Studi Ungkap Sungai Dunia Lepaskan Emisi Tambahan 1,5 Miliar Karbon Dioksida: Apa Dampaknya?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 30 April 2026 | 10:14 WIB
Studi Ungkap Sungai Dunia Lepaskan Emisi Tambahan 1,5 Miliar Karbon Dioksida: Apa Dampaknya?
Ilustrasi sungai (Freepik)

Suara.com - Sungai-sungai di seluruh dunia mengalami penurunan kualitas: suhu meningkat, kadar oksigen menurun, dan emisi gas rumah kaca bertambah. Kondisi ini berpotensi memperburuk krisis iklim, menurut studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Global Change Biology.

Mengutip laporan Phys.org, tim peneliti dari Karlsruhe Institute of Technology (KIT) menganalisis perubahan kualitas air sungai secara global selama periode 2002–2022.

Mereka menggabungkan data pengukuran dari lebih dari 1.000 lokasi dengan data satelit terkait topografi, radiasi, dan vegetasi. Data tersebut kemudian diolah menggunakan model machine learning untuk memetakan kondisi di lebih dari 5.000 daerah aliran sungai, termasuk wilayah yang tidak memiliki stasiun pemantauan.

Hasilnya menunjukkan tren peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di ekosistem sungai. Dalam studi tersebut, kadar oksigen tercatat menurun rata-rata 0,058 miligram per liter per dekade, lebih cepat dibandingkan penurunan di danau dan lautan. Di saat yang sama, emisi karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida justru meningkat.

Selama dua dekade penelitian, sungai diperkirakan menyumbang tambahan emisi sekitar 1,5 miliar metrik ton karbon dioksida. Angka ini disebut belum sepenuhnya diperhitungkan dalam anggaran gas rumah kaca global.

Peneliti mengaitkan peningkatan emisi ini dengan aktivitas mikroorganisme yang menguraikan nutrisi dan karbon organik di dalam air. Zat-zat tersebut banyak berasal dari limpasan pertanian dan air limbah, yang kemudian diubah menjadi gas rumah kaca.

Wilayah dengan ekspansi pertanian dan urbanisasi menjadi sorotan utama. Di area ini, peningkatan suhu air terjadi bersamaan dengan tingginya masukan nutrisi, yang mempercepat aktivitas mikroba dan produksi emisi.

Peneliti menilai, kondisi ini masih dapat dibalik jika pengelolaan sungai diperbaiki, terutama dengan mengurangi pencemaran dan masukan zat berbahaya. Upaya tersebut dinilai penting, tidak hanya untuk menjaga kualitas air, tetapi juga sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim.

Penulis: Vicka Rumanti

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Baik Untuk Kesehatan, Gaya Hidup Vegetarian Juga Baik Untuk Bumi

Tak Hanya Baik Untuk Kesehatan, Gaya Hidup Vegetarian Juga Baik Untuk Bumi

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 17:55 WIB

Kenapa Sungai Jakarta Tercemar Logam Berat? Bikin Ikan Sapu-Sapu Tidak Bisa Dijadikan Pakan Ternak

Kenapa Sungai Jakarta Tercemar Logam Berat? Bikin Ikan Sapu-Sapu Tidak Bisa Dijadikan Pakan Ternak

Tekno | Rabu, 22 April 2026 | 18:12 WIB

Petaka Berenang di Ciliwung: Bocah 11 Tahun Hilang Terseret Arus, Tim SAR Sisir Sungai Hingga 4 Km

Petaka Berenang di Ciliwung: Bocah 11 Tahun Hilang Terseret Arus, Tim SAR Sisir Sungai Hingga 4 Km

News | Rabu, 22 April 2026 | 17:14 WIB

Terkini

Menteri HAM Pigai: Aparat Selalu Bela Non-Papua, Rasisme Jadi Penghambat Keadilan di Papua!

Menteri HAM Pigai: Aparat Selalu Bela Non-Papua, Rasisme Jadi Penghambat Keadilan di Papua!

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:42 WIB

Dividen Rp120 Triliun Jadi Sorotan, Danantara Segera Bertemu Menkeu Baru

Dividen Rp120 Triliun Jadi Sorotan, Danantara Segera Bertemu Menkeu Baru

Video | Kamis, 17 September 2026 | 15:40 WIB

Infinix XPAD 30 Pro Resmi di Indonesia: Layar 2.5K, Baterai 8.200 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Infinix XPAD 30 Pro Resmi di Indonesia: Layar 2.5K, Baterai 8.200 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 15:40 WIB

Houthi Kasih Bukti Tembak Jatuh Jet F-15 Arab Saudi, Kondisinya Mengerikan

Houthi Kasih Bukti Tembak Jatuh Jet F-15 Arab Saudi, Kondisinya Mengerikan

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:39 WIB

Cedera Otot Jay Idzes Tak Bisa Dianggap Sepele, Timnas Indonesia Terancam Tanpa Kapten

Cedera Otot Jay Idzes Tak Bisa Dianggap Sepele, Timnas Indonesia Terancam Tanpa Kapten

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 15:38 WIB

Buka Rekening BritAma di Platarun Makassar Langsung Dapat Cashback!

Buka Rekening BritAma di Platarun Makassar Langsung Dapat Cashback!

Bri | Kamis, 17 September 2026 | 15:36 WIB

Menyingkap Filosofis dan Makna Tersirat di Balik Film The Sheep Detectives

Menyingkap Filosofis dan Makna Tersirat di Balik Film The Sheep Detectives

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 15:35 WIB

Eks PSIM Yogyakarta Ungkap Sisi Gila Sepak Bola Indonesia: Sampai Tak Bisa Keluar Rumah

Eks PSIM Yogyakarta Ungkap Sisi Gila Sepak Bola Indonesia: Sampai Tak Bisa Keluar Rumah

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 15:34 WIB

Apakah Aman Menaruh Microwave di Atas Kulkas? Hati-Hati, 4 Bahaya Ini Mengintai Dapur

Apakah Aman Menaruh Microwave di Atas Kulkas? Hati-Hati, 4 Bahaya Ini Mengintai Dapur

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 15:33 WIB

Rajin Sikat Gigi tapi Masih Bisa Berlubang? Ini yang Mungkin Terlewat

Rajin Sikat Gigi tapi Masih Bisa Berlubang? Ini yang Mungkin Terlewat

Health | Kamis, 17 September 2026 | 15:33 WIB

×