Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
Kapal perusak kelas Arleigh Burke (DDG 51) milik AL Amerika Serikat [Naval Technology]
  • Dua kapal perusak AS memasuki Teluk melalui misi Project Freedom untuk memecah blokade Iran di Selat Hormuz.
  • Konflik bersenjata di Selat Hormuz menyebabkan ratusan kapal komersial terjebak serta memicu kenaikan harga minyak global.
  • Pemerintah Iran mengeluarkan ancaman serangan terhadap militer asing, sementara upaya diplomasi sedang dikaji melalui proposal perdamaian Pakistan.

Suara.com - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa dua kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut AS telah memasuki Teluk untuk memecah blokade Iran.

Langkah ini diambil guna mengawal dua kapal dagang Amerika melintasi Selat Hormuz, di tengah klaim Teheran yang menyatakan telah menghalau kapal perang AS dari wilayah tersebut.

Intervensi militer ini merupakan bagian dari operasi "Project Freedom" yang dicanangkan Presiden Donald Trump. Misi utamanya adalah memandu keluar ratusan kapal komersial yang terjebak di Teluk akibat perang antara AS-Israel melawan Iran, sekaligus melakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Kehadiran armada tempur AS ini secara signifikan meningkatkan risiko konfrontasi langsung dengan Iran di salah satu jalur pelayaran paling vital dunia.

Selat Hormuz biasanya mengangkut seperlima pasokan minyak dan gas global, namun telah tersendat selama dua bulan terakhir akibat konflik bersenjata.

CENTCOM menegaskan bahwa pasukan Amerika secara aktif membantu upaya pemulihan transit bagi pengapalan komersial. Namun, di sisi lain, Teheran mengeklaim bahwa angkatan laut mereka berhasil memaksa kapal perang AS berbalik arah dengan "peringatan cepat dan tegas".

Media semi-resmi Iran, Fars, bahkan melaporkan adanya dua rudal yang menghantam kapal AS di dekat pelabuhan Jask, meskipun laporan ini segera dibantah oleh pihak CENTCOM.

Respons Keras Iran dan Kenaikan Harga Minyak

Menanggapi gerakan militer AS, komando terpadu Iran mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh kapal komersial dan tanker minyak.

Dilansir dari Reuters, Teheran menegaskan bahwa keamanan Selat Hormuz berada di bawah kendali mereka dan setiap pergerakan kapal asing harus dikoordinasikan dengan angkatan bersenjata Iran.

"Kami memperingatkan bahwa setiap kekuatan militer asing, terutama tentara AS yang agresif, akan diserang jika mereka berniat mendekati dan memasuki Selat Hormuz," bunyi pernyataan resmi komando Iran.

Sejak perang dimulai, Iran telah memblokir hampir semua pelayaran masuk dan keluar Teluk, yang memicu lonjakan harga minyak hingga lebih dari 50%.

Harga minyak sempat melonjak 5% menyusul laporan pengusiran kapal perang AS, sebelum akhirnya kembali stabil setelah Washington mengeklaim kendali penuh atas selat tersebut.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa AS memiliki kendali absolut, namun industri pelayaran global belum sepenuhnya yakin.

Raksasa logistik seperti Hapag-Lloyd menyatakan bahwa transit melalui selat tersebut masih dianggap tidak memungkinkan secara aman.

Para eksekutif pelayaran menilai bahwa konvoi militer saja tidak cukup; mereka membutuhkan penghentian permusuhan secara menyeluruh melalui jalur diplomasi agar lalu lintas normal dapat pulih.

Data Krisis di Selat Hormuz:

Kapal Terjebak: Ratusan kapal dagang tertahan di dalam Teluk selama berbulan-bulan.

Personel: Sekitar 20.000 pelaut tidak dapat keluar dari zona konflik.
Kekuatan Militer: AS mengerahkan 15.000 personel tambahan dan lebih dari 100 pesawat tempur untuk mendukung "Project Freedom".

Upaya Diplomasi di Tengah Tekanan Politik

Di tengah ketegangan senjata, jalur diplomasi dilaporkan masih terbuka meski tersendat. Pemerintah Pakistan saat ini tengah mengkaji respons Washington terhadap proposal perdamaian 14 poin yang diajukan Teheran. Proposal tersebut mencakup penghentian perang di semua lini, termasuk serangan Israel ke Lebanon, sebagai syarat penyelesaian kebuntuan pelayaran.

Presiden Trump kini berada di bawah tekanan besar untuk memecahkan blokade Iran sebelum pemilihan paruh waktu pada November mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 21:41 WIB

Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran

Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:30 WIB

Militer Iran Ultimatum Donald Trump: Berani Masuk Selat Hormuz, Kami Serang!

Militer Iran Ultimatum Donald Trump: Berani Masuk Selat Hormuz, Kami Serang!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:42 WIB

DPR Ingatkan Risiko Hibah Kapal Induk Italia, Biaya Perawatan Tembus Rp 101 Miliar per Tahun

DPR Ingatkan Risiko Hibah Kapal Induk Italia, Biaya Perawatan Tembus Rp 101 Miliar per Tahun

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:47 WIB

Rekaman Bocor! Benjamin Netanyahu Bongkar Strategi Rahasia Israel Kalahkan Iran

Rekaman Bocor! Benjamin Netanyahu Bongkar Strategi Rahasia Israel Kalahkan Iran

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:28 WIB

Gegara Cuitan Trump, Iran Peringatkan AS: Jangan Berani Sentuh Selat Hormuz!

Gegara Cuitan Trump, Iran Peringatkan AS: Jangan Berani Sentuh Selat Hormuz!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:21 WIB

Terkini

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:45 WIB

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16 WIB

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:13 WIB

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:38 WIB

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB