-
Konflik Iran-Israel menyebabkan kenaikan harga gas di pasar bursa energi Jerman secara signifikan.
-
Blokade Selat Hormuz menjadi faktor utama terhambatnya pasokan gas cair ke pasar global.
-
Kontrak baru gas di Jerman terancam mengalami kenaikan harga dibanding periode kontrak sebelumnya.
Aksi militer tersebut berujung pada penutupan jalur distribusi yang menyumbat arus keluar masuk komoditas energi cair secara global.
Meningkatnya konflik di Timur Tengah itu telah menyebabkan blokade de facto atas Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pasokan minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global.
Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah serangan militer AS dan Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari 2026 yang memicu aksi balasan massal.
Selat Hormuz, sebagai titik nadi distribusi 20% konsumsi minyak dunia, kini mengalami blokade yang mengganggu stabilitas harga energi dari Eropa hingga Asia.
Jerman, sebagai importir gas besar, menjadi salah satu negara yang paling terdampak secara ekonomi akibat ketergantungan pada pasar bursa energi global.