Pentagon Spill Biaya Perang Iran Tembus Rp 400 Triliun, Amerika Berkilah Operasi Tidak Gagal

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB
Pentagon Spill Biaya Perang Iran Tembus Rp 400 Triliun, Amerika Berkilah Operasi Tidak Gagal
Menhan AS Pete Hegseth membela operasi militer Iran senilai 25 miliar dolar di hadapan Kongres. (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Pete Hegseth membela biaya perang Iran senilai 25 miliar dolar di hadapan Kongres Amerika.

  • Menhan AS menyebut kritik dari politisi Demokrat sebagai hambatan terbesar bagi keberhasilan misi.

  • Anggota Kongres mengkritik lonjakan anggaran militer dan dampak ekonomi akibat blokade laut Iran.

Suara.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth secara tegas menampik tuduhan bahwa keterlibatan militer di Iran telah menjadi rawa kegagalan.

Ia menyampaikan pembelaan tersebut di hadapan Komite Angkatan Bersenjata DPR AS saat memaparkan rincian biaya operasi yang sudah mencapai angka 25 miliar dolar.

Dikutip dari Guardian, Hegseth justru melemparkan kritik tajam kepada para politisi di Washington yang mempertanyakan arah kebijakan luar negeri pemerintah saat ini.

Perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu terus memicu korban besar di berbagai negara Timur Tengah. [amnesty.org]
Perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu terus memicu korban besar di berbagai negara Timur Tengah. [amnesty.org]

Pihak Pentagon kini tengah mengupayakan persetujuan anggaran militer total sebesar 1,5 triliun dolar untuk memperkuat posisi global mereka.

“Lawan terbesar yang kita hadapi saat ini adalah kata-kata ceroboh, lemah, dan menyerah dari Partai Demokrat di Kongres dan beberapa dari Partai Republik,” ujar Hegseth.

Strategi tempur Iran, bisa kelabuhi AS-Israel dengan cara cerdik ini. (Instagram, Threads)
Strategi tempur Iran, bisa kelabuhi AS-Israel dengan cara cerdik ini. (Instagram, Threads)

Kepala Pejabat Keuangan Pentagon, Jules Hurst III, mengonfirmasi bahwa pengeluaran senilai 25 miliar dolar tersebut bersifat akumulatif dan terus bertambah.

Alokasi dana terbesar digunakan untuk penyediaan amunisi, pemeliharaan peralatan tempur, serta penggantian alutsista yang rusak di medan laga.

Meskipun biaya terus membengkak, Hegseth menilai operasi ini sebagai langkah krusial demi menjamin keamanan nasional warga Amerika Serikat.

Ia membandingkan ketahanan pasukan saat ini dengan sejarah panjang pengerahan militer di Vietnam, Irak, hingga wilayah Afghanistan.

baca juga

Hegseth tetap bangga dengan misi ini walaupun durasi konflik telah melampaui prediksi awal Donald Trump yang berkisar empat hingga enam minggu.

“Siapa yang Anda dukung di sini? Siapa yang Anda bela?” sergah Hegseth saat menanggapi kritik keras mengenai kompetensi kepemimpinan.

Anggota Kongres John Garamendi menyerang balik dengan menyebut kebijakan pemerintah sebagai bencana politik dan ekonomi di berbagai level.

Garamendi menilai Amerika Serikat kini terjebak dalam rawa peperangan baru di kawasan Timur Tengah akibat kesalahan langkah strategis.

“Presiden telah menjebak dirinya sendiri dan Amerika dalam quagmire perang lain di Timur Tengah,” kata Garamendi di ruang sidang.

Hegseth merespons dengan menyebut kritik tersebut sebagai materi propaganda yang menguntungkan musuh serta bentuk kebencian terhadap figur Trump.

“Anda menyebutnya quagmire, memberikan propaganda kepada musuh-musuh kita? Memalukan bagi Anda atas pernyataan itu,” tambah Hegseth dengan nada tinggi.

Selain masalah biaya, pihak Demokrat juga menyoroti isolasi diplomatik setelah AS dinilai kerap menyinggung sekutu dekat seperti NATO dan Perancis.

Perdebatan memuncak saat Adam Smith mempertanyakan efektivitas serangan terhadap fasilitas nuklir Iran yang diklaim telah hancur total oleh Hegseth.

Smith juga menyinggung insiden penyerangan sekolah di Minab yang menelan korban jiwa sebanyak 168 orang, mayoritas adalah anak-anak.

Pemerintah dituduh tidak transparan dalam memberikan penjelasan terkait tragedi kemanusiaan tersebut sejak kampanye militer gabungan dimulai.

“Kami melakukan kesalahan, dan itu terjadi dalam perang,” ungkap Smith yang menyayangkan bungkamnya pemerintah selama dua bulan terakhir.

Meskipun dihujani kritik, sejumlah anggota Republik seperti Nancy Mace menyatakan kekaguman atas pencapaian militer di bawah kepemimpinan Hegseth.

Hegseth menutup argumennya dengan mengklaim bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir berkat tekanan maksimal yang dilakukan saat ini.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran ini bermula dari peningkatan operasi militer gabungan dengan Israel yang memicu blokade laut di Selat Hormuz.

Kondisi ini menyebabkan lonjakan harga bahan bakar global dan krisis ekonomi rumah tangga di Amerika akibat terganggunya jalur logistik utama.

Meskipun gencatan senjata rapuh sedang berlangsung, kehadiran tiga kapal induk AS di Timur Tengah menandakan ketegangan yang masih berada pada titik didih tertinggi dalam dua dekade terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:10 WIB

Pete Hegseth Dihabisi Kongres AS, Biaya Perang Iran Tembus Rp400 Triliun

Pete Hegseth Dihabisi Kongres AS, Biaya Perang Iran Tembus Rp400 Triliun

News | Kamis, 30 April 2026 | 09:16 WIB

Donald Trump: Raja Charles Akan Bantu AS Lawan Iran

Donald Trump: Raja Charles Akan Bantu AS Lawan Iran

News | Kamis, 30 April 2026 | 08:51 WIB

Terkini

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 21:53 WIB

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

×