15 Tahun Jadi Buruh Pabrik Sandal, Maya Menangis di May Day: Sakit Bayar Sendiri, Tak Ada BPJS

Muhammad Yasir | Adiyoga Priyambodo | Suara.com

Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:53 WIB
15 Tahun Jadi Buruh Pabrik Sandal, Maya Menangis di May Day: Sakit Bayar Sendiri, Tak Ada BPJS
Maya, seorang buruh harian lepas di sebuah pabrik sandal menyuarakan kepedihan hatinya di tengah peringatan May Day di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). [Suara.com/Adiyoga]
  • Maya, buruh harian di Jakarta Utara, menyuarakan keresahannya saat aksi May Day di Monas pada 1 Mei 2026.
  • Selama 15 tahun bekerja, ia tetap berstatus buruh kontrak tanpa perlindungan jaminan sosial serta pendapatan tetap.
  • Ia menuntut perusahaan dan pemerintah untuk memberikan status karyawan tetap serta upah sesuai standar UMR berlaku.

Suara.com - Maya, seorang buruh harian lepas di sebuah pabrik sandal kawasan Sunter, Jakarta Utara, menyuarakan kepedihan hatinya di tengah peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).

Selama 15 tahun mengabdi, ia mengaku masih terjebak dalam status kontrak lepas tanpa perlindungan jaminan sosial apa pun.

Maya menceritakan bahwa masa baktinya yang telah melewati satu dekade tersebut tidak lantas mengubah kesejahteraannya.

Hingga saat ini, status kepegawaiannya tidak pernah beranjak dari kategori buruh harian lepas yang sangat rentan.

"Kita udah lama, udah 15 tahun tapi masih standarnya tuh begitu aja, statusnya tuh kontrak lepas aja gitu," ungkap Maya saat ditemui di tengah kerumunan massa aksi.

Sistem kerja harian ini memaksa Maya hidup dalam ketidakpastian finansial.

Sebagai pekerja lepas, ia tidak memiliki pendapatan tetap dan sangat bergantung pada kehadiran fisiknya di lantai produksi setiap hari.

"Kerja kita dibayar, nggak kerja nggak dibayar," keluhnya,

Permasalahan paling krusial yang dirasakan Maya adalah ketiadaan akses jaminan kesehatan.

Selama belasan tahun bekerja sebagai garda depan bagian produksi, ia mengaku pihak perusahaan tidak pernah mendaftarkannya ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.

"Kita nggak dapat, 15 tahun dari PT itu tuh nggak ada apa-apa," beber Maya.

Kondisi ini memaksanya untuk menanggung seluruh biaya pengobatan secara mandiri setiap kali jatuh sakit akibat kelelahan bekerja.

Di sisi lain, Maya mengaku terjepit dalam dilema besar.

Meski merasa diperlakukan tidak adil secara normatif, ia sangat bergantung pada pekerjaan tersebut untuk menyambung hidup, sehingga memilih untuk tetap bertahan mengikuti prosedur perusahaan.

"Kan dilepas juga sayang, kita masih perlu. Ya kalau perusahaan kayak gitu kan ya, mau syukur, nggak ya udah. Namanya kita perlu kan, ya udah ikutin aja prosedurnya," tuturnya.

Melalui momentum May Day ini, Maya berharap pemerintah dan pihak perusahaan mulai membuka mata terhadap nasib buruh lama.

Ia hanya menuntut hak-hak sederhana: standarisasi upah sesuai UMR yang berlaku dan penetapan status karyawan tetap bagi buruh yang telah mengabdi dalam waktu lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Buka Ruang untuk Buruh Susun UU Ketenagakerjaan, Target Rampung 2026

DPR Buka Ruang untuk Buruh Susun UU Ketenagakerjaan, Target Rampung 2026

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:29 WIB

Curhat Driver Ojol di May Day 2026: Potongan Ganda Bikin Penghasilan Tergerus hingga 40 Persen

Curhat Driver Ojol di May Day 2026: Potongan Ganda Bikin Penghasilan Tergerus hingga 40 Persen

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:24 WIB

May Day 2026: Ratusan Buruh Mulai Kepung Gedung DPR, Aksi Besar Digelar Usai Salat Jumat

May Day 2026: Ratusan Buruh Mulai Kepung Gedung DPR, Aksi Besar Digelar Usai Salat Jumat

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:20 WIB

Terkini

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:27 WIB

Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo

Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:05 WIB

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:27 WIB

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:15 WIB

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:15 WIB

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 19:15 WIB

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:10 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:04 WIB

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:05 WIB