Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 24 April 2026 | 07:33 WIB
Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro
Presiden Nicolas Maduro memerintahkan duta besar Uni Eropa untuk meninggalkan Venezuela.[Anadolu Agency]
  • Prajurit Gannon Ken Van Dyke ditangkap karena judi menggunakan informasi rahasia penangkapan Maduro.

  • Keuntungan taruhan sebesar 400.000 dolar AS sempat disembunyikan melalui brankas kripto luar negeri.

  • Kasus ini memicu perdebatan regulasi pasar prediksi dan integritas personel militer Amerika.

Suara.com - Skandal memalukan mencoreng korps militer Amerika Serikat setelah seorang prajurit pasukan khusus diduga memanipulasi informasi rahasia negara demi memenangkan taruhan finansial.

Master Sergeant Gannon Ken Van Dyke ditangkap karena nekat memasang taruhan atas keberhasilan operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Dikutip dari CNN, tindakan ini mengungkap kerentanan baru di era digital di mana informasi klasifikasi militer dapat disalahgunakan menjadi komoditas pasar prediksi.

Foto diduga Nicolas Maduro, Presiden Venezuela ditangkap AS [Truth/Donald Trump]
Foto diduga Nicolas Maduro, Presiden Venezuela ditangkap AS [Truth/Donald Trump]

Van Dyke diduga menggunakan akses eksklusifnya terhadap perencanaan Operasi Absolute Resolve untuk meraup keuntungan pribadi hingga ratusan ribu dolar.

Penyidik menemukan bukti bahwa prajurit senior ini bertaruh pada platform Polymarket sesaat sebelum penangkapan dilakukan di Caracas.

Aksi spekulasi ilegal ini dilakukan dengan menempatkan dana sebesar 32.000 dolar AS pada prediksi jatuhnya kekuasaan Maduro sebelum Januari.

Kejaksaan menyebut Van Dyke melakukan sedikitnya 13 kali transaksi taruhan di tengah proses persiapan eksekusi militer yang sangat sensitif.

Presiden Nicolas Maduro menunjukkan identitas dua orang A S yang diduga terlibat.[AFP/Marcelo Garcia]
Presiden Nicolas Maduro menunjukkan identitas dua orang A S yang diduga terlibat.[AFP/Marcelo Garcia]

“Mereka yang dipercaya untuk menjaga rahasia negara kita memiliki kewajiban untuk melindungi mereka dan anggota dinas militer kita, dan bukan untuk menggunakan informasi itu untuk keuntungan finansial pribadi,” ujar Jay Clayton, Jaksa AS untuk Distrik Selatan New York.

Pasca kemenangan taruhan tersebut, Van Dyke disinyalir mencoba menyamarkan jejak kekayaannya melalui mekanisme teknologi finansial yang rumit.

Ia diduga memindahkan keuntungan sebesar 400.000 dolar AS atau Rp 6,9 miliar ke brankas mata uang kripto luar negeri sebelum mencairkannya ke akun broker.

Reaksi Keras Gedung Putih dan Regulator

Pemerintah Amerika Serikat segera merespons kasus ini sebagai ancaman serius terhadap etika pengabdian prajurit dan keamanan nasional.

Presiden Trump memberikan perumpamaan tajam terhadap tindakan memalukan ini dengan menyamakannya pada skandal perjudian atlet ternama.

“Itu seperti Pete Rose bertaruh pada timnya sendiri,” kata sang presiden saat merujuk pada pemain bisbol yang dilarang bertanding selamanya.

Trump juga menyatakan kekhawatirannya terhadap tren global yang menjadikan peristiwa geopolitik dan peperangan sebagai ajang kasino internasional.

Saat ini Commodity Futures Trading Commission turut menggugat Van Dyke untuk menuntut pengembalian seluruh keuntungan ilegal tersebut.

Platform Polymarket sendiri menyatakan telah bekerja sama sepenuhnya dengan Departemen Kehakiman untuk mengidentifikasi akun milik sang prajurit.

“Ketika kami mengidentifikasi pengguna yang bertransaksi berdasarkan informasi rahasia pemerintah, kami merujuk masalah tersebut ke DOJ & bekerja sama dengan penyelidikan mereka. Insider trading tidak memiliki tempat di Polymarket. Penangkapan hari ini adalah bukti bahwa sistem tersebut berfungsi,” tulis pihak Polymarket.

Meski demikian, pakar industri masih memperdebatkan apakah pasar prediksi merupakan alat transparansi atau justru insentif bagi pembocoran rahasia.

Kasus ini memicu desakan di Kongres untuk segera mengesahkan regulasi yang lebih ketat bagi pejabat yang terlibat dalam bursa prediksi.

Penggunaan VPN oleh warga Amerika untuk mengakses situs internasional yang tidak teregulasi tetap menjadi celah hukum yang sulit dibendung.

Penangkapan Van Dyke bermula dari suksesnya operasi rahasia militer AS yang berhasil mengekstradisi Nicolás Maduro dari istana kepresidenan di Caracas.

Maduro saat ini tengah menghadapi dakwaan terkait perdagangan narkoba federal di New York setelah ditangkap dalam sebuah penggerebekan malam hari.

Gannon Ken Van Dyke, yang bertugas di Fort Bragg, kini harus menghadapi lima dakwaan kriminal termasuk pencurian informasi rahasia pemerintah dan penipuan.

Sebagai bintara senior, Van Dyke seharusnya menjadi teladan taktis dan moral bagi prajurit muda, namun kini ia justru menanti persidangan di North Carolina.

Penyelidikan internal militer terus berlanjut untuk memastikan tidak ada personel lain yang terlibat dalam jaringan perjudian informasi rahasia ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi di Kedubes AS Jakarta, Pemuda Dukung Paus Leo XIV Tolak Perang Trump-Iran

Aksi di Kedubes AS Jakarta, Pemuda Dukung Paus Leo XIV Tolak Perang Trump-Iran

Foto | Kamis, 23 April 2026 | 21:35 WIB

Iran Menang Banyak! Tol Selat Hormuz Resmi Hasilkan Cuan di Tengah Kepungan AS-Israel

Iran Menang Banyak! Tol Selat Hormuz Resmi Hasilkan Cuan di Tengah Kepungan AS-Israel

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:00 WIB

Blokade Militer Amerika Serikat Cegat Kapal Tanker Iran Dekat Perairan Indonesia

Blokade Militer Amerika Serikat Cegat Kapal Tanker Iran Dekat Perairan Indonesia

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:48 WIB

Terkini

Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan

Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:18 WIB

Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah

Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:15 WIB

Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN

Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:02 WIB

Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK

Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:54 WIB

'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus

'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:48 WIB

Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok

Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:39 WIB

Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji

Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:35 WIB

KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?

KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:34 WIB

KPK Ungkap Fakta Raffi Ahmad Titip Barang di Blueray Cargo Terkait Kasus Bea Cukai

KPK Ungkap Fakta Raffi Ahmad Titip Barang di Blueray Cargo Terkait Kasus Bea Cukai

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:26 WIB

Bantah Terlibat, DWP Tegaskan Tak Pernah Promosikan Whip Pink

Bantah Terlibat, DWP Tegaskan Tak Pernah Promosikan Whip Pink

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:20 WIB