Ketergantungan Energi Fosil Bebani APBN, Transisi Energi Bisa Jadi Solusi?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 29 April 2026 | 16:34 WIB
Ketergantungan Energi Fosil Bebani APBN, Transisi Energi Bisa Jadi Solusi?
Pembangkit listrik Tenaga angin. (Pexels/Kervin Edward Lara)

Suara.com - Ketergantungan Indonesia pada energi fosil kembali menunjukkan risikonya di tengah lonjakan harga minyak global. Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz pada April 2026 mendorong harga minyak Brent melonjak hingga 180 dolar AS per barel, memicu tekanan besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Data International Energy Agency (IEA) yang dikutip Institute for Essential Services Reform (IESR) mencatat lonjakan tersebut menjadi peringatan serius bagi Indonesia sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak. Dampaknya tidak hanya dirasakan di sektor energi, tetapi juga langsung menekan keseimbangan fiskal nasional.

Kenaikan harga minyak dunia berdampak signifikan terhadap kesehatan keuangan negara. Setiap kenaikan 1 dolar AS pada harga minyak mentah Indonesia (ICP), beban defisit APBN diperkirakan bertambah hingga Rp6,8 triliun.

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lahan bekas tambang (Tom Fisk/Pexels)
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lahan bekas tambang (Tom Fisk/Pexels)

Kondisi ini menimbulkan dilema dalam pengelolaan anggaran, terutama terkait kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM). CEO IESR, Fabby Tumiwa, menyebut penyesuaian harga BBM menjadi opsi yang sulit dihindari jika tren harga minyak tinggi terus berlanjut.

“Jika rata-rata ICP bertahan di US$ 95–100 hingga akhir tahun, dampaknya pada defisit APBN bisa mencapai Rp170–204 triliun. Implikasinya, defisit APBN akan naik di atas 3 persen,” ujar Fabby dalam forum “Meningkatkan Ketahanan Energi di Tengah Bara Timur Tengah.”

Situasi ini membuka kemungkinan pemerintah harus menambah utang baru jika tetap menahan kenaikan harga BBM.

Hingga kini, harga BBM seperti Pertamax dan Pertamax Green masih belum mengalami penyesuaian, meski secara keekonomian seharusnya naik. Kebijakan ini berpotensi tidak sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014.

Di tengah tekanan tersebut, muncul pertanyaan besar: apakah transisi energi bisa menjadi solusi?

IESR menilai, tanpa peralihan ke energi terbarukan, tekanan terhadap APBN akan terus berulang setiap kali harga minyak global bergejolak. Ketergantungan pada energi fosil dinilai menjadi akar persoalan dalam ketahanan energi nasional.

“Ketergantungan pada energi fosil merupakan isu terbesar dalam ketahanan energi dari sisi fiskal. Oleh karena itu, solusinya adalah melakukan substitusi ke energi non-fosil sebagai langkah real untuk menurunkan biaya produksi,” kata Fabby.

Langkah konkret yang dapat dilakukan antara lain mempercepat elektrifikasi sektor transportasi untuk mengurangi impor BBM. Selain itu, reformasi subsidi energi juga dinilai penting agar lebih tepat sasaran.

Ekonom dan peneliti LPEM FEB UI, Teuku Riefky, menilai skema subsidi saat ini masih belum efisien karena berbasis pada produk, bukan penerima manfaat.

“Seharusnya subsidi itu ditargetkan kepada penerima manfaat, bukan pada produknya. Hal inilah yang menyebabkan subsidi BBM masih sangat besar hingga saat ini,” ujarnya.

Dengan tekanan harga minyak yang terus berulang, transisi energi kini tidak lagi sekadar wacana, melainkan opsi strategis untuk mengurangi beban fiskal dan memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hilirisasi Digeber, RI Bidik Pangkas Impor BBM dan LPG hingga Rp1,25 Miliar per Tahun

Hilirisasi Digeber, RI Bidik Pangkas Impor BBM dan LPG hingga Rp1,25 Miliar per Tahun

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:41 WIB

Cuma Rp50 Jutaan! 5 Mobil Bekas Irit dan Bandel, Pas Buat Keluarga Baru

Cuma Rp50 Jutaan! 5 Mobil Bekas Irit dan Bandel, Pas Buat Keluarga Baru

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 15:31 WIB

Kapan Bobibos Dijual? Ini 5 Fakta Bahan Bakar Jerami RON 98 yang Sedang Diuji Pemerintah

Kapan Bobibos Dijual? Ini 5 Fakta Bahan Bakar Jerami RON 98 yang Sedang Diuji Pemerintah

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 14:27 WIB

Terkini

Kronologi Kebakaran Maut Sunter Agung: Tetangga Bantu Pakai APAR, 4 Nyawa Tak Tertolong

Kronologi Kebakaran Maut Sunter Agung: Tetangga Bantu Pakai APAR, 4 Nyawa Tak Tertolong

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:20 WIB

Pemilahan Sampah di Jakarta Mulai Diterapkan, Sejauh Mana Kesiapan di Lapangan?

Pemilahan Sampah di Jakarta Mulai Diterapkan, Sejauh Mana Kesiapan di Lapangan?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:18 WIB

Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?

Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:16 WIB

Negara Rugi Rp25 Triliun, Direktur PIS Arief Sukmara Divonis 6 Tahun Penjara

Negara Rugi Rp25 Triliun, Direktur PIS Arief Sukmara Divonis 6 Tahun Penjara

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:14 WIB

Dugaan Pelanggaran HAM di Torobulu, Warga Terpaksa Mengungsi Akibat Tambang

Dugaan Pelanggaran HAM di Torobulu, Warga Terpaksa Mengungsi Akibat Tambang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:09 WIB

Ketika PAM Jaya Minta Maaf di Tengah Jalan Jakarta yang Semrawut

Ketika PAM Jaya Minta Maaf di Tengah Jalan Jakarta yang Semrawut

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:04 WIB

Satu Keluarga Jadi Korban Kebakaran Maut di Sunter Agung, 4 Orang Meninggal Dunia

Satu Keluarga Jadi Korban Kebakaran Maut di Sunter Agung, 4 Orang Meninggal Dunia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:52 WIB

Bukan Bebas Murni, Mengenal Apa Itu Tahanan Rumah yang Kini Dijalani Nadiem Makarim

Bukan Bebas Murni, Mengenal Apa Itu Tahanan Rumah yang Kini Dijalani Nadiem Makarim

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:47 WIB

Nadiem Makarim: Malam Ini Saya Operasi, Tapi Siap Dengarkan Tuntutan Jaksa

Nadiem Makarim: Malam Ini Saya Operasi, Tapi Siap Dengarkan Tuntutan Jaksa

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:37 WIB

Lagi Asyik Makan Sate Taichan di Kembangan, Motor Raib Digondol Maling: Pelaku Dikejar hingga Kedoya

Lagi Asyik Makan Sate Taichan di Kembangan, Motor Raib Digondol Maling: Pelaku Dikejar hingga Kedoya

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05 WIB