Kapal Sipil Oman di Selat Hormuz Ditembak Kapal Perang Amerika Serikat, 5 Orang Tewas

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 05 Mei 2026 | 15:34 WIB
Kapal Sipil Oman di Selat Hormuz Ditembak Kapal Perang Amerika Serikat, 5 Orang Tewas
Kapal perang AS (Wikipedia)
baca 10 detik
  • Lima warga sipil tewas ditembak pasukan Amerika saat mengangkut barang dari Oman menuju Iran.

  • Amerika Serikat kerahkan 15.000 personel militer dan ratusan pesawat melalui Operasi Project Freedom.

  • Iran membantah klaim Amerika mengenai serangan terhadap kapal perang dan mengklaim balik serangan rudal.

Suara.com - Operasi militer bertajuk Project Freedom yang diinisiasi Amerika Serikat memicu tragedi kemanusiaan di perairan strategis Selat Hormuz.

Lima orang dilaporkan tewas setelah pasukan bersenjata Amerika Serikat memberondong dua kapal sipil yang sedang mengangkut barang.

Armada sipil tersebut diketahui tengah menempuh rute pelayaran dari Khasab, Oman, menuju wilayah kedaulatan Iran.

Selat Hormuz (CNN)
Selat Hormuz (CNN)

Insiden berdarah ini menjadi titik nadir baru dalam konfrontasi militer antara Washington dan Teheran di jalur logistik global.

Laporan jatuhnya korban jiwa ini dipublikasikan secara resmi oleh kantor berita Iran, Tasnim News Agency, pada Selasa waktu setempat.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memberikan dalih bahwa tindakan tersebut merupakan respon atas provokasi bersenjata dari pihak Iran.

Pada Senin (4/5), Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan Iran telah menembaki kapal perang AS dan kapal komersial, sehingga Amerika membalas tembakan dan menghancurkan kapal-kapal kecil milik Iran.

Secara geopolitik, Selat Malaka jauh lebih strategis dari Selat Hormuz. Komoditas perdagangan yang melintasi Selat Malaka juga lebih banyak dan lebih penting ketimbang Hormuz. [Suara.com/Gemini/Syahda]
Secara geopolitik, Selat Malaka jauh lebih strategis dari Selat Hormuz. Komoditas perdagangan yang melintasi Selat Malaka juga lebih banyak dan lebih penting ketimbang Hormuz. [Suara.com/Gemini/Syahda]

Pihak Gedung Putih mengklaim bahwa penghancuran armada kecil tersebut adalah upaya menetralisir ancaman terhadap kapal komersial internasional.

Namun, militer Iran secara tegas membantah narasi yang dibangun oleh pihak militer Amerika Serikat tersebut melalui saluran televisi resmi IRIB.

baca juga

Sumber militer senior setempat menegaskan bahwa klaim kesuksesan operasi Amerika terhadap kapal bersenjata adalah sebuah kekeliruan data.

Tragedi ini berakar dari pengumuman Presiden Donald Trump terkait pengaktifan operasi militer khusus di kawasan perairan sensitif tersebut.

Pada Minggu (3/5), Presiden AS Donald Trump mengumumkan Project Freedom, sebuah operasi membantu kapal-kapal yang terhambat di Selat Hormuz untuk meninggalkan kawasan itu.

Untuk mendukung misi ini, Amerika Serikat tidak main-main dalam mengerahkan aset tempur tercanggih mereka ke wilayah konflik.

CENTCOM menyatakan dukungan militer AS untuk operasi tersebut mencakup kapal rudal perusak dengan pemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, sistem nirawak multi-domain, serta 15.000 personel militer.

Seluruh kekuatan tempur masif tersebut dilaporkan mulai dikerahkan dan beroperasi secara aktif sejak Senin pagi.

Kondisi di lapangan semakin simpang siur setelah muncul laporan mengenai serangan rudal terhadap armada perang milik Amerika Serikat.

Stasiun televisi IRIB melaporkan bahwa pihak Teheran sempat melakukan tindakan preventif untuk menghalau kapal Amerika masuk ke Selat Hormuz.

Militer Iran mengklaim telah berhasil menghantam satu unit kapal perang Amerika Serikat dengan menggunakan dua buah rudal.

Klaim serangan rudal Iran tersebut langsung mendapatkan bantahan keras dari pihak Komando Pusat Amerika Serikat di hari yang sama.

Situasi kian mencekam dengan adanya ancaman terbuka dari pemimpin tertinggi Amerika Serikat terhadap kedaulatan Iran di wilayah laut.

Trump juga mengancam Iran dengan konsekuensi menghancurkan apabila Teheran berupaya menyerang kapal-kapal Amerika di dekat Selat Hormuz.

Narasi ancaman ini mempertegas posisi Amerika yang siap menggunakan kekuatan penuh demi mengamankan kepentingan mereka di perairan tersebut.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda deeskalasi meskipun jatuh korban dari kalangan sipil dalam peristiwa penembakan di rute Khasab.

Ketegangan di Selat Hormuz diprediksi akan terus meningkat seiring dengan penempatan belasan ribu personel militer Amerika Serikat.

Kawasan ini tetap menjadi titik api paling berbahaya yang mengancam stabilitas keamanan dan ekonomi di wilayah Timur Tengah.

Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah Amerika Serikat meluncurkan Operasi Project Freedom untuk mengawal lalu lintas kapal di perairan tersebut.

Langkah ini merupakan respons Washington terhadap hambatan pelayaran yang diklaim akibat gangguan dari pihak Iran.

Sebaliknya, Teheran menganggap kehadiran armada militer AS dalam jumlah besar sebagai ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan regional mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tarif Kereta AS untuk Piala Dunia 2026 Melejit, Picu Protes Keras Suporter Global

Tarif Kereta AS untuk Piala Dunia 2026 Melejit, Picu Protes Keras Suporter Global

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:23 WIB

Mauricio Pochettino Sesumbar ke Trump: AS Akan Juara Piala Dunia 2026

Mauricio Pochettino Sesumbar ke Trump: AS Akan Juara Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:07 WIB

Piala Dunia 2026 Tak Aman? Pakar Keamanan Ungkap Ancaman Nyata di AS dan Meksiko

Piala Dunia 2026 Tak Aman? Pakar Keamanan Ungkap Ancaman Nyata di AS dan Meksiko

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:57 WIB

Terkini

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

×