-
Pakar kesehatan Belanda menegaskan virus hanta lebih sulit menular antarmanusia daripada virus Covid-19.
-
Pasien dari kapal MV Hondius menjalani isolasi ketat di Pusat Medis Universitas Leiden.
-
Rumah sakit di Belanda siaga membagi beban penanganan jika ditemukan kasus virus hanta tambahan.
Suara.com - Ancaman patogen dari kapal pesiar MV Hondius dipastikan memiliki risiko penyebaran yang jauh lebih rendah dibandingkan pola infeksi korona.
Karakteristik biologis virus hanta membuatnya tidak mudah berpindah antarmanusia sehingga potensi ledakan kasus global sangat kecil.
Otoritas medis Belanda kini memfokuskan penanganan pada isolasi ketat guna memutus rantai transmisi yang diduga sempat terjadi di atas kapal.
![Dua warga Singapura yang sempat berada di kapal pesiar MV Hondius kini diisolasi di National Centre for Infectious Diseases atau NCID. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/08/74029-hantavirus.jpg)
Pusat Medis Universitas Leiden (LUMC) telah mengambil alih perawatan pasien pertama dengan protokol keamanan tingkat tinggi.
Tim spesialis penyakit menular memastikan seluruh prosedur penanganan dilakukan tanpa mengganggu stabilitas layanan kesehatan publik lainnya.
Karin Ellen Veldkamp, Kepala Penyakit Menular di Pusat Medis Universitas Leiden, menegaskan perbedaan mendasar virus ini dengan Covid-19.
![Ilustrasi Hantavirus. [Suara.com/Emma]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/07/77437-ilustrasi-hantavirus.jpg)
"Tidak, tidak seperti itu. Ini tidak mudah menular dari orang ke orang," ujar Veldkamp saat memberikan keterangan resmi, dikutip dari YahooNews.
Meskipun terdapat indikasi transmisi terbatas di dalam kapal, pola infeksinya tetap dikategorikan sulit berkembang secara masif.
"Kami tahu (penularan dari orang ke orang) itu mungkin terjadi dan kami menduga hal itu terjadi di kapal... tetapi ini tidak seperti Covid, (penularannya) jauh lebih sulit," tambah Veldkamp.
Pihak rumah sakit saat ini menerapkan prosedur karantina di ruang isolasi khusus dengan pengawasan tenaga medis terlatih.
Standar Keamanan dan Masa Karantina Ketat
Manajemen rumah sakit menjamin keamanan staf yang bertugas merawat pasien agar tidak terpapar selama proses pemulihan.
"Prinsip kami adalah kami memberikan perawatan yang baik kepada pasien. Kami tidak menolak untuk masuk (ke ruang isolasi). Kami hanya terlatih untuk melakukannya dengan cara yang aman," kata Veldkamp.
Durasi isolasi pasien akan sangat bergantung pada hilangnya gejala klinis dan hasil uji laboratorium yang valid.
Setelah kondisi fisik membaik, rangkaian tes lanjutan akan dilakukan untuk memastikan virus sudah tidak aktif di tubuh pasien.