Viral Gerakan Solidaritas ke Sopir Angkot Filipina, Korban Kenaikan Harga BBM Buntut Perang Iran

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 28 April 2026 | 14:13 WIB
Viral Gerakan Solidaritas ke Sopir Angkot Filipina, Korban Kenaikan Harga BBM Buntut Perang Iran
Krisis minyak global akibat konflik Timur Tengah menghancurkan pendapatan harian sopir angkutan umum di Filipina. (CNA)
baca 10 detik
  • Pendapatan sopir di Filipina merosot tajam akibat lonjakan harga BBM global yang sangat signifikan.

  • Komunitas sipil menggalang dapur umum untuk membantu kebutuhan pangan harian para pengemudi angkutan.

  • Warga mendesak pemerintah Filipina memberikan subsidi tetap dan menghapus pajak minyak sementara waktu.

Suara.com - Krisis minyak dunia yang dipicu konflik Timur Tengah kini menghantam sektor transportasi publik di Filipina secara telak.

Kenaikan harga bahan bakar yang tidak terkendali mencekik para pengemudi angkutan yang memiliki margin keuntungan sangat tipis.

Dikutip dari CNA, situasi ekonomi ini telah mengubah tatanan hidup para pekerja jalanan yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas.

Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].

Ketergantungan pada energi fosil membuat sektor transportasi menjadi garda terdepan yang paling rentan terhadap guncangan geopolitik.

Kini para pengemudi harus berjuang ekstra keras hanya untuk sekadar menutup biaya operasional kendaraan mereka sendiri.

Data menunjukkan harga solar dan bensin melonjak hingga tiga kali lipat sejak bulan Maret yang lalu.

Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak (BBM) - Kenaikan harga BBM dari Tahun 1990. (Pexels)
Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak (BBM) - Kenaikan harga BBM dari Tahun 1990. (Pexels)

Kondisi ini mengakibatkan pendapatan harian sopir jeepney merosot tajam dari 50 dolar AS menjadi hanya 6 dolar AS.

Bantuan dari pihak pemerintah dinilai belum memadai untuk menjaga keberlangsungan operasional angkutan umum di jalanan kota.

Kekosongan peran negara ini kemudian mulai diisi oleh gerakan swadaya dari individu serta kelompok masyarakat sipil.

baca juga

Munculnya inisiatif pemberian makan gratis dan donasi menjadi pemandangan umum di berbagai sudut kota dalam beberapa pekan.

Inisiatif Dapur Umum dan Solidaritas Warga

Trining’s Kitchen Stories di Kota Marikina menjadi salah satu tempat yang menyediakan makanan bergizi bagi para sopir.

Restoran kecil ini mengandalkan kucuran dana dari donatur pribadi serta pelaku bisnis lokal untuk menjalankan aksinya.

Hingga saat ini mereka tercatat telah menyalurkan lebih dari seribu paket makanan hangat bagi warga yang terdampak.

Pemilik restoran, Jayson Maulit, percaya bahwa semangat gotong royong merupakan bagian tidak terpisahkan dari identitas nasional negaranya.

“Jika seseorang memimpin jalan, orang-orang menjadi lebih berani dan lebih tegar untuk juga mendonasikan dan juga bersikap baik kepada orang lain. Saya rasa kebaikan ada dalam DNA Filipina,” ujar Jayson Maulit.

Jayson menekankan bahwa jika usaha kecil bisa bergerak, maka seharusnya pihak penguasa mampu melakukan hal yang jauh lebih besar.

Ratusan pengendara ojek daring dan pengemudi roda tiga kini rutin mengantre demi mendapatkan jatah makan malam gratis.

Bagi mereka, bantuan makanan siap saji ini sangat berarti untuk memangkas pengeluaran rumah tangga yang terus membengkak.

Seorang pengendara ojek motor bernama Cyrus Bustos mengakui bahwa bantuan ini meringankan beban pikirannya setiap hari.

“Kami harus terus mengemudi hingga malam hari. Memiliki makanan ini berarti kami tidak perlu khawatir tentang makan malam,” kata Cyrus Bustos.

Perjuangan Sopir Menghadapi Tekanan Ekonomi

Ketekunan menjadi satu-satunya modal bagi para pekerja sektor transportasi ini untuk tetap bertahan menghidupi keluarga mereka.

Hal senada disampaikan oleh Francis Serapion yang merasa mencari uang di masa sekarang jauh lebih sulit dari sebelumnya.

“Sulit untuk mencari uang akhir-akhir ini, tetapi kami harus gigih untuk menghidupi keluarga kami,” ungkap pengemudi roda tiga, Francis Serapion.

Di sisi lain, jaringan komunitas PARA Commuter juga ikut mendirikan dapur umum portabel di pinggir jalanan Manila.

Uniknya bantuan tersebut tidak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga dari kelompok penggemar budaya populer internasional.

“Berbagai grup penggemar K-pop telah berdonasi kepada kami,” kata Nanoy Rafael, koordinator dari PARA Commuters’ Network.

Keterlibatan para seniman lokal juga memperkuat dukungan finansial melalui penyisihan pendapatan dari hasil pertunjukan mereka sendiri.

Fenomena ini membangkitkan kembali semangat "pantry komunitas" yang sempat populer pada masa karantina wilayah akibat pandemi lalu.

Relawan menyediakan kebutuhan pokok seperti beras dan makanan kaleng yang bisa diambil secara cuma-cuma oleh siapapun.

Esmeralda Grimaldo-Lana tetap konsisten mengelola distribusi mingguan ini dengan membangun jejaring sukarelawan yang sangat luas.

Pentingnya Transformasi Kebijakan Jangka Panjang

Esmeralda menegaskan bahwa motivasi utamanya adalah melayani masyarakat dan keluar dari zona nyaman demi kontribusi nyata.

“Saya selalu berpikir di dalam benak saya, ini bukan untuk diri saya sendiri. Ini benar-benar untuk rakyat,” tutur penyelenggara pantry komunitas tersebut.

Ia percaya bahwa setiap individu memiliki peran penting untuk membantu sesama di tengah situasi yang sedang penuh ketidakpastian.

“Anda perlu keluar dari zona nyaman Anda dan melihat apa yang bisa Anda kontribusikan,” tambah Esmeralda Grimaldo-Lana.

Meskipun aksi kemanusiaan ini sangat membantu, banyak pihak mulai menyuarakan perlunya langkah strategis dari otoritas resmi negara.

Para pengelola bantuan menekankan bahwa kedermawanan warga bukanlah solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah kemiskinan sistemik ini.

Ada tuntutan kuat agar pemerintah segera menangguhkan pajak bahan bakar minyak guna menekan harga di tingkat pengecer.

Peningkatan subsidi bagi pengemudi juga dianggap sebagai keharusan agar roda ekonomi transportasi publik tidak benar-benar berhenti berputar.

Ketahanan kolektif masyarakat Filipina memang luar biasa, namun beban krisis energi global memerlukan intervensi kebijakan yang lebih fundamental.

Tanpa adanya perubahan regulasi, para sopir jeepney dan angkutan lainnya akan terus berada dalam jerat kemiskinan yang mendalam.

Krisis ini berakar dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasokan minyak mentah internasional secara global.

Filipina sebagai negara importir bahan bakar sangat terdampak oleh fluktuasi harga pasar yang menyebabkan inflasi biaya transportasi domestik.

Pengemudi jeepney, yang merupakan ikon transportasi publik nasional, menjadi kelompok paling rentan karena sistem setoran dan biaya operasional yang langsung bergantung pada harga BBM harian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Buru Pelaku Pembakaran Sopir Angkot Tanah Abang, Identitas Sudah Dikantongi

Polisi Buru Pelaku Pembakaran Sopir Angkot Tanah Abang, Identitas Sudah Dikantongi

News | Senin, 27 April 2026 | 15:52 WIB

Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina

Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina

News | Sabtu, 25 April 2026 | 06:34 WIB

Solidaritas Pemain Timnas Indonesia Mengalir Usai Ricky Kambuaya Jadi Korban Penghinaan Rasial

Solidaritas Pemain Timnas Indonesia Mengalir Usai Ricky Kambuaya Jadi Korban Penghinaan Rasial

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×