Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Muhammad Yasir

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
Pedagang melintasi rel perlintasan kereta api di dekat Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (30/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Al, seorang penjaga perlintasan kereta liar di Jawa Barat, menghadapi perilaku nekat pengendara motor yang tidak sabar.
  • Banyak pengendara motor nekat menerjang serta merusak palang pintu bambu demi menghindari kemacetan di perlintasan kereta resmi.
  • Penjaga perlintasan tetap bertahan menjaga lokasi tersebut untuk mencegah kecelakaan fatal bagi warga meskipun sering menerima makian.

Suara.com - Suara klakson kereta yang melengking dari kejauhan seharusnya menjadi sinyal bagi setiap pengendara untuk menginjak rem sedalam-dalamnya.

Namun, di perlintasan sebidang liar yang membelah perkampungan di Jawa Barat, aturan keselamatan itu seringkali kalah oleh rasa tidak sabar.

Al (31), seorang mantan penjaga perlintasan liar, membeberkan sisi gelap pekerjaannya yang penuh risiko.

Alih-alih mendapatkan ucapan terima kasih karena telah menjaga nyawa orang lain, ia justru lebih sering mendapatkan cacian dan ajakan adu mulut dari para pengendara yang nekat.

“Kita sering tuh namanya kecot-kecot (beradu mulut) sama pengendara-pengendara yang nggak sabar. Begitu kita udah tutup nih, tapi dia masih ngobrol, masih mau nyebrang gitu," kenang Al saat berbincang dalam sesi podcast di kantor Suara.com, Jakarta Barat, dikutip Selasa (12/5/2026).

Ilustrasi palang bambu di perlintasan liar kereta api sebidang. [ChatGPT]
Ilustrasi palang bambu di perlintasan liar kereta api sebidang. [ChatGPT]

Palang Bambu Patah Diterjang Motor

Al menyebut, "musuh" utama para penjaga rel swadaya ini biasanya adalah pengendara sepeda motor.

Dengan dalih terburu-buru, banyak dari mereka yang tidak hanya memprotes penutupan jalan, tetapi juga nekat menerjang barikade sederhana yang dipasang warga.

Tak jarang, palang pintu manual yang hanya terbuat dari batang bambu itu berakhir hancur karena ditabrak paksa oleh pemotor yang tak sabar.

"Biasanya yang kayak gitu pengendara motor. Palang pintu kereta juga sering ketabrak sampe patah lah gitu karena emang pengendaranya,” ujarnya getir.

Bagi Al dan rekan-rekan penjaga lainnya, motivasi mereka menjaga rel sebenarnya sederhana: mereka tidak ingin melihat ada nyawa yang melayang sia-sia di lingkungan tempat tinggal mereka.

Namun, niat baik itu seringkali berbenturan dengan karakter keras kepala para pengguna jalan.

"Kita juga nggak mau nyelakain orang. Cuma kalo orangnya yang batu, sudah ditahan tapi dia masih mau nyebrang mau gimana?" tegas Al.

Meskipun harus menelan pil pahit berupa makian hingga risiko disalahkan jika terjadi kecelakaan, warga tetap memilih bertahan menjaga jalur tersebut.

Hal ini dikarenakan jalur perkampungan itu telah menjadi "juru selamat" bagi warga yang ingin menghindari kemacetan.

"Ya balik lagi orang juga banyak terbantu karena jalur situ kan, dibanding dia harus lewat ke pintu kereta yang depan macetnya udah macet total. Makanya kebanyakan lewatnya kampung saya," pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gandeng KPK dan OJK, Kemenhut Janji Sikat Mafia Satwa Sampai ke Akar

Gandeng KPK dan OJK, Kemenhut Janji Sikat Mafia Satwa Sampai ke Akar

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:24 WIB

Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman

Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Di Daerah Ini Kemiskinan Menyusut ke 6,54 Persen, Namun Ketimpangan Kian Melebar

Di Daerah Ini Kemiskinan Menyusut ke 6,54 Persen, Namun Ketimpangan Kian Melebar

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Merah Putih 500 Meter Membentang di Bekasi

Sambut HUT RI ke-81, Merah Putih 500 Meter Membentang di Bekasi

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Api Mengamuk di Galangan Kapal Karangsong, 5 Mobil Damkar Dikerahkan

Api Mengamuk di Galangan Kapal Karangsong, 5 Mobil Damkar Dikerahkan

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:40 WIB

SMGR Hidupkan Lagi Semen Kujang, Bidik Kuasai Pasar Jawa Barat

SMGR Hidupkan Lagi Semen Kujang, Bidik Kuasai Pasar Jawa Barat

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Di Balik TPS Liar Jaktim: Dari Tumpukan Sampah hingga Dugaan Bisnis Ilegal

Di Balik TPS Liar Jaktim: Dari Tumpukan Sampah hingga Dugaan Bisnis Ilegal

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Gunungan Sampah Bantargebang Ditutup Geomembran

Gunungan Sampah Bantargebang Ditutup Geomembran

Foto | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Perusahaan Penimbun Sampah Liar di Kramat Jati Wajib Ganti Rugi

Perusahaan Penimbun Sampah Liar di Kramat Jati Wajib Ganti Rugi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:29 WIB

Sambut HUT RI ke-81,  Lorong Merah Putih 650 Meter Hiasi Tasikmalaya

Sambut HUT RI ke-81, Lorong Merah Putih 650 Meter Hiasi Tasikmalaya

Foto | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×