MPSI: Pengungsian Moskona Teluk Bintuni Butuh Perhatian Khusus Pemerintah Pusat

Galih Prasetyo

Rabu, 29 April 2026 | 06:00 WIB
MPSI: Pengungsian Moskona Teluk Bintuni Butuh Perhatian Khusus Pemerintah Pusat
Ilustrasi pengungsi [Istimewa]
baca 10 detik
  • Kontak senjata antara TPNPB-OPM dan aparat pada 11 Oktober 2025 memicu pengungsian ratusan warga di Kabupaten Teluk Bintuni.
  • Sebanyak 206 warga masih bertahan di pengungsian akibat kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, serta akses kebutuhan dasar.
  • MPSI mendesak pemerintah pusat segera melakukan intervensi komprehensif untuk menjamin keamanan dan pemulihan kondisi psikososial masyarakat terdampak.

Suara.com - Krisis pengungsian di Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh, Kabupaten Teluk Bintuni, dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat.

Tim Peneliti dan Advokasi Merah Pusaka Strategik Indonesia (MPSI) menyebut dampak pascaserangan kelompok separatis telah meluas ke berbagai aspek kehidupan warga.

Ketua tim MPSI, Hendrik Arwam, mengatakan situasi di Moskona tidak bisa ditangani secara biasa.

Ia menegaskan diperlukan intervensi langsung pemerintah pusat karena krisis telah menyentuh aspek kemanusiaan, sosial, hingga keamanan.

“Situasi di Moskona ini tidak bisa ditangani secara biasa. Ini membutuhkan intervensi langsung dan serius dari pemerintah pusat,” ujar Hendrik.

Ia menjelaskan, kontak senjata antara kelompok TPNPB-OPM dan aparat keamanan pada 11 Oktober 2025 memicu kepanikan massal. Ratusan warga terpaksa meninggalkan kampung halaman dan hidup di pengungsian hingga lebih dari enam bulan.

Menurut Hendrik, saat ini sedikitnya 206 warga masih bertahan di pengungsian di wilayah perkotaan Teluk Bintuni.

Mereka kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, serta akses terhadap kebutuhan dasar yang memadai.

“Serangan ini menciptakan efek domino besar. Bukan hanya soal keamanan, tetapi juga menghancurkan tatanan kehidupan masyarakat sipil,” katanya.

baca juga

MPSI menilai respons pemerintah daerah masih terbatas, sehingga dibutuhkan langkah lebih kuat dari pemerintah pusat.

Hendrik mendorong adanya kebijakan afirmatif dan langkah luar biasa untuk menangani krisis pengungsian tersebut.

Sementara itu, tim advokasi MPSI, Malkin Kosepa, menyoroti belum adanya pendataan menyeluruh terhadap kerusakan infrastruktur di kampung asal warga.

Ia menyebut banyak rumah dilaporkan rusak atau terbakar, yang menghambat proses pemulihan.

Selain kerusakan fisik, trauma psikologis juga menjadi penghalang utama bagi warga untuk kembali. Rasa takut terhadap potensi konflik susulan masih kuat di tengah masyarakat.

“Ini bukan sekadar soal relokasi atau bantuan logistik. Yang dibutuhkan adalah jaminan keamanan dan pemulihan psikososial,” ujar Malkin.

MPSI mendesak pemerintah pusat segera membentuk tim lintas kementerian untuk menangani krisis secara komprehensif.

MPSI menekankan pentingnya pendekatan human security dengan menempatkan keselamatan dan martabat warga sebagai prioritas utama.

“Negara harus hadir secara nyata. Masyarakat Moskona berhak hidup aman di tanah mereka sendiri,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian

Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:17 WIB

Klaim 100 Persen Rampung di Aceh: Keberhasilan Nyata atau Tabir Pencitraan?

Klaim 100 Persen Rampung di Aceh: Keberhasilan Nyata atau Tabir Pencitraan?

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 17:45 WIB

3 Langkah Taktis Dasco soal Krisis Penonaktifan BPJS PBI

3 Langkah Taktis Dasco soal Krisis Penonaktifan BPJS PBI

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 13:37 WIB

Terima Aspirasi Amnesty, DPD RI Dorong Penyelesaian Damai Konflik dan Penguatan HAM di Papua

Terima Aspirasi Amnesty, DPD RI Dorong Penyelesaian Damai Konflik dan Penguatan HAM di Papua

News | Senin, 09 Februari 2026 | 17:21 WIB

Momen Pramono Tertawa Lepas di Rakornas, Terpikat Kelakar Prabowo Soal '2029 Terserah'

Momen Pramono Tertawa Lepas di Rakornas, Terpikat Kelakar Prabowo Soal '2029 Terserah'

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 13:38 WIB

Prabowo Peringatkan Skenario 'Kiamat' Perang Dunia III, Picu 'Nuclear Winter' Puluhan Tahun

Prabowo Peringatkan Skenario 'Kiamat' Perang Dunia III, Picu 'Nuclear Winter' Puluhan Tahun

News | Senin, 02 Februari 2026 | 15:06 WIB

Terkini

Trik Agar Perusahaan Irit Investasi Alat Berat

Trik Agar Perusahaan Irit Investasi Alat Berat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:11 WIB

Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara

Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Urutan Skincare Malam Viva untuk Memudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun

Urutan Skincare Malam Viva untuk Memudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:10 WIB

The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan

The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:04 WIB

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:03 WIB

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:01 WIB

65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare

65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:59 WIB

×