33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

Bella

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
Aksi Kamisan, Kamis (7/5/2026). [Suara.com/Dinda]
baca 10 detik
  • Massa Aksi Kamisan ke-907 menuntut keadilan HAM di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 7 Mei 2026.
  • Aksi tersebut menyoroti militerisasi serta mandeknya penuntasan kasus pelanggaran HAM berat, termasuk kasus aktivis buruh Marsinah.
  • Koalisi masyarakat sipil menegaskan bahwa keterlibatan militer dalam ranah sipil merupakan ancaman serius bagi kualitas demokrasi Indonesia.

Suara.com - Gema tuntutan keadilan kembali memecah kesunyian di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026). Memasuki aksi ke-907, massa Aksi Kamisan mengusung tema krusial, yakni "Militerisasi Terus Menguat, Rakyat Terus Menjadi Korban”.

Menjelang 28 tahun reformasi, aksi kali ini terasa lebih emosional karena bertepatan dengan momentum 33 tahun terbunuhnya aktivis buruh Marsinah pada 8 Mei 1993. Orasi pedas dari perwakilan Marsinah.id, Dian Septi, dan Perempuan Mahardika menyoroti mandeknya penuntasan kasus pelanggaran HAM berat di Indonesia, termasuk "raibnya" berkas penyelidikan di Komnas HAM.

Dalam aksi Kamisan ke-907 ini, massa menggelar orasi, pembacaan puisi, penampilan seni dari Teater Rakyat Driyarkara, serta kuliah jalanan bersama akademisi STF Driyarkara, Feri Kurniawan.

"Marsinah diperkosa tepat setelah ia mendatangi Kodim dan melabrak militer, memprotes karena militer turut campur dalam perselisihan industrial. Marsinah melawan militerisme!" seru Dian di hadapan massa yang mengenakan pakaian hitam.

Ia mengkritik keras upaya penguasa saat ini yang dianggap mencoba menghapus sejarah kelam tersebut dengan membangun museum tanpa menuntaskan kasus hukumnya. Menurutnya, hal itu bukan bentuk penghormatan, melainkan upaya mengubur ingatan.

Kritik pedas terhadap "politik perut" dan sembako

Kritik tajam juga disampaikan Dian terhadap gaya kepemimpinan nasional yang dianggap meremehkan martabat kelas pekerja dengan iming-iming materi. Ia menyoroti bagaimana janji-janji kesejahteraan kerap hanya menjadi alat untuk membungkam daya kritis buruh.

"Seolah-olah harga diri buruh bisa dibeli dengan uang, seolah-olah martabat buruh bisa diluluhkan dengan sembako. Itu adalah penghinaan terbesar terhadap kelas pekerja," tegasnya.

Dian juga menyindir para pimpinan serikat pekerja yang kini dianggap "bermadu mesra" dengan kekuasaan demi jabatan komisaris atau menteri. Ia menegaskan bahwa sejarah membuktikan perubahan besar, seperti jatuhnya Orde Baru pada 1998 atau kenaikan upah signifikan pada 2010-2015, terjadi karena aksi kolektif di jalanan, bukan hasil lobi di meja makan penguasa.

"Perubahan itu tidak bisa datang dengan kita menerima gula-gula dari penguasa. Perubahan itu bisa datang karena kita berjuang, berserikat, melakukan perjuangan kolektif, aksi-aksi langsung," pungkasnya.

baca juga

Aksi Kamisan ke-907 ini juga diisi dengan orasi, pembacaan puisi, penampilan seni dari Teater Rakyat Driyarkara, serta kuliah jalanan oleh akademisi STF Driyarkara, Feri Kurniawan.

Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari JSKK, KontraS, LBH Jakarta, dan lainnya menegaskan bahwa militerisasi yang merambah ke ranah sipil, termasuk keterlibatan militer dalam program sipil dan pendidikan, dinilai sebagai pola yang terus dinormalisasi dan mengancam kualitas demokrasi Indonesia.

Aksi Kamisan ke-907 ini menjadi pengingat keras bagi pemerintah bahwa selama keadilan belum ditegakkan, keluarga korban tidak akan diam dan akan terus melawan.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK

Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:57 WIB

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:28 WIB

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:45 WIB

Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam

Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12 WIB

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:24 WIB

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:54 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Sidang Air Keras Andrie Yunus: Pakaian Korban hingga Air Keras Dihadirkan sebagai Bukti

Sidang Air Keras Andrie Yunus: Pakaian Korban hingga Air Keras Dihadirkan sebagai Bukti

Foto | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati

Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:14 WIB

Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras

Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:37 WIB

Terkini

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:00 WIB

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:54 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:46 WIB

Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum

Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:43 WIB

5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya

5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga

Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:37 WIB

HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel

HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×