Harga Minyak Dunia Terus Melonjak Akibat Kebuntuan Konflik AS-Iran di Selat Hormuz

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 28 April 2026 | 12:05 WIB
Harga Minyak Dunia Terus Melonjak Akibat Kebuntuan Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Pasar energi global kini menghadapi tekanan hebat setelah upaya diplomatik untuk mengakhiri perselisihan militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. (Paxels)
  • Kegagalan negosiasi damai AS-Iran memicu kenaikan harga minyak Brent dan WTI secara signifikan.

  • Blokade Selat Hormuz menghambat distribusi 20 persen pasokan minyak dan gas dunia setiap harinya.

  • Pemulihan aliran energi global diprediksi memakan waktu lama meskipun konflik militer nantinya segera berakhir.

Analis pasar menegaskan bahwa saat ini fokus utama para pedagang bukan lagi pada retorika politik melainkan pada volume minyak yang benar-benar mengalir.

"Bagi pedagang minyak, bukan lagi retorika yang penting, melainkan aliran fisik minyak mentah melalui Selat Hormuz, dan saat ini, aliran tersebut tetap terhambat," kata Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.

Razaqzada juga memperingatkan bahwa proses pemulihan distribusi akan memakan waktu berbulan-bulan meskipun kesepakatan damai nantinya berhasil dicapai oleh kedua negara.

Gangguan logistik dan kerusakan infrastruktur akibat konflik militer menjadi tantangan besar yang harus dihadapi oleh perusahaan penyedia layanan energi global.

Data pelacakan kapal menunjukkan setidaknya enam kapal tanker milik Iran terpaksa berputar arah akibat blokade ketat yang dilakukan militer Amerika Serikat.

Di tengah ketegangan tersebut, sebuah kapal pengangkut gas alam cair (LNG) milik Abu Dhabi National Oil Co berhasil melintasi jalur panas itu.

Kapal tanker asal Uni Emirat Arab tersebut dilaporkan telah mendekati wilayah perairan India pada Senin waktu setempat berdasarkan pemantauan satelit.

Namun, keberhasilan satu kapal ini tidak mengubah fakta bahwa aktivitas maritim di kawasan tersebut telah merosot tajam dibandingkan kondisi normal.

Sebelum agresi militer terjadi pada akhir Februari lalu, terdapat sekitar 125 hingga 140 kapal yang melintasi Selat Hormuz setiap harinya.

Kini, angka tersebut turun drastis dan menciptakan kekosongan pasokan yang sangat dirasakan oleh negara-negara pengimpor energi di seluruh dunia.

Konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran ini pecah secara terbuka pada tanggal 28 Februari 2026 yang lalu.

Perselisihan ini bermula dari ketegangan menahun terkait program nuklir Iran serta ambisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang semakin memanas.

Selat Hormuz menjadi titik pusat konflik karena posisinya yang strategis sebagai gerbang utama ekspor minyak dunia yang menghubungkan produsen Teluk dengan pasar global.

Kegagalan negosiasi terbaru ini menandai babak baru ketidakpastian ekonomi yang diprediksi akan terus mengerek inflasi energi di tingkat konsumen internasional.

Hingga saat ini, belum ada jadwal pertemuan lanjutan yang disepakati oleh kedua belah pihak untuk meredakan eskalasi militer di wilayah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Singapura soal Selat Hormuz: Melintas Itu Hak, Bukan Hak Istimewa karena Membayar!

Singapura soal Selat Hormuz: Melintas Itu Hak, Bukan Hak Istimewa karena Membayar!

News | Selasa, 28 April 2026 | 10:43 WIB

Pasokan Terhambat Blokade, Harga Minyak Terus Merangkak Naik, Tembus 108 Dolar AS

Pasokan Terhambat Blokade, Harga Minyak Terus Merangkak Naik, Tembus 108 Dolar AS

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 10:10 WIB

Abbas Araghchi Jumpa Putin, Rusia Buka Peluang Jadi Mediator Iran-AS

Abbas Araghchi Jumpa Putin, Rusia Buka Peluang Jadi Mediator Iran-AS

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:46 WIB

Terkini

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:56 WIB

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:54 WIB

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:36 WIB

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:25 WIB