Uni Eropa mengalami kerugian biaya impor energi sebesar 25 miliar euro akibat konflik.
Kenaikan harga bahan bakar tidak dibarengi dengan penambahan volume pasokan energi ke kawasan.
Gangguan distribusi di Selat Hormuz menjadi pemicu utama lonjakan harga minyak global.
Kenaikan biaya ini berakar dari konflik yang melibatkan kekuatan besar di Timur Tengah serta serangan udara yang merusak infrastruktur energi.
Penutupan akses atau gangguan di Selat Hormuz menjadi faktor penentu utama meroketnya harga pasar karena jalur ini merupakan urat nadi pengiriman gas cair dan minyak global ke Eropa.