Foto Kerang Berkode 86 47 Bongkar Rencana Pembunuhan Donald Trump

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 29 April 2026 | 13:22 WIB
Foto Kerang Berkode 86 47 Bongkar Rencana Pembunuhan Donald Trump
James Comey didakwa atas dugaan ancaman terhadap Trump melalui unggahan foto kerang kode 86 47. (Kolase Suara.com)
  • Mantan Direktur FBI James Comey didakwa atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump.

  • Kasus berfokus pada foto kerang berkode 86 47 yang dianggap seruan pembunuhan.

  • Comey menegaskan dirinya tidak bersalah dan tetap mempercayai independensi sistem peradilan federal.

Suara.com - James Comey kembali berhadapan dengan meja hijau setelah dewan juri resmi mengeluarkan dakwaan terkait unggahan media sosial yang dianggap mengancam keselamatan Donald Trump.

Konflik hukum ini mencuat setelah otoritas keamanan menafsirkan foto susunan kerang di pantai sebagai pesan subliminal untuk menyingkirkan Presiden Amerika Serikat ke-47 tersebut.

Dikutip dari CNN, langkah hukum ini menandai eskalasi baru dalam perseteruan panjang antara sang mantan Direktur FBI dengan administrasi Trump yang kini dipimpin pelaksana tugas baru.

Donald Trump [The White House]
Donald Trump [The White House]

Kritikus melihat kasus ini sebagai ujian krusial bagi Amandemen Pertama tentang kebebasan berpendapat di tengah iklim politik yang semakin terpolarisasi.

Kejaksaan harus membuktikan adanya niat jahat yang nyata di balik simbol angka yang diunggah oleh Comey di akun pribadinya.

Dakwaan yang diajukan di Distrik Timur Carolina Utara ini mencakup tuduhan pengiriman ancaman melalui perdagangan antarnegara bagian.

Pihak berwenang menyoroti angka "86" yang dalam bahasa gaul sering diartikan sebagai perintah untuk membuang atau menghabisi sesuatu.

ilustrasi FBI (fbi.gov)
ilustrasi FBI (fbi.gov)

Sedangkan angka "47" merujuk pada posisi Donald Trump saat ini sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke-47.

James Comey sendiri langsung memberikan pernyataan resmi melalui video di akun Substack miliknya untuk menanggapi tuduhan tersebut.

“Saya tetap tidak bersalah. Saya tetap tidak takut,” kata Comey.

Meski terdesak secara hukum, Comey menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh proses persidangan yang akan berjalan ke depan.

“Dan saya masih percaya pada peradilan federal yang independen, jadi mari kita mulai,” ujar Comey dalam pernyataan lanjutannya.

Kasus ini bermula dari foto kerang yang diambil saat ia berjalan-jalan di pantai wilayah Carolina Utara pada Mei lalu.

Awalnya Comey menyematkan keterangan foto yang menyebutkan bahwa formasi kerang tersebut terlihat sangat unik dan alami.

Namun, pejabat pemerintahan melihat hal itu sebagai kode keras untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap kepala negara.

Percepatan kasus ini tidak lepas dari pergantian kepemimpinan di Departemen Kehakiman setelah pengunduran diri Jaksa Agung Pam Bondi.

Todd Blanche yang kini memimpin departemen tersebut dikenal sebagai sosok yang sangat agresif dalam mengeksekusi agenda-agenda hukum pemerintah.

Dalam sebuah konferensi pers, Blanche menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk perilaku yang mengarah pada ancaman.

“Meskipun kasus ini unik, dan dakwaan ini menonjol karena nama terdakwanya, dugaan perilakunya adalah jenis perilaku yang sama yang tidak akan pernah kami toleransi dan akan selalu kami selidiki,” kata Blanche.

Penegasan ini dianggap sebagai sinyal bahwa Departemen Kehakiman tidak akan pandang bulu terhadap lawan politik presiden.

James Comey sebenarnya telah menghapus unggahan tersebut segera setelah menyadari bahwa interpretasi publik mengarah pada narasi kekerasan.

Ia mengklaim pada saat itu bahwa dirinya tidak menyadari kaitan antara angka-angka tersebut dengan simbol-simbol ancaman fisik.

“Itu tidak pernah terpikir oleh saya tetapi saya menentang kekerasan dalam bentuk apa pun sehingga saya menghapus unggahan tersebut,” tulisnya saat melakukan klarifikasi.

Pakar hukum menilai jaksa akan kesulitan membuktikan bahwa Comey secara sadar dan sengaja merencanakan ancaman tersebut.

Standar pembuktian dalam kasus ancaman memerlukan bukti bahwa pelaku memang ingin membuat korban merasa ketakutan secara nyata.

Langkah hukum ini adalah upaya kedua pemerintah untuk memenjarakan Comey setelah kasus dugaan kebohongan kepada Kongres gagal di pengadilan.

Perseteruan ini berakar sejak tahun 2017 ketika Trump memecat Comey dari jabatan Direktur FBI karena investigasi terkait campur tangan Rusia.

Kini, selain James Comey, putrinya yang bernama Maurene juga sedang berjuang dalam gugatan hukum terkait pemecatannya dari Departemen Kehakiman.

Maurene menduga pemecatannya merupakan bentuk pembalasan politik hanya karena ia adalah anak dari sosok yang paling vokal mengkritik Trump.

Situasi ini menambah daftar panjang ketegangan antara keluarga Comey dengan sistem peradilan yang kini berada di bawah kendali penuh loyalis presiden.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran di Ambang Kronis, Kemiskinan dan Pengangguran Mendarah Daging

Iran di Ambang Kronis, Kemiskinan dan Pengangguran Mendarah Daging

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:07 WIB

Menghitung Biaya 76 Tahun Perang AS dari Korea hingga Iran: Tembus Triliunan Dolar

Menghitung Biaya 76 Tahun Perang AS dari Korea hingga Iran: Tembus Triliunan Dolar

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:06 WIB

Pejabat Inggris Sindir Israel Sekutu Spesial Amerika saat Pertemuan Trump - Raja Charles, Maksudnya?

Pejabat Inggris Sindir Israel Sekutu Spesial Amerika saat Pertemuan Trump - Raja Charles, Maksudnya?

News | Rabu, 29 April 2026 | 09:34 WIB

Terkini

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB