Abu Janda, Ade Armando Bongkar Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral Ceramah JK!

News | Selasa, 21 April 2026 | 13:44 WIB

Jokowi Respons Santai Pernyataan Jusuf Kalla: Saya Memang Orang Kampung

Jokowi Respons Santai Pernyataan Jusuf Kalla: Saya Memang Orang Kampung

Video | Senin, 20 April 2026 | 18:09 WIB

Guntur Romli Singgung Pernyataan JK: Jokowi Dinilai Berkhianat ke Banyak Tokoh

Guntur Romli Singgung Pernyataan JK: Jokowi Dinilai Berkhianat ke Banyak Tokoh

News | Senin, 20 April 2026 | 17:27 WIB

Diduga Hasut dan Provokasi Terkait Video JK, Ade Armando dan Permadi Arya Dilaporkan ke Polisi

Diduga Hasut dan Provokasi Terkait Video JK, Ade Armando dan Permadi Arya Dilaporkan ke Polisi

News | Senin, 20 April 2026 | 15:01 WIB

Sebut Ijazah Jokowi Asli, Ketum Termul Firdaus Oiwobo ke JK: Jangan Mau Terprovokasi Roy Suryo

Sebut Ijazah Jokowi Asli, Ketum Termul Firdaus Oiwobo ke JK: Jangan Mau Terprovokasi Roy Suryo

News | Senin, 20 April 2026 | 14:20 WIB

Tanggapi JK, Ketum Termul Firdaus Oiwobo: Jokowi Jadi Presiden Itu Kehendak Allah, Bukan Jasa Orang!

Tanggapi JK, Ketum Termul Firdaus Oiwobo: Jokowi Jadi Presiden Itu Kehendak Allah, Bukan Jasa Orang!

News | Senin, 20 April 2026 | 13:56 WIB

Jasa Boyong Jokowi dari Solo Diungkit, PSI: Penentu Kemenangan Itu Rakyat, JK Pasti Paham Ini

Jasa Boyong Jokowi dari Solo Diungkit, PSI: Penentu Kemenangan Itu Rakyat, JK Pasti Paham Ini

News | Senin, 20 April 2026 | 09:22 WIB

Terkini

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:07 WIB

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 20:06 WIB

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:05 WIB

Cara Mengetahui Siapa Saja yang Memakai WiFi Kita, Mudah dan Praktis

Cara Mengetahui Siapa Saja yang Memakai WiFi Kita, Mudah dan Praktis

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 20:05 WIB

KPK: Empat Tersangka Kasus HGB Summarecon Orang Kepercayaan Nusron Wahid

KPK: Empat Tersangka Kasus HGB Summarecon Orang Kepercayaan Nusron Wahid

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:03 WIB

BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo

BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 19:53 WIB

×