-
Dua tentara Israel dipenjara 30 hari akibat merusak patung Yesus di desa Debel Lebanon.
-
Militer Israel menegaskan tindakan prajurit tersebut sangat menyimpang dari nilai-nilai kemanusiaan mereka.
-
Insiden perusakan simbol agama ini terjadi di tengah konflik senjata melawan kelompok Hizbullah.
"IDF menyatakan penyesalan mendalam atas insiden tersebut dan menekankan bahwa operasinya di Lebanon diarahkan semata-mata terhadap organisasi teroris Hizbullah dan kelompok teroris lainnya, dan bukan terhadap warga sipil Lebanon," tegas pernyataan resmi militer.
Kejadian ini berakar dari ketegangan bersenjata antara pasukan Israel dan milisi Hizbullah yang didukung oleh Iran di Lebanon selatan.
Desa Debel menjadi salah satu lokasi strategis yang terdampak langsung oleh pergerakan pasukan darat dalam beberapa pekan terakhir.
Meskipun saat ini kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah dicapai, luka sosial akibat perusakan simbol religi masih membekas.
Hukuman penjara bagi prajurit pelaku vandalisme ini diharapkan mampu meredakan tensi konflik yang melibatkan isu sektarian di kawasan tersebut.
Kepatuhan terhadap nilai kemanusiaan kini menjadi sorotan utama bagi keberlangsungan perdamaian yang baru saja disepakati kedua belah pihak.