Sekolah Iran di Tengah Perang: Tanpa Telepon, Internet Mati dan Kelas Hancur

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 23 April 2026 | 15:39 WIB
Sekolah Iran di Tengah Perang: Tanpa Telepon, Internet Mati dan Kelas Hancur
Pemerintah kini mengalihkan proses transfer ilmu melalui platform digital domestik dan siaran televisi guna menyiasati kelumpuhan infrastruktur. (Xinhua)
  • Perang merusak ratusan sekolah di Iran memaksa pengalihan sistem belajar ke jaringan intranet domestik.

  • Siswa di daerah terpencil terancam tertinggal karena keterbatasan infrastruktur internet dan perangkat digital.

  • Otoritas Iran memperketat kontrol informasi digital melalui penggunaan jaringan internet nasional yang tertutup.

Suara.com - Perang yang berkepanjangan memaksa otoritas pendidikan Iran menghentikan seluruh aktivitas belajar tatap muka secara nasional.

Pemerintah kini mengalihkan proses transfer ilmu melalui platform digital domestik dan siaran televisi guna menyiasati kelumpuhan infrastruktur.

Diceritakan DW, langkah darurat ini diambil setelah ratusan gedung sekolah hancur akibat serangan udara yang memutus akses fisik siswa ke ruang kelas.

Ilustrasi warga Iran rayakan Lebaran 2026 [BBC]
Ilustrasi warga Iran rayakan Lebaran 2026 [BBC]

Namun kebijakan ini menciptakan jurang pendidikan baru bagi kelompok masyarakat ekonomi rendah yang tidak memiliki gawai memadai.

Ketergantungan pada intranet nasional juga menandai era baru kontrol informasi ketat yang memutus hubungan siswa dengan dunia luar.

Data organisasi pembangunan sekolah setempat mencatat lebih dari 640 bangunan edukasi di 17 provinsi mengalami kerusakan parah.

Sebanyak 250 bangunan di antaranya memerlukan renovasi total sementara belasan sekolah lainnya sudah tidak mungkin lagi untuk diperbaiki.

Di saat yang sama Iran mengalami pemutusan jaringan internet global terlama dalam sejarah yang dipantau oleh lembaga NetBlocks.

Kini arus informasi digital hanya bersirkulasi melalui intranet nasional yang sangat terbatas dan diawasi ketat oleh otoritas keamanan.

Kondisi ini membuat warga hanya bisa mengakses situs web dalam negeri tanpa bisa menjangkau platform media sosial internasional.

Kontrol Digital dan Nasib Siswa Miskin

"Blokade internet di Iran kemungkinan besar tidak akan pernah dicabut sepenuhnya," kata pakar keamanan siber Amir Rashidi.

Pemerintah dinilai sengaja membangun ekosistem digital yang terpisah dari jaringan dunia untuk memastikan kendali penuh negara.

"Ide yang telah lama dikerjakan oleh otoritas Iran adalah sejenis intranet yang sepenuhnya terpisah dari internet global. Ini tentang kontrol negara yang komprehensif di ruang digital," tambahnya.

Sistem ini efektif mencegah koordinasi massa dan penyebaran dokumentasi protes namun tetap mengizinkan layanan domestik berjalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nekat Pungut Biaya? Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Terancam Sanksi Tegas!

Nekat Pungut Biaya? Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Terancam Sanksi Tegas!

News | Kamis, 23 April 2026 | 14:36 WIB

Donald Trump Terima Laporan: 8 Demonstran Wanita Anti Rezim Iran Tak Jadi Dieksekusi Mati

Donald Trump Terima Laporan: 8 Demonstran Wanita Anti Rezim Iran Tak Jadi Dieksekusi Mati

News | Kamis, 23 April 2026 | 13:46 WIB

Kapal Perang Siluman AS Senilai Rp392 Triliun Terbakar, 3 Pelaut Jadi Korban

Kapal Perang Siluman AS Senilai Rp392 Triliun Terbakar, 3 Pelaut Jadi Korban

News | Kamis, 23 April 2026 | 13:42 WIB

Terkini

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:03 WIB

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:53 WIB

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:47 WIB

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:46 WIB

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:24 WIB

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:17 WIB

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:19 WIB

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:54 WIB

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:58 WIB