Legislator PDIP Kecewa: KAI Disebut BUMN Paling Privileged tapi Gagal Jamin Keselamatan Warga

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 30 April 2026 | 11:06 WIB
Legislator PDIP Kecewa: KAI Disebut BUMN Paling Privileged tapi Gagal Jamin Keselamatan Warga
Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP, Mufti Anam. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Anggota DPR Mufti Anam mengecam kecelakaan kereta api di Bekasi sebagai bukti kegagalan sistem keselamatan transportasi nasional PT KAI.
  • Mufti menyoroti tidak adanya sistem pengaman otomatis serta mendesak pemerintah menutup seluruh perlintasan liar demi keamanan nyawa masyarakat.
  • DPR menuntut audit investigatif independen dan perbaikan manajemen operasional guna mencegah terulangnya insiden fatal di masa depan secara berkelanjutan.

Suara.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, meluapkan kekecewaan mendalam atas peristiwa tabrakan kereta api dengan KRL yang terjadi di wilayah Bekasi baru-baru ini. 

Ia menilai kecelakaan tersebut merupakan bukti nyata adanya kegagalan fundamental dalam tata kelola keselamatan perkeretaapian nasional di tengah modernisasi teknologi.

Mufti menegaskan, bahwa PT Kereta Api Indonesia (KAI) selama ini merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapatkan keistimewaan luar biasa dari negara, mulai dari penyertaan modal negara (PMN), subsidi Public Service Obligation (PSO), hingga perlindungan regulasi yang membuat mereka hampir tidak memiliki kompetitor.

"Kami sangat kecewa. KAI sebagai salah satu BUMN yang paling privileged, justru gagal melindungi nyawa rakyat. Transportasi yang selama ini kita banggakan sebagai moda paling aman, justru memperlihatkan celah mendasar yang seharusnya tidak boleh terjadi di era teknologi saat ini," ujar Mufti kepada wartawan dikutip Kamis (30/4/2026).

Mufti menyoroti informasi mengenai tidak adanya sinyal bagi kereta api jarak jauh terkait keberadaan kereta di depannya. Menurutnya, jika hal itu benar, maka telah terjadi kegagalan sistem yang fatal atau human error.

Ia membandingkan dengan standar internasional seperti Automatic Train Protection (ATP) atau European Train Control System (ETCS) yang sudah menjadi standar minimum di banyak negara untuk mencegah tabrakan.

"Kenapa sistem pengaman berlapis seperti ini belum sepenuhnya diterapkan secara optimal di Indonesia? Sejak lama saya ingatkan, investasi kita terlalu berat ke fisik seperti rel dan stasiun mewah, tapi tidak seimbang dengan investasi pada sistem keselamatan berbasis teknologi dan manajemen risiko," katanya.

Hal lain yang membuat Mufti prihatin adalah fakta bahwa seluruh korban dalam kecelakaan ini adalah perempuan. 

Ia mempertanyakan standar desain crash safety pada rangkaian kereta, khususnya gerbong perempuan, agar tidak hanya fokus pada kenyamanan tetapi juga ketahanan saat terjadi benturan.

baca juga

Selain itu, Mufti menyemprot keberadaan perlintasan liar yang menjadi pemicu kecelakaan. 

"Di era serba teknologi, sangat keterlaluan masih membiarkan ada palang pintu ilegal. Perlintasan ilegal harus ditutup permanen atau diproteksi sistem digital seperti sensor dan alarm. Ini urusan hidup mati," tegasnya.

Atas insiden ini, Mufti Anam mengajukan lima tuntutan tegas kepada pemerintah dan manajemen PT KAI:

1. Audit Investigatif Independen: Menuntut audit menyeluruh yang transparan kepada publik, bukan sekadar investigasi internal. Jika terbukti karena human error, Mufti mendesak Direktur Utama dan pimpinan level tertinggi KAI untuk bertanggung jawab dan mundur.

2. Perlindungan Digital: Mempercepat implementasi sistem pengaman otomatis di seluruh jalur, terutama wilayah padat seperti Jabodetabek.

3. Evaluasi Budaya Kerja: Mengubah manajemen operasional agar aspek keselamatan tidak kalah oleh orientasi bisnis atau ketepatan waktu.

4. Redesain Gerbong: Melakukan penataan ulang komposisi gerbong berbasis risiko, termasuk evaluasi posisi gerbong perempuan.

5. Pembersihan Perlintasan Liar: Menutup semua perlintasan ilegal atau melengkapinya dengan palang otomatis dan sensor peringatan.

"Keselamatan transportasi bukan sekadar angka statistik. Kalau hari ini tidak berbenah dan tidak ada yang berani bertanggung jawab hingga mundur dari jabatan, besok yang jadi korban bisa siapa saja, termasuk orang-orang terdekat kita," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekayaan Arifatul Choiri Fauzi, Menteri PPPA yang Usul Gerbong Wanita Pindah ke Tengah

Kekayaan Arifatul Choiri Fauzi, Menteri PPPA yang Usul Gerbong Wanita Pindah ke Tengah

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 10:33 WIB

Tabrakan Maut KRL vs Argo Bromo di Bekasi, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian Sopir dan Pemkot

Tabrakan Maut KRL vs Argo Bromo di Bekasi, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian Sopir dan Pemkot

News | Kamis, 30 April 2026 | 10:30 WIB

Dasco Telepon Malam-malam, Prabowo Langsung Jenguk Korban KA dan Kucurkan Rp4 Triliun Dana Perbaikan

Dasco Telepon Malam-malam, Prabowo Langsung Jenguk Korban KA dan Kucurkan Rp4 Triliun Dana Perbaikan

News | Kamis, 30 April 2026 | 10:02 WIB

Terkini

Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun

Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun

Malang | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:46 WIB

7 Film Dokumenter Netflix, Angkat Kasus Pembunuhan hingga Kehidupan Artis

7 Film Dokumenter Netflix, Angkat Kasus Pembunuhan hingga Kehidupan Artis

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Powder Foundation Somethinc Cocok untuk Kulit Apa? Diklaim Tahan Lama 24 Jam

Powder Foundation Somethinc Cocok untuk Kulit Apa? Diklaim Tahan Lama 24 Jam

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026

Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Kejar Penerimaan Negara, Hashim Sebut Pemerintah Akan Tarik Pajak Digital 9 November

Kejar Penerimaan Negara, Hashim Sebut Pemerintah Akan Tarik Pajak Digital 9 November

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita

Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita

Sumbar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

×