Donald Trump Kerahkan Militer AS Kawal Kapal Sipil di Selat Hormuz Mulai Senin Pagi Ini

Pebriansyah Ariefana

Senin, 04 Mei 2026 | 10:41 WIB
Donald Trump Kerahkan Militer AS Kawal Kapal Sipil di Selat Hormuz Mulai Senin Pagi Ini
Donald Trump [The White House]
baca 10 detik
  • Amerika Serikat memulai Proyek Freedom untuk mengawal kapal sipil melewati blokade Selat Hormuz.

  • Sebanyak 15.000 tentara dan ratusan pesawat dikerahkan untuk melindungi navigasi kapal internasional.

  • Iran mengancam akan menganggap tindakan Amerika Serikat tersebut sebagai bentuk pelanggaran gencatan senjata.

Suara.com - Amerika Serikat resmi memulai operasi militer berskala besar untuk menembus blokade laut Iran di Selat Hormuz.

Presiden Donald Trump menginstruksikan pengawalan bagi ratusan kapal yang terjebak di tengah sengketa jalur perdagangan dunia.

Dikutip dari AP, langkah ini menjadi titik balik krusial untuk menyelamatkan sekitar 20.000 pelaut yang terisolasi akibat peperangan tersebut.

Mulai Senin (14/3) pukul 10.00 waktu Washington, Angkatan Laut AS bertindak sebagai polisi lalu lintas di Selat Hormuz dan bisa memicu perang terbuka dengan negara lain [Suara.com/AI]
Mulai Senin (14/3) pukul 10.00 waktu Washington, Angkatan Laut AS bertindak sebagai polisi lalu lintas di Selat Hormuz dan bisa memicu perang terbuka dengan negara lain [Suara.com/AI]

Operasi bertajuk Proyek Freedom ini diprediksi akan mengubah konstelasi keamanan di wilayah perairan Timur Tengah.

Trump menegaskan bahwa negara-negara netral tidak boleh terus menjadi korban dari konflik yang berkepanjangan.

“Negara-negara netral dan tidak bersalah telah terdampak oleh perang Iran,” tulis Trump dalam unggahan media sosial.

Tiga supertanker bermuatan minyak berhasil keluar dari Selat Hormuz di tengah gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. [Tangkap layar X]
Tiga supertanker bermuatan minyak berhasil keluar dari Selat Hormuz di tengah gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. [Tangkap layar X]

Komando Pusat AS menyatakan misi ini melibatkan kapal perusak berpeluru kendali dan ratusan pesawat tempur.

Sebanyak 15.000 personel militer disiagakan untuk memastikan koridor pelayaran tetap terbuka bagi kapal sipil.

“Kami telah memberitahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terbatas ini, sehingga mereka dapat bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka,” ujar Trump.

Gedung Putih mengklaim langkah ini sebagai tindakan kemanusiaan untuk memulihkan stabilitas ekonomi global.

Pihak Teheran melalui kantor berita IRNA langsung mengecam keras rencana intervensi militer Amerika Serikat tersebut.

Ebrahim Azizi dari parlemen Iran menegaskan bahwa kehadiran militer AS dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.

Situasi semakin mencekam setelah dilaporkan adanya serangan proyektil terhadap sebuah tanker di dekat Fujairah.

Meskipun kru dilaporkan selamat, insiden ini menunjukkan tingginya risiko keamanan bagi kapal yang melintas.

Kondisi para pelaut di dalam blokade mulai memprihatinkan karena mulai kehabisan pasokan air bersih.

“Ini akan menjadi sesuatu yang sangat positif bagi semua orang,” kata Trump mengenai diskusi diplomatiknya.

Iran sebelumnya mengklaim hak penuh atas Selat Hormuz dan memberlakukan biaya bagi kapal yang lewat.

Banyak awak kapal asal Asia Tenggara dan India terjebak dalam baku tembak drone di udara.

“Mereka adalah korban keadaan,” tulis Trump dalam pernyataannya mengenai nasib para kru kapal.

Kebebasan navigasi internasional kini berada di ujung tanduk akibat kontrol ketat patroli laut Iran.

Trump memberikan peringatan sangat keras bagi siapapun yang berupaya menghalangi proses evakuasi kapal sipil tersebut.

“Jika, dengan cara apa pun, proses kemanusiaan ini diganggu, gangguan itu, sayangnya, harus dihadapi dengan kekerasan,” tegas Trump.

Militer Amerika Serikat sebelumnya telah diperintahkan untuk menindak tegas kapal kecil yang menyebar ranjau.

Blokade ini telah memicu guncangan hebat pada pasar minyak dan gas internasional sejak Februari lalu.

Dunia kini menanti apakah Proyek Freedom akan meredakan situasi atau justru memicu perang terbuka.

Ketegangan di Selat Hormuz meledak setelah Amerika Serikat dan Israel terlibat perang dengan Iran pada 28 Februari.

Jalur air yang sangat sempit ini merupakan urat nadi energi dunia yang kini ditutup secara efektif oleh militer Iran. Hingga saat ini, tercatat sedikitnya dua lusin serangan terhadap kapal komersial telah terjadi di wilayah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:48 WIB

Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab

Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:28 WIB

Terkini

Tahan Beli, Emas Antam Harganya Naik Lagi Jadi Rp2,61 juta/Gram

Tahan Beli, Emas Antam Harganya Naik Lagi Jadi Rp2,61 juta/Gram

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 09:23 WIB

CNMA Kantongi Rp2,6 Triliun, Keuntungan Besarnya Ternyata Bukan Bioksop!

CNMA Kantongi Rp2,6 Triliun, Keuntungan Besarnya Ternyata Bukan Bioksop!

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Dua Aksi Demo Warnai Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 597 Personel

Dua Aksi Demo Warnai Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 597 Personel

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 09:21 WIB

Tak Hanya Penggerak Ekonomi, Industri Juga Jadi Motor Konservasi Laut

Tak Hanya Penggerak Ekonomi, Industri Juga Jadi Motor Konservasi Laut

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 09:18 WIB

7 Perbedaan Parfum EDT, EDP, dan Extrait de Parfum: Daya Tahan hingga Karakter Aroma

7 Perbedaan Parfum EDT, EDP, dan Extrait de Parfum: Daya Tahan hingga Karakter Aroma

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 09:15 WIB

IHSG Pagi Ini Melesat ke Level 6.200, Saham Diburu Investor

IHSG Pagi Ini Melesat ke Level 6.200, Saham Diburu Investor

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 09:14 WIB

Baru Sehari Dibuat, Mural 'Tritura Baru' Mahasiswa Trisakti Dicat Hitam Petugas

Baru Sehari Dibuat, Mural 'Tritura Baru' Mahasiswa Trisakti Dicat Hitam Petugas

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 09:13 WIB

Harga Jual Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Senin 3 Agustus 2026

Harga Jual Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Senin 3 Agustus 2026

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Dari Bali hingga Sumatra, Main Hakim Sendiri Kian Marak: Krisis Kepercayaan atau Efek Populisme?

Dari Bali hingga Sumatra, Main Hakim Sendiri Kian Marak: Krisis Kepercayaan atau Efek Populisme?

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 09:02 WIB

×