Suara.com - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyambut baik aspirasi para Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia yang mendorong pelaksanaan Muktamar NU pada akhir Juli atau paling lambat awal Agustus 2026.
Menurut Gus Ipul, aspirasi tersebut sejalan dengan hasil rapat pleno PBNU serta kebijakan Rais Aam PBNU.
“Apa yang disuarakan forum Ketua PWNU se-Indonesia pada prinsipnya sejalan dengan hasil rapat pleno dan kebijakan Rais Aam. Karena itu, kami menyambut baik permintaan para Ketua PWNU,” ujar Gus Ipul di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Sebelumnya, pada Senin (27/4/2026), para Ketua PWNU se-Indonesia berkumpul di Jakarta. Mereka menyuarakan agar Muktamar NU digelar pada akhir Juli atau paling lambat awal Agustus 2026, sebagaimana keputusan rapat pleno PBNU pada 29 Januari 2026.
Gus Ipul yang juga Ketua Panitia Muktamar ini menjelaskan, PBNU saat ini terus mematangkan berbagai persiapan menuju Muktamar. Panitia kecil yang telah dibentuk, kata dia, sedang bekerja keras untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai mekanisme organisasi.
“Panitia kecil sedang bekerja keras menuju Muktamar Agustus. Alhamdulillah, susunan kepanitiaan Munas Konbes, sekaligus Muktamar sudah dituntaskan,” kata Gus Ipul.
Ia menambahkan, PBNU juga telah membentuk tim panel untuk menangani persoalan surat keputusan atau SK kepengurusan. Tim panel tersebut diketuai Prof Mohammad Nuh dengan sekretaris Amin Said Husni.
“Untuk masalah SK kepengurusan, saat ini sudah ada tim panel yang diketuai Prof Mohammad Nuh dan sekretaris Amin Said Husni. Tim ini bekerja sesuai mandat organisasi untuk menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan SK kepengurusan,” ujarnya.
Gus Ipul menegaskan, seluruh proses persiapan Muktamar akan dilakukan dengan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan organisasi. PBNU, kata dia, ingin memastikan Muktamar berjalan baik sebagai forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama.
“Kita ingin semua proses berjalan tertib, sesuai mekanisme organisasi, dan membawa kemaslahatan bagi jam’iyah. Muktamar adalah forum besar NU, sehingga persiapannya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh,” pungkas Gus Ipul. ***