2 Tentara Israel Dipenjara Usai Hancurkan Patung Yesus

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 22 April 2026 | 10:39 WIB
2 Tentara Israel Dipenjara Usai Hancurkan Patung Yesus
Patung Yesus dihancurkan tentara Israel (Times Of Israel)
  • Dua tentara Israel dipenjara 30 hari akibat merusak patung Yesus di desa Debel Lebanon.

  • Militer Israel menegaskan tindakan prajurit tersebut sangat menyimpang dari nilai-nilai kemanusiaan mereka.

  • Insiden perusakan simbol agama ini terjadi di tengah konflik senjata melawan kelompok Hizbullah.

Suara.com - Aksi vandalisme terhadap simbol agama Kristen, Patung Yesus di wilayah konflik Lebanon akhirnya berujung pada sanksi disiplin militer yang sangat tegas.

Dua personel tentara Israel resmi dijatuhi hukuman kurungan selama 30 hari karena terbukti menghancurkan sebuah patung Yesus.

Dikutip dari FOX, insiden yang memicu ketegangan diplomatik ini terungkap setelah dokumentasi aksi destruktif tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Penyelidikan internal menunjukkan bahwa satu prajurit melakukan penghancuran menggunakan palu besar sementara rekan lainnya bertugas mengabadikan momen.

Tindakan provokatif ini terjadi di tengah operasi militer intensif di area permukiman warga Kristen di wilayah Debel.

Selain pelaku utama, terdapat enam tentara lain yang berada di lokasi kejadian namun memilih untuk diam.

Viral tentara Israel hancurkan patung Yesus [Ist]
Viral tentara Israel hancurkan patung Yesus [Ist]

Pihak militer menegaskan bahwa mereka yang tidak mencegah aksi tersebut juga akan dipanggil untuk menjalani proses klarifikasi lebih lanjut.

Kutipan resmi militer menyebutkan bahwa perilaku ini merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap kode etik yang dijunjung tinggi selama ini.

"Penyelidikan menetapkan bahwa perilaku tentara tersebut sepenuhnya menyimpang dari perintah dan nilai-nilai IDF," bunyi pernyataan resmi tersebut.

Langkah hukum ini diambil untuk meredam kemarahan global yang muncul akibat tindakan tidak terpuji personel di lapangan.

Penyesalan dan Klasifikasi Operasi Militer

Pemerintah Israel melalui Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memberikan tanggapan keras guna menetralisir persepsi negatif di mata dunia internasional.

"IDF menyatakan penyesalan mendalam atas insiden tersebut dan menekankan bahwa operasinya di Lebanon diarahkan semata-mata terhadap organisasi teroris Hizbullah dan kelompok teroris lainnya, dan bukan terhadap warga sipil Lebanon," ungkap pihak militer.

Sebagai bentuk kompensasi dan permintaan maaf, militer Israel dilaporkan telah mengganti patung yang hancur tersebut dengan yang baru.

Pihak gereja setempat mengonfirmasi bahwa patung yang dirusak adalah bagian dari kapel kecil di area taman milik keluarga warga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tumpahan Minyak Raksasa di Teluk Persia, Perang AS vs Iran Picu Bencana Ekologis

Tumpahan Minyak Raksasa di Teluk Persia, Perang AS vs Iran Picu Bencana Ekologis

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:20 WIB

Tentara Israel yang Hancurkan Patung Yesus di Lebanon Dijatuhi Hukuman Ringan

Tentara Israel yang Hancurkan Patung Yesus di Lebanon Dijatuhi Hukuman Ringan

News | Rabu, 22 April 2026 | 09:32 WIB

Hizbullah vs Israel Masih Memanas, Emmanuel Macron Tegaskan Dukungan untuk Lebanon

Hizbullah vs Israel Masih Memanas, Emmanuel Macron Tegaskan Dukungan untuk Lebanon

News | Selasa, 21 April 2026 | 16:51 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB