Harga Minyak Dunia Terus Melonjak Akibat Kebuntuan Konflik AS-Iran di Selat Hormuz

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 28 April 2026 | 12:05 WIB
Harga Minyak Dunia Terus Melonjak Akibat Kebuntuan Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Pasar energi global kini menghadapi tekanan hebat setelah upaya diplomatik untuk mengakhiri perselisihan militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. (Paxels)
  • Kegagalan negosiasi damai AS-Iran memicu kenaikan harga minyak Brent dan WTI secara signifikan.

  • Blokade Selat Hormuz menghambat distribusi 20 persen pasokan minyak dan gas dunia setiap harinya.

  • Pemulihan aliran energi global diprediksi memakan waktu lama meskipun konflik militer nantinya segera berakhir.

Suara.com - Pasar energi global kini menghadapi tekanan hebat setelah upaya diplomatik untuk mengakhiri perselisihan militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu.

Kenaikan harga minyak yang terus berlanjut dipicu oleh ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur urat nadi pengiriman energi internasional.

Kondisi ini diperparah oleh sikap skeptis Washington terhadap tawaran terbaru dari Teheran yang dianggap tidak menyentuh akar permasalahan konflik kedua negara.

Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)

Pasokan minyak mentah dari Timur Tengah kini tertahan dan tidak dapat menjangkau pembeli global akibat blokade yang masih berlangsung di wilayah perairan tersebut.

Investor semakin khawatir karena ketegangan ini tidak hanya bersifat politis tetapi sudah mengganggu arus fisik komoditas secara signifikan di lapangan.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Presiden Donald Trump merasa tidak puas dengan poin-poin yang diajukan oleh pihak Iran.

Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)
Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)

Sumber internal dari Teheran menyebutkan bahwa proposal mereka sengaja tidak membahas program nuklir sebelum konflik bersenjata dan sengketa pelayaran berakhir.

Ketidaksepakatan ini membuat konfrontasi kedua belah pihak berada dalam posisi sulit yang sangat berisiko bagi stabilitas ekonomi dunia.

Dampaknya, Iran tetap menutup jalur distribusi di Selat Hormuz yang biasanya menopang sekitar 20 persen kebutuhan minyak dan gas global.

Sementara itu, Amerika Serikat masih bersikukuh mempertahankan aksi blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama milik Iran sebagai bentuk tekanan balik.

Kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Juni mengalami kenaikan sebesar 45 sen atau sekitar 0,4 persen menjadi $108,68 per barel.

Lonjakan ini terjadi setelah pada sesi perdagangan sebelumnya mencatatkan kenaikan 2,8 persen yang merupakan level tertinggi sejak awal April.

Tren positif harga minyak Brent ini telah berlangsung selama tujuh hari berturut-turut tanpa menunjukkan tanda-tanda pendinginan dalam waktu dekat.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga naik 58 sen menjadi $96,96 per barel setelah menguat 2,1 persen sebelumnya.

Kegagalan pertemuan tatap muka pada minggu lalu menjadi pemicu utama sentimen negatif para pelaku pasar terhadap ketersediaan stok energi.

Analis pasar menegaskan bahwa saat ini fokus utama para pedagang bukan lagi pada retorika politik melainkan pada volume minyak yang benar-benar mengalir.

"Bagi pedagang minyak, bukan lagi retorika yang penting, melainkan aliran fisik minyak mentah melalui Selat Hormuz, dan saat ini, aliran tersebut tetap terhambat," kata Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.

Razaqzada juga memperingatkan bahwa proses pemulihan distribusi akan memakan waktu berbulan-bulan meskipun kesepakatan damai nantinya berhasil dicapai oleh kedua negara.

Gangguan logistik dan kerusakan infrastruktur akibat konflik militer menjadi tantangan besar yang harus dihadapi oleh perusahaan penyedia layanan energi global.

Data pelacakan kapal menunjukkan setidaknya enam kapal tanker milik Iran terpaksa berputar arah akibat blokade ketat yang dilakukan militer Amerika Serikat.

Di tengah ketegangan tersebut, sebuah kapal pengangkut gas alam cair (LNG) milik Abu Dhabi National Oil Co berhasil melintasi jalur panas itu.

Kapal tanker asal Uni Emirat Arab tersebut dilaporkan telah mendekati wilayah perairan India pada Senin waktu setempat berdasarkan pemantauan satelit.

Namun, keberhasilan satu kapal ini tidak mengubah fakta bahwa aktivitas maritim di kawasan tersebut telah merosot tajam dibandingkan kondisi normal.

Sebelum agresi militer terjadi pada akhir Februari lalu, terdapat sekitar 125 hingga 140 kapal yang melintasi Selat Hormuz setiap harinya.

Kini, angka tersebut turun drastis dan menciptakan kekosongan pasokan yang sangat dirasakan oleh negara-negara pengimpor energi di seluruh dunia.

Konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran ini pecah secara terbuka pada tanggal 28 Februari 2026 yang lalu.

Perselisihan ini bermula dari ketegangan menahun terkait program nuklir Iran serta ambisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang semakin memanas.

Selat Hormuz menjadi titik pusat konflik karena posisinya yang strategis sebagai gerbang utama ekspor minyak dunia yang menghubungkan produsen Teluk dengan pasar global.

Kegagalan negosiasi terbaru ini menandai babak baru ketidakpastian ekonomi yang diprediksi akan terus mengerek inflasi energi di tingkat konsumen internasional.

Hingga saat ini, belum ada jadwal pertemuan lanjutan yang disepakati oleh kedua belah pihak untuk meredakan eskalasi militer di wilayah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Singapura soal Selat Hormuz: Melintas Itu Hak, Bukan Hak Istimewa karena Membayar!

Singapura soal Selat Hormuz: Melintas Itu Hak, Bukan Hak Istimewa karena Membayar!

News | Selasa, 28 April 2026 | 10:43 WIB

Pasokan Terhambat Blokade, Harga Minyak Terus Merangkak Naik, Tembus 108 Dolar AS

Pasokan Terhambat Blokade, Harga Minyak Terus Merangkak Naik, Tembus 108 Dolar AS

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 10:10 WIB

Abbas Araghchi Jumpa Putin, Rusia Buka Peluang Jadi Mediator Iran-AS

Abbas Araghchi Jumpa Putin, Rusia Buka Peluang Jadi Mediator Iran-AS

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:46 WIB

Terkini

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:27 WIB

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:15 WIB

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:15 WIB

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 19:15 WIB

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:10 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:04 WIB

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:05 WIB

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:38 WIB

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:25 WIB