Hizbollah Kecam Diplomasi Lemah Lebanon dengan Israel, Tuntut Pelucutan Senjata

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 28 April 2026 | 13:20 WIB
Hizbollah Kecam Diplomasi Lemah Lebanon dengan Israel, Tuntut Pelucutan Senjata
Pimpinan Hizbollah Naim Qassem (Istimewa)
baca 10 detik
  • Naim Qassem menolak negosiasi langsung Lebanon dengan Israel dan mengajukan lima syarat damai.

  • Hezbollah mempertahankan senjata sebagai alat perlindungan kedaulatan dari agresi militer Israel saat ini.

  • Konflik Lebanon mengakibatkan jutaan pengungsi dan menuntut penarikan total pasukan pendudukan Israel.

Suara.com - Pemimpin tertinggi Hizbollah Naim Qassem secara tegas menutup pintu negosiasi langsung antara otoritas Lebanon dengan pihak Israel.

Langkah ini diambil di tengah upaya diplomatik yang dianggap merugikan kedaulatan negara dan mengabaikan martabat perlawanan rakyat.

Dikutip dari Anadolu, Qassem menekankan bahwa perjuangan bersenjata tetap menjadi satu-satunya benteng pertahanan Lebanon dalam menghadapi ekspansi militer yang masih berlangsung.

Puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah selatan, meski gencatan senjata dengan Israel masih diwarnai pelanggaran. [Tangkap layar X]
Puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah selatan, meski gencatan senjata dengan Israel masih diwarnai pelanggaran. [Tangkap layar X]

Penolakan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi pemerintah Lebanon agar tidak memberikan konsesi cuma-cuma kepada musuh.

Eskalasi di lapangan menunjukkan bahwa gencatan senjata yang ada belum mampu menjamin keamanan warga sipil sepenuhnya.

Naim Qassem memaparkan lima tuntutan krusial yang harus terpenuhi sebelum membicarakan stabilitas kawasan secara jangka panjang.

Citra Satelit Israel lancurkan Lebanon (BBC)
Citra Satelit Israel lancurkan Lebanon (BBC)

Poin pertama mencakup penghentian total seluruh serangan Israel yang menyasar wilayah darat, lautan, maupun ruang udara Lebanon.

Selanjutnya Hezbollah menuntut penarikan mundur pasukan Israel dari seluruh jengkal tanah Lebanon yang saat ini masih diduduki.

Poin ketiga yang tidak kalah penting adalah pembebasan para tahanan yang masih mendekam di dalam penjara Israel.

baca juga

Hizbollah juga mendesak jaminan kepulangan bagi seluruh warga sipil ke desa dan kota asal mereka tanpa terkecuali.

Tuntutan kelima yang diajukan oleh kelompok ini berfokus pada proses rekonstruksi besar-besaran pasca kerusakan akibat peperangan.

Qassem melontarkan kritik tajam terhadap putaran pembicaraan yang berlangsung di Washington di bawah naungan Amerika Serikat.

Hezbollah menilai keterlibatan dalam dialog tersebut merupakan bentuk ketundukan otoritas Lebanon yang sangat tidak perlu dilakukan.

“Dalam suasana pengorbanan dan martabat serta kekalahan musuh ini, otoritas (Lebanon) bergegas memberikan konsesi cuma-cuma yang memalukan dan tidak perlu, yang satu-satunya pembenarannya adalah ketundukan,” ujar Qassem.

Sikap ini mencerminkan ketidakpuasan mendalam terhadap langkah politik yang diambil tanpa memperhitungkan kekuatan posisi tawar di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasokan Terhambat Blokade, Harga Minyak Terus Merangkak Naik, Tembus 108 Dolar AS

Pasokan Terhambat Blokade, Harga Minyak Terus Merangkak Naik, Tembus 108 Dolar AS

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 10:10 WIB

11 Tentara dan Polisi Israel Dilaporkan Bunuh Diri, Tekanan Perang Gaza Disorot

11 Tentara dan Polisi Israel Dilaporkan Bunuh Diri, Tekanan Perang Gaza Disorot

News | Senin, 27 April 2026 | 18:28 WIB

Negara Sekaya Arab Saudi Mulai Hemat Anggaran Buntut Perang AS - Iran

Negara Sekaya Arab Saudi Mulai Hemat Anggaran Buntut Perang AS - Iran

News | Senin, 27 April 2026 | 15:06 WIB

Terkini

Buku untuk Belajar Kok Masih Kena Pajak? Ini yang Perlu Dikritik

Buku untuk Belajar Kok Masih Kena Pajak? Ini yang Perlu Dikritik

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:50 WIB

Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total

Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 11:47 WIB

Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

News | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun

Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun

Bali | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB

BPS Ungkap Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23%, Dipicu Harga Pangan hingga Transportasi

BPS Ungkap Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23%, Dipicu Harga Pangan hingga Transportasi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB

Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, UGM Dorong Restorasi Berbasis Sains

Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, UGM Dorong Restorasi Berbasis Sains

News | Senin, 02 November 2026 | 11:32 WIB

ANTM Akui Akan Ambil Alih Tambang Emas di Nabire Papua

ANTM Akui Akan Ambil Alih Tambang Emas di Nabire Papua

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

Sidang Kasus Pemerasan dan TPPU, Pengusaha Tan Kian hingga Ferry Boboho Bersaksi Lawan Eks Jampidsus

Sidang Kasus Pemerasan dan TPPU, Pengusaha Tan Kian hingga Ferry Boboho Bersaksi Lawan Eks Jampidsus

News | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat

Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

×