Tim SAR Lebanon Jadi Korban Rudal Israel saat Misi Penyelamatan Sipil

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 29 April 2026 | 12:23 WIB
Tim SAR Lebanon Jadi Korban Rudal Israel saat Misi Penyelamatan Sipil
Serangan udara Israel di Lebanon Selatan menewaskan delapan orang termasuk tiga petugas penyelamat medis. (Tangkapan Layar X)
  • Delapan warga Lebanon tewas akibat serangan Israel termasuk tiga petugas paramedis saat bertugas.

  • Militer Israel menghancurkan jaringan terowongan strategis Hezbollah sepanjang dua kilometer menggunakan ratusan ton peledak.

  • Gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah semakin rapuh dengan meningkatnya korban sipil serta militer.

Suara.com - Konflik bersenjata di wilayah Lebanon Selatan kembali memanas dengan jatuhnya korban jiwa meski kesepakatan penghentian permusuhan telah diumumkan.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan delapan orang kehilangan nyawa akibat rentetan serangan udara yang dilancarkan militer Israel pada hari Selasa.

Dikutip dari Euronews, Peristiwa tragis ini mencatat gugurnya tiga petugas medis penyelamat yang sedang berupaya mengevakuasi korban di bawah reruntuhan bangunan.

Puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah selatan, meski gencatan senjata dengan Israel masih diwarnai pelanggaran. [Tangkap layar X]
Puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah selatan, meski gencatan senjata dengan Israel masih diwarnai pelanggaran. [Tangkap layar X]

Eskalasi terbaru ini mempertegas rapuhnya stabilitas keamanan di perbatasan kedua negara yang terus diwarnai aksi saling tuding pelanggaran komitmen.

Pasukan militer kedua belah pihak masih terlibat dalam baku tembak aktif yang mengancam keselamatan warga sipil di zona merah.

Kementerian Kesehatan Lebanon merinci bahwa gempuran udara di wilayah Majdal Zoun telah merenggut nyawa lima orang warga.

"Serangan udara musuh Israel di kota Majdal Zoun... dalam tol awal telah membunuh lima syuhada," ungkap pernyataan resmi kementerian tersebut.

Israel serang Lebanon (Antara)
Israel serang Lebanon (Antara)

Di antara para korban terdapat personel pertahanan sipil yang sedang menjalankan misi kemanusiaan saat serangan susulan menghantam lokasi mereka.

"Tiga paramedis dari pertahanan sipil Lebanon terjebak di bawah reruntuhan setelah serangan yang menargetkan mereka saat mereka melakukan misi penyelamatan," tambah kementerian.

Situasi mencekam juga melanda kota Jebchit di mana dua orang tewas dan tiga belas lainnya mengalami luka-luka.

Serangan udara terpisah di wilayah Jwaya juga mengakibatkan satu orang tewas serta lima belas orang lainnya menderita luka serius.

Korban luka di Jwaya mencakup lima anak-anak dan lima wanita yang terjebak di tengah dentuman ledakan bom udara.

Pihak Angkatan Darat Lebanon secara resmi melaporkan bahwa dua orang prajurit mereka turut terluka akibat serangan langsung terhadap patroli rutin.

Pernyataan ini menandai pertama kalinya militer resmi Lebanon mengakui adanya personel mereka yang menjadi sasaran sejak gencatan senjata dimulai.

"Israel terus melanggar hukum dan konvensi internasional yang melindungi warga sipil," tegas Presiden Lebanon, Joseph Aoun saat mengecam aksi tersebut.

Di sisi lain, militer Israel melaporkan kematian seorang karyawan perusahaan rekayasa yang bekerja untuk Kementerian Pertahanan mereka di Lebanon.

Militer Israel kemudian mengeluarkan instruksi evakuasi darurat kepada penduduk di lebih dari selusin desa untuk segera bergerak ke arah utara.

Perintah tersebut mewajibkan warga meninggalkan hunian mereka "segera" dan berpindah menuju Distrik Sidon demi menghindari area operasi militer aktif.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki ambisi teritorial permanen atas wilayah kedaulatan negara tetangga tersebut.

Saar menyatakan Israel akan meninggalkan Lebanon selatan saat "Hezbollah dan organisasi teror lainnya... dilucuti."

Militer Israel mengklaim telah menemukan dan menghancurkan jaringan terowongan strategis milik kelompok Hezbollah di wilayah Qantara.

Jaringan bawah tanah tersebut membentang sejauh dua kilometer dan dilaporkan telah dibangun selama satu dekade terakhir dengan pendanaan besar.

Sebanyak 450 ton bahan peledak digunakan untuk menghancurkan fasilitas yang diklaim sebagai markas pasukan elite Radwan tersebut.

"Hari ini kami meledakkan terowongan teror Hezbollah yang sangat besar," ucap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam pernyataan persnya.

Menteri Pertahanan Israel Katz juga memberikan instruksi tegas untuk menghancurkan seluruh infrastruktur lawan yang ditemukan "seperti di Gaza."

Konflik terbuka antara Israel dan Hezbollah pecah secara masif sejak awal Maret lalu yang dipicu oleh ketegangan regional di Timur Tengah.

Hingga saat ini, data Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat total 2.534 orang tewas dan 7.863 lainnya terluka sejak perang meletus.

Peperangan ini telah memaksa lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi dan menimbulkan kerugian materiil hingga miliaran dolar Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Langgar Gencatan Senjata, Bunuh 3 Tim Medis di Lebanon

Israel Langgar Gencatan Senjata, Bunuh 3 Tim Medis di Lebanon

News | Rabu, 29 April 2026 | 09:33 WIB

Tentara Israel Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan di Tepi Barat Diaktifkan Kembali

Tentara Israel Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan di Tepi Barat Diaktifkan Kembali

News | Rabu, 29 April 2026 | 09:17 WIB

Korban Jiwa Berjatuhan, Lebanon Selatan Digempur Artileri Israel Meski Ada Kesepakatan Damai

Korban Jiwa Berjatuhan, Lebanon Selatan Digempur Artileri Israel Meski Ada Kesepakatan Damai

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:02 WIB

Terkini

Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi

Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:55 WIB

3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan

3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:50 WIB

Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa

Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:47 WIB

Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?

Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:33 WIB

Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto

Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:00 WIB

Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi

Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 11:50 WIB

Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar

Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 11:40 WIB

ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang

ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 11:21 WIB

Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya

Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 10:47 WIB

Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang

Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:20 WIB