PM Lebanon Sebut Israel Lakukan Kejahatan Perang Usai Serangan Udara Tewaskan Jurnalis Al Akhbar

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 23 April 2026 | 12:29 WIB
PM Lebanon Sebut Israel Lakukan Kejahatan Perang Usai Serangan Udara Tewaskan Jurnalis Al Akhbar
Israel serang Lebanon (Antara)
baca 10 detik
  • Jurnalis Amal Khalil tewas akibat serangan udara Israel di wilayah Tayri, Lebanon Selatan.

  • PM Lebanon menuduh Israel sengaja menargetkan jurnalis dan menghalangi evakuasi tim medis.

  • Militer Israel mengklaim serangan tersebut menyasar ancaman teroris, bukan sengaja menargetkan media.

Suara.com - Tragedi kemanusiaan kembali mencoreng masa gencatan senjata setelah serangan udara Israel menewaskan jurnalis di Lebanon Selatan.

Peristiwa mematikan di Kota Tayri ini menjadi bukti rapuhnya stabilitas keamanan meskipun kesepakatan damai tengah diupayakan.

Dikutip dri CNN, Kematian awak media ini memperpanjang daftar panjang kekerasan terhadap jurnalis yang bertugas di wilayah konflik perbatasan tersebut.

Puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah selatan, meski gencatan senjata dengan Israel masih diwarnai pelanggaran. [Tangkap layar X]
Puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah selatan, meski gencatan senjata dengan Israel masih diwarnai pelanggaran. [Tangkap layar X]

Amal Khalil dari surat kabar Al Akhbar dikonfirmasi gugur saat menjalankan tugas jurnalistiknya di tengah gempuran udara.

Rekan sejawatnya, fotografer lepas Zeinab Faraj, dilaporkan mengalami luka serius akibat ledakan yang menghancurkan tempat perlindungan mereka.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, memberikan pernyataan keras melalui media sosial terkait serangan mematikan yang menargetkan warga sipil.

“Menargetkan jurnalis dan menghalangi akses tim penyelamat ke lokasi mereka, kemudian menargetkan kembali tim tersebut setelah mereka tiba, merupakan kejahatan perang yang nyata,” ujar Nawaf Salam.

Beliau menegaskan bahwa tindakan militer Israel terhadap pekerja media bukan lagi merupakan kejadian yang berdiri sendiri.

“Ini adalah metode yang mapan yang kami kutuk,” tegas sang Perdana Menteri dalam pernyataan resminya.

baca juga

Data menunjukkan bahwa Amal Khalil merupakan pekerja media keempat yang tewas akibat tindakan militer Israel sejak Maret lalu.

Upaya Penyelamatan di Bawah Desing Peluru

Laporan dari National News Agency (NNA) menyebutkan bahwa proses evakuasi korban berlangsung sangat mencekam dan berbahaya.

Tim Palang Merah terpaksa membawa Zeinab Faraj ke rumah sakit di tengah ancaman tembakan senjata api dari pasukan lawan.

Otoritas Lebanon menuding militer Israel sengaja menghambat pekerjaan tim darurat yang berusaha menolong para korban di reruntuhan.

Serangan di kota Tayri tersebut tidak hanya menyasar bangunan perlindungan jurnalis, tetapi juga merenggut nyawa beberapa warga lainnya.

Militer Israel sendiri berdalih bahwa serangan tersebut diarahkan pada struktur yang dianggap sebagai basis militer Hezbollah.

Pihak militer Israel mengklaim telah mendeteksi dua kendaraan mencurigakan yang mendekati posisi pasukan mereka dengan cara mengancam.

Meski mengakui ada jurnalis yang terluka, Israel bersikeras bahwa mereka tidak pernah menjadikan wartawan sebagai target operasi.

“Israel tidak menargetkan jurnalis dan bertindak untuk memitigasi bahaya terhadap mereka sambil menjaga keselamatan dan keamanan pasukannya,” tulis pernyataan resmi militer.

Namun, Committee to Protect Journalists (CPJ) memberikan pandangan yang berlawanan dan menuntut pertanggungjawaban penuh atas insiden ini.

“CPJ menganggap pasukan Israel bertanggung jawab atas bahaya terhadap nyawa Amal Khalil dan luka-luka yang diderita Zeinab Faraj setelah serangan yang ditargetkan pada lokasi mereka,” kata Direktur Regional CPJ, Sara Qudah.

Insiden berdarah ini terjadi di tengah masa gencatan senjata 10 hari yang sebelumnya diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Kesepakatan tersebut seharusnya memberikan ruang bagi dialog diplomatik untuk mengakhiri perseteruan antara Israel dan kelompok Hezbollah.

Rencananya, perundingan lanjutan antara pejabat kedua negara akan segera dilangsungkan di Washington guna membahas solusi jangka panjang.

Berdasarkan data CPJ, Israel bertanggung jawab atas dua pertiga dari total kematian jurnalis dan pekerja media sepanjang tahun 2025.

Pakar PBB kini mendesak adanya investigasi internasional yang independen untuk mengusut tuntas rangkaian pembunuhan wartawan di wilayah Lebanon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Korporasi Raksasa Panen Cuan dari Perang AS vs Iran: Ada Perusahaan Yahudi

Daftar Korporasi Raksasa Panen Cuan dari Perang AS vs Iran: Ada Perusahaan Yahudi

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:52 WIB

40 Warga Israel Ditahan di Bandara Rusia, Diintrogasi 5 Jam

40 Warga Israel Ditahan di Bandara Rusia, Diintrogasi 5 Jam

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:22 WIB

Bendera Israel Berkibar di Masjid Al-Aqsa

Bendera Israel Berkibar di Masjid Al-Aqsa

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:12 WIB

Terkini

Purbaya Abaikan Saran Suahasil Sebelum Dicopot dari Jabatan Menteri Keuangan

Purbaya Abaikan Saran Suahasil Sebelum Dicopot dari Jabatan Menteri Keuangan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 12:17 WIB

Cara Menghitung Neptu Weton Sendiri Berdasarkan Hari dan Pasaran

Cara Menghitung Neptu Weton Sendiri Berdasarkan Hari dan Pasaran

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 12:15 WIB

Komisi II DPR Jadikan Ambang Batas Parlemen 5 Persen Acuan Pembahasan RUU Pemilu

Komisi II DPR Jadikan Ambang Batas Parlemen 5 Persen Acuan Pembahasan RUU Pemilu

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:11 WIB

Gerindra Sebut Pertemuan Ketum Parpol Koalisi Bahas RUU Pemilu Baru Sekadar Brainstorming

Gerindra Sebut Pertemuan Ketum Parpol Koalisi Bahas RUU Pemilu Baru Sekadar Brainstorming

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:11 WIB

Komdigi Ultimatum 25 PSE: Segera Daftar atau Terancam Diblokir

Komdigi Ultimatum 25 PSE: Segera Daftar atau Terancam Diblokir

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 12:10 WIB

Amerika Serikat Jual 40 Ribu Bom Raksasa Rp 49,6 Triliun ke Israel

Amerika Serikat Jual 40 Ribu Bom Raksasa Rp 49,6 Triliun ke Israel

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:01 WIB

Anime BEYBLADE X Resmi Masuki Bey Kingdom Arc, Tayang 9 Oktober

Anime BEYBLADE X Resmi Masuki Bey Kingdom Arc, Tayang 9 Oktober

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 12:00 WIB

Anak Purbaya Sebut Ada 'Mafia Ancam Presiden' Di Balik Pemecatan Menkeu

Anak Purbaya Sebut Ada 'Mafia Ancam Presiden' Di Balik Pemecatan Menkeu

Video | Kamis, 17 September 2026 | 12:00 WIB

Proyek PSEL Bogor Raya 1 Resmi Dimulai, Target Olah 500 Ribu Ton Sampah per Tahun

Proyek PSEL Bogor Raya 1 Resmi Dimulai, Target Olah 500 Ribu Ton Sampah per Tahun

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 11:59 WIB

Bosan dengan Malioboro? Ini 5 Tempat Healing Murah di Jogja

Bosan dengan Malioboro? Ini 5 Tempat Healing Murah di Jogja

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 11:59 WIB

×