- Presiden Donald Trump bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing pada Kamis, 15 Mei, untuk membahas hubungan bilateral kedua negara.
- Upacara penyambutan kenegaraan yang meriah di Great Hall of the People menandai pertemuan ketujuh antara kedua kepala negara.
- Trump membawa delegasi pimpinan perusahaan besar Amerika untuk mendorong akses bisnis timbal balik yang lebih luas di China.
Suara.com - Presiden Donald Trump resmi memulai kunjungan pentingnya ke China dengan bertemu langsung Presiden Xi Jinping di Beijing, Kamis (15/5) waktu setempat.
Pertemuan dua pemimpin negara adidaya itu dibuka lewat upacara penyambutan megah di Great Hall of the People yang menghadap Lapangan Tiananmen.
Trump dan Xi tampak berjabat tangan di karpet merah sebelum berjalan bersama menyapa delegasi masing-masing.
Momen tersebut menjadi pertemuan tatap muka ketujuh antara keduanya sekaligus pertemuan pertama Trump di China sejak 2017.
Suasana penyambutan berlangsung meriah dengan iringan band militer China, dentuman meriam kehormatan, hingga parade pasukan bersenjata lengkap.
Ratusan anak sekolah juga terlihat melambaikan bendera Amerika Serikat dan China sambil menyambut kedatangan Trump.

“Anak-anak itu luar biasa,” ujar Trump kepada Xi Jinping saat memasuki gedung pertemuan.
Menurut pengamat etika diplomatik Isabelle Vladoiu, suasana pertemuan kali ini terasa jauh lebih hangat dibanding kunjungan Trump pada 2017 silam.
“Apa yang berubah malam ini bukan seremoni, tetapi chemistry mereka,” kata Vladoiu dilansir dari NY Post.
“Interaksi keduanya terlihat lebih cair, lebih akrab, dan Xi Jinping tampak lebih aktif berkomunikasi dengan Trump.”
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Trump menegaskan optimismenya terhadap hubungan kedua negara.
Trump bahkan menyebut relasi China dan AS akan menjadi lebih baik dibanding sebelumnya.
“Merupakan kehormatan bisa bersama Anda. Hubungan antara China dan Amerika Serikat akan lebih baik dari sebelumnya,” kata Trump di awal pertemuan.
Trump juga membawa sejumlah bos perusahaan teknologi dan bisnis terbesar Amerika dalam lawatannya ke Beijing.
Delegasi tersebut di antaranya Elon Musk, Tim Cook, dan Jensen Huang.
Presiden AS itu menyatakan ingin mendorong China membuka akses lebih luas bagi perusahaan Amerika.
“Saya membawa pebisnis terbaik dunia dan mereka ingin bekerja sama dengan China secara timbal balik,” ujarnya.