- Harga minyak Brent dan WTI melonjak pada Senin pagi akibat kebuntuan pengiriman di Selat Hormuz yang masih berlangsung.
- Iran mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat melalui pihak penengah untuk membuka kembali akses Selat Hormuz segera.
- Analis memperingatkan harga minyak dunia berpotensi tetap tinggi di atas 100 USD karena blokade terus berlanjut hingga kini.
Suara.com - Harga minyak kembali naik pada Senin (27/4/2026) pagi.
Kondisi itu dikarenakan belum ada solusi yang ditemukan untuk memulihkan pengiriman melalui Selat Hormuz, koridor utama untuk pasokan minyak global.
Melansir Belga News Agency dari situs berita Axios, menunjukkan bahwa Iran telah mengajukan proposal baru memberikan sedikit kelegaan bagi pasar.
Harga satu barel minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik 2,5 persen menjadi 107,97 USD, sementara minyak mentah WTI AS naik lebih dari 1,5 persen menjadi sekitar 97 USD per barel. Setelah laporan Axios, momentum kenaikan sedikit mereda.
Tidak ada pembicaraan mediasi antara Amerika Serikat dan Iran yang terjadi selama akhir pekan. Meskipun gencatan senjata masih berlaku untuk saat ini, Selat Hormuz masih sebagian besar terblokir dalam praktiknya.
![Tiga supertanker bermuatan minyak berhasil keluar dari Selat Hormuz di tengah gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/13/40161-3-supertanker-lewat-selat-hormuz.jpg)
Para analis memperingatkan bahwa kebuntuan yang sedang berlangsung, yang kini telah berlangsung selama sembilan minggu, dapat membuat harga minyak tetap di atas 100 USD per barel untuk jangka waktu yang lama.
Sementara itu melansir ANTARA, Iran mengusulkan agar Selat Hormuz dapat segera dibuka dan perang diakhiri, tetapi dengan perundingan nuklir ditunda ke tahap selanjutnya, menurut laporan media, Ahad.
Dilaporkan Axios, usulan tersebut disampaikan kepada AS melalui pihak penengah, termasuk Pakistan, di tengah kebuntuan diplomatik atas program nuklir Iran.
Sumber menyampaikan rencana tersebut ditujukan untuk mengatasi kebuntuan terkait pengayaan uranium demi mempercepat tercapainya kesepakatan pembukaan blokade dan pemulihan lalu lintas pelayaran.
Usulan yang disampaikan mencakup perpanjangan gencatan senjata, untuk waktu yang lama atau permanen, dengan pembicaraan soal nuklir hanya akan dimulai setelah Selat Hormuz dibuka dan pembatasan yang ada diakhiri.
Seorang pejabat AS dan sumber yang terkait dengan pembahasan itu mengatakan, Gedung Putih telah menerima proposal dimaksud, meski belum memberi isyarat apakah bersedia menindaklanjutinya.
Adapun Presiden AS Donald Trump disebut akan mengadakan rapat dengan pejabat keamanan senior pada Senin untuk membahas jalan keluar mengatasi kebuntuan yang terjadi.
Trump berkata dirinya ingin mempertahankan blokade laut atas Iran untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran.
"Ketika anda punya minyak yang sangat banyak ... dan jika salurannya ditutup ... salurannya akan meledak dari dalam," kata Trump, sembari mengeklaim Iran hanya punya "tiga hari" sebelum menghadapi tekanan internal.