'Biar Andrie Kapok!': Pengakuan Kapten Nandala soal Jiwa Korsa di Balik Penyiraman Air Keras

Muhammad Yasir, Adiyoga Priyambodo

Rabu, 13 Mei 2026 | 16:29 WIB
'Biar Andrie Kapok!': Pengakuan Kapten Nandala soal Jiwa Korsa di Balik Penyiraman Air Keras
Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Lettu Sami Lakka (kanan), Kapten Nandala Dwi Prasetya (kedua kanan), Lettu Budhi Hariyanto Cahyono (kedua kiri), dan Serda Edi Sudarko (kiri) menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (29/4/2026). [ANTARA FOTO/Fauzan/tom]
baca 10 detik
  • Kapten Nandala Dwi Prasetyo mengakui keterlibatannya dalam rencana penyerangan terhadap Andrie Yunus di Pengadilan Militer Jakarta, Rabu (13/5/2026).
  • Motivasi tindakan tersebut dipicu oleh rasa kesal terhadap video interupsi Andrie Yunus dalam rapat pembahasan RUU TNI tahun 2025.
  • Empat anggota BAIS TNI merencanakan penyiraman air keras sebagai bentuk solidaritas untuk memberikan efek jera kepada korban yang mengkritik institusi.

Suara.com - Persidangan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus kembali mengungkap fakta baru.

Terdakwa Kapten Nandala Dwi Prasetyo, mengakui dirinya ikut dalam rencana penyerangan terhadap Andrie setelah emosinya tersulut oleh video interupsi rapat Revisi Undang-Undang TNI di Hotel Fairmont.

Pengakuan itu disampaikan Kapten Nandala saat memberikan keterangan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Kapten Nandala mengaku tidak berada langsung di lokasi saat Andrie Yunus menginterupsi rapat tertutup pembahasan RUU TNI pada 2025 lalu.

Ia mengetahui kejadian tersebut setelah diperlihatkan video oleh Terdakwa I, Sersan Dua (Serda) Edi Sudarko.

"Saat itu merasa kesal setelah ditunjukkan Terdakwa I," ucap Kapten Nandala di hadapan majelis hakim.

Pengadilan Militer II-08 kasus Andrie Yunus, di Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Suara.com/Adiyoga)
Pengadilan Militer II-08 kasus Andrie Yunus, di Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Suara.com/Adiyoga)

Menurut keterangannya, pembicaraan kemudian berkembang dari rasa kesal menjadi rencana memberi pelajaran kepada Andrie Yunus.

Serda Edi disebut sempat mengusulkan agar korban dipukul, sebelum Terdakwa II, Letnan Satu (Lettu) Budhi Hariyanto Widhi, mengusulkan penyiraman air keras.

Kapten Nandala mengaku dirinya ikut terlibat karena terbawa emosi dan semangat solidaritas antarprajurit.

baca juga

"Setelah Terdakwa I menunjukkan video tersebut, saya merasa kesal dan pada saat itu dalam posisi memuncaknya emosi saya. Setelah itu saya ikut. Ya kan berjiwa korsa untuk sama-sama melaksanakan biar Andrie Yunus kapok," tuturnya.

Oditur militer kemudian menanyakan maksud dari pernyataan “biar kapok” yang dianggap menjadi tujuan dari aksi tersebut. Kapten Nandala membenarkan hal itu.

Dalam sidang yang sama, Kapten Nandala juga mengakui tindakan yang mereka rencanakan sebenarnya tidak pantas dilakukan anggota TNI.

"Siap, tidak pantas," jawabnya saat ditanya oditur apakah tindakan tersebut layak dilakukan seorang prajurit.

Sebagaimana diketahui kasus ini menyeret empat anggota BAIS TNI sebagai terdakwa. Mereka di antaranya Serda Edi Sudarko, Lettu Budhi Hariyanto Widhi, Kapten Nandala Dwi Prasetyo, dan Lettu Sami Lakka.

Keempatnya didakwa terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang disebut dilakukan untuk memberi “efek jera” terhadap pengkritik institusi TNI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Oditur Militer Puji Racikan Air Keras Penyerang Andrie Yunus 'Kreatif'

Oditur Militer Puji Racikan Air Keras Penyerang Andrie Yunus 'Kreatif'

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:35 WIB

Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus

Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:20 WIB

Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras

Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:01 WIB

Terkini

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

×