-
Ledakan bom jalanan di Cauca Kolombia menewaskan 20 orang termasuk 15 korban perempuan.
-
Presiden Gustavo Petro menuduh faksi EMC pimpinan Ivan Mordisco sebagai pelaku serangan bom.
-
Gubernur Cauca menetapkan tiga hari berkabung atas serangan paling brutal dalam beberapa dekade.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menuding Ivan Mordisco sebagai dalang utama di balik aksi teror yang mematikan ini.
Mordisco dikenal sebagai pemimpin faksi EMC yang merupakan bagian dari kelompok pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC).
Hingga saat ini, militer terus melakukan pengejaran terhadap sisa-sisa anggota kelompok yang diduga bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
Konflik antara pemerintah dan faksi pemberontak di wilayah barat daya Kolombia memang terus memanas dalam beberapa tahun terakhir.
Wilayah Cauca sering kali menjadi titik panas perselisihan karena posisinya yang strategis bagi jalur peredaran ilegal dan logistik gerilya.
Wilayah Cauca di barat daya Kolombia telah lama menjadi medan tempur antara pasukan keamanan pemerintah dan kelompok pemberontak FARC.
Meski perjanjian damai sempat diupayakan, beberapa faksi seperti EMC di bawah kepemimpinan Ivan Mordisco tetap melakukan perlawanan bersenjata.
Serangan bom pada 25 April ini menjadi bukti nyata bahwa warga sipil masih menjadi korban utama di tengah konflik perebutan wilayah yang belum usai.