-
Mantan Direktur FBI James Comey didakwa atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump.
-
Kasus berfokus pada foto kerang berkode 86 47 yang dianggap seruan pembunuhan.
-
Comey menegaskan dirinya tidak bersalah dan tetap mempercayai independensi sistem peradilan federal.
Percepatan kasus ini tidak lepas dari pergantian kepemimpinan di Departemen Kehakiman setelah pengunduran diri Jaksa Agung Pam Bondi.
Todd Blanche yang kini memimpin departemen tersebut dikenal sebagai sosok yang sangat agresif dalam mengeksekusi agenda-agenda hukum pemerintah.
Dalam sebuah konferensi pers, Blanche menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk perilaku yang mengarah pada ancaman.
“Meskipun kasus ini unik, dan dakwaan ini menonjol karena nama terdakwanya, dugaan perilakunya adalah jenis perilaku yang sama yang tidak akan pernah kami toleransi dan akan selalu kami selidiki,” kata Blanche.
Penegasan ini dianggap sebagai sinyal bahwa Departemen Kehakiman tidak akan pandang bulu terhadap lawan politik presiden.
James Comey sebenarnya telah menghapus unggahan tersebut segera setelah menyadari bahwa interpretasi publik mengarah pada narasi kekerasan.
Ia mengklaim pada saat itu bahwa dirinya tidak menyadari kaitan antara angka-angka tersebut dengan simbol-simbol ancaman fisik.
“Itu tidak pernah terpikir oleh saya tetapi saya menentang kekerasan dalam bentuk apa pun sehingga saya menghapus unggahan tersebut,” tulisnya saat melakukan klarifikasi.
Pakar hukum menilai jaksa akan kesulitan membuktikan bahwa Comey secara sadar dan sengaja merencanakan ancaman tersebut.
Standar pembuktian dalam kasus ancaman memerlukan bukti bahwa pelaku memang ingin membuat korban merasa ketakutan secara nyata.
Langkah hukum ini adalah upaya kedua pemerintah untuk memenjarakan Comey setelah kasus dugaan kebohongan kepada Kongres gagal di pengadilan.
Perseteruan ini berakar sejak tahun 2017 ketika Trump memecat Comey dari jabatan Direktur FBI karena investigasi terkait campur tangan Rusia.
Kini, selain James Comey, putrinya yang bernama Maurene juga sedang berjuang dalam gugatan hukum terkait pemecatannya dari Departemen Kehakiman.
Maurene menduga pemecatannya merupakan bentuk pembalasan politik hanya karena ia adalah anak dari sosok yang paling vokal mengkritik Trump.
Situasi ini menambah daftar panjang ketegangan antara keluarga Comey dengan sistem peradilan yang kini berada di bawah kendali penuh loyalis presiden.