- Sebanyak 11 personel militer dan kepolisian Israel meninggal akibat bunuh diri sejak awal April 2026.
- Peningkatan angka bunuh diri dipicu oleh tekanan mental berat serta cedera moral pasca operasi militer Gaza.
- Data Haaretz menunjukkan tren kematian personel militer akibat bunuh diri terus melonjak tajam selama tahun 2026.
Suara.com - Sedikitnya 11 personel militer dan kepolisian Israel dilaporkan meninggal akibat bunuh diri sejak awal April 2026.
Data ini terungkap dalam laporan Palestine Chronicle mencatut media Israel, Haaretz yang menyoroti meningkatnya tekanan mental di kalangan aparat keamanan di tengah konflik berkepanjangan di Gaza.
Dari total tersebut, enam korban merupakan tentara aktif. Sementara itu, tiga lainnya adalah prajurit cadangan yang sebelumnya pernah terlibat dalam operasi militer di Gaza, namun tidak sedang bertugas saat kejadian.
Dua kasus tambahan melibatkan anggota kepolisian, termasuk satu personel Polisi Perbatasan.
Laporan itu juga mencatat bahwa sejak awal 2026, setidaknya 10 tentara aktif Israel telah meninggal akibat bunuh diri.
Angka tersebut hanya mencakup personel yang masih berdinas dan tidak termasuk reservis maupun aparat kepolisian.
Lonjakan ini memperkuat tren yang sebelumnya sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak konflik di Gaza meningkat, tekanan psikologis terhadap prajurit disebut semakin tinggi, baik saat bertugas maupun setelah kembali dari medan operasi.
Dalam laporan sebelumnya, Haaretz mengungkap adanya kasus tentara yang mengakhiri hidup setelah menyelesaikan tugas di Gaza.
Beberapa di antaranya bahkan tidak tercatat sebagai kematian dalam dinas militer.
Sepanjang 2025, tercatat 22 tentara Israel meninggal karena bunuh diri, angka tertinggi dalam 15 tahun terakhir.
Dengan 11 kasus hanya dalam satu bulan pada April 2026, jumlah tersebut sudah mendekati setengah dari total sepanjang tahun sebelumnya.
Investigasi media tersebut mengaitkan peningkatan kasus ini dengan tekanan mental berkepanjangan akibat operasi militer intensif selama beberapa tahun terakhir.
Selain itu, muncul pula istilah 'cedera moral' atau moral injury yang menggambarkan beban psikologis yang dialami prajurit setelah terlibat dalam konflik bersenjata.
Situasi ini terjadi di tengah konflik yang masih berlangsung di Jalur Gaza. Data dari otoritas setempat menyebutkan puluhan ribu warga sipil telah menjadi korban sejak Oktober 2023.