Reformasi Setengah Hati: Peneliti Soroti Tren Remiliterisasi dari Era SBY hingga Prabowo

Bella

Jum'at, 24 April 2026 | 19:44 WIB
Reformasi Setengah Hati: Peneliti Soroti Tren Remiliterisasi dari Era SBY hingga Prabowo
Ilustrasi Militerisasi (Pixabay)
baca 10 detik
  • Peneliti Ikrar Nusa Bakti mengkritik fenomena remiliterisasi jabatan sipil yang menguat sejak era Presiden Jokowi hingga Prabowo.
  • Ikrar menyoroti kemunduran reformasi TNI akibat revisi UU TNI serta pergeseran fungsi intelijen menjadi intelijen hitam.
  • Lemahnya pengawasan DPR terhadap revisi regulasi militer berisiko membawa Indonesia kembali ke pola kekuasaan militer lama.

Suara.com - Peneliti politik dan militer, Ikrar Nusa Bakti, memberikan kritik tajam terhadap perjalanan reformasi TNI yang dinilainya kini tengah mengalami kemunduran.

Dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Ikrar menyebut adanya tren "remiliterisasi" yang mulai menguat sejak era Joko Widodo (Jokowi) hingga berlanjut ke masa Presiden Prabowo Subianto.

Ikrar memulai analisisnya dengan membedah paradigma militer sejak era mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurutnya, reformasi TNI di masa SBY merupakan "reformasi setengah hati". Meskipun militer tidak lagi menduduki jabatan politik secara langsung, pengaruh mereka tetap terasa melalui konsep peran bersama dengan kalangan sipil.

"Itu yang kalau pak Hasnan pernah bilang ke saya, itu paradigma setengah mati atau setengah hati. Jadi reformasi setengah hati," ujar Ikrar dalam diskusinya, Jumat (24/4/2026).

Ikrar mencatat bahwa pascareformasi 1998 hingga 2004, sempat ada kesadaran dari pimpinan TNI untuk membatasi diri agar tidak terjadi penguasaan berlebih atas politik Indonesia atau military overreach. Hal ini memicu lahirnya Undang-Undang (UU) Pertahanan Negara dan UU TNI Tahun 2004.

Namun, momentum tersebut dinilai terhenti sebelum tuntas. Ikrar menyoroti bagaimana di era Jokowi, militer kembali merambah posisi-posisi sipil.

Ia mencontohkan penunjukan Letnan Jenderal Doni Monardo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat masih berstatus perwira aktif sebagai titik awal tren ini.

"Tiba-tiba ya di era Jokowi itu kemudian terjadi kembali remiliterisasi di posisi-posisi sipil. Dan Anda bisa lihat juga bagaimana Doni Monardo itu adalah militer pertama yang kemudian mendapatkan jabatan sebagai Kepala BNPB ya ketika dia masih menduduki tentara aktif, Letnan Jenderal," ujarnya.

baca juga

Kritik terhadap Fungsi Intelijen dan 'Pasal Kudeta'

Selain soal jabatan sipil, Ikrar juga mengkhawatirkan arah revisi UU TNI dan kondisi intelijen saat ini. Ia mengingatkan kembali perdebatan masa lalu mengenai pasal yang memungkinkan Panglima TNI mengerahkan pasukan secara mandiri dan baru melaporkan ke Presiden 24 jam kemudian, sebuah pasal yang kala itu dijuluki "pasal kudeta".

Yang paling disoroti bagi Ikrar adalah pergeseran fungsi intelijen. Ia membedakan antara intelijen profesional yang bekerja cepat dan tepat (velox et exactus) dengan apa yang ia sebut sebagai "intelijen hitam".

"Kami dulu membedakan antara tugas dan fungsi dan juga peran dari militer dalam artian yang harusnya hanya mengambil informasi yang istilahnya itu velox et exactus. Jadi harus mengambil informasi dengan cepat, tepat. Itu kemudian berubah menjadi apa yang kami dulu sebut sebagai intelijen hitam," tegasnya.

Melemahnya Kontrol Parlemen

Lebih lanjut, Ikrar membandingkan peran parlemen di awal reformasi dengan kondisi saat ini. Jika pada periode 1998–2004 DPR dianggap sangat kuat dan membantu kelompok sipil dalam mendorong undang-undang yang membatasi kekuasaan militer, kini pengawasan tersebut dianggap memudar.

Persoalan revisi UU Peradilan Militer dan UU TNI yang kini tengah bergulir di DPR menjadi ujian krusial bagi demokrasi Indonesia. Menurut Ikrar, jika tidak dikawal, Indonesia berisiko terjebak kembali dalam pola kekuasaan militer lama yang dibungkus dengan kemasan baru.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seskab Teddy Beberkan Hasil Pertemuan Empat Mata Prabowo-Kapolri, Ini Isinya

Seskab Teddy Beberkan Hasil Pertemuan Empat Mata Prabowo-Kapolri, Ini Isinya

News | Jum'at, 24 April 2026 | 19:08 WIB

Prabowo Panggil Kapolri ke Hambalang, Bahas Keamanan Nasional hingga Hilirisasi di 13 Lokasi

Prabowo Panggil Kapolri ke Hambalang, Bahas Keamanan Nasional hingga Hilirisasi di 13 Lokasi

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:32 WIB

Saiful Mujani Soroti Dugaan Nepotisme di Era Prabowo: Penunjukan Keponakan hingga Adik Jadi Sorotan

Saiful Mujani Soroti Dugaan Nepotisme di Era Prabowo: Penunjukan Keponakan hingga Adik Jadi Sorotan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:05 WIB

Prabowo Harus Diturunkan? Kritik Keras Saiful Mujani soal Ancaman Konstitusi dan Demokrasi

Prabowo Harus Diturunkan? Kritik Keras Saiful Mujani soal Ancaman Konstitusi dan Demokrasi

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:36 WIB

Nama Teddy hingga Maruli Diseret, Saiful Mujani Kritik Kebijakan Presiden Perluas Peran TNI di Sipil

Nama Teddy hingga Maruli Diseret, Saiful Mujani Kritik Kebijakan Presiden Perluas Peran TNI di Sipil

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:37 WIB

Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Aksi Militer Iran

Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Aksi Militer Iran

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:48 WIB

Sebut JK Idola, Pakar Komunikasi: Gibran Sudah Belajar Banyak, Tak Lagi Terpancing Kritik Pedas

Sebut JK Idola, Pakar Komunikasi: Gibran Sudah Belajar Banyak, Tak Lagi Terpancing Kritik Pedas

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:40 WIB

Warisan Jokowi Buat RI Kebagian Duit Rp147 Triliun Dalam 3 Bulan

Warisan Jokowi Buat RI Kebagian Duit Rp147 Triliun Dalam 3 Bulan

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:47 WIB

Seskab Teddy: Sekolah Rakyat Bentuk Keprihatinan Prabowo

Seskab Teddy: Sekolah Rakyat Bentuk Keprihatinan Prabowo

Video | Kamis, 23 April 2026 | 17:00 WIB

Presiden Prabowo Ingin Perbanyak Jumlah Konser K-Pop di Indonesia

Presiden Prabowo Ingin Perbanyak Jumlah Konser K-Pop di Indonesia

Video | Kamis, 23 April 2026 | 16:20 WIB

Terkini

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

×