Daftar Pengadaan Mewah di Sekolah Rakyat: Sepatu sampai Bingkai Foto Prabowo Bernilai Miliaran

Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 14 Mei 2026 | 13:33 WIB
Daftar Pengadaan Mewah di Sekolah Rakyat: Sepatu sampai Bingkai Foto Prabowo Bernilai Miliaran
pengadaan sekolah rakyat (dibuat menggunakan AI)
  • Kementerian Sosial menuai kritik publik terkait pengadaan barang bernilai miliaran rupiah dalam program Sekolah Rakyat melalui Inaproc.
  • Daftar pengadaan mencakup sepatu, mesin cuci, kompor, serta bingkai foto presiden dan wakil presiden dengan total biaya fantastis.
  • Publik mempertanyakan transparansi dan urgensi penggunaan anggaran negara untuk perlengkapan non-pendidikan pada program bantuan bagi masyarakat miskin.

Suara.com - Program Sekolah Rakyat yang dijalankan Kementerian Sosial kembali menjadi sorotan. Setelah muncul pengadaan sepatu senilai Rp700 ribu per pasang, kini terkuak pengadaan mesin cuci hingga kompor bernilai miliaran rupiah.

Polemik terus meluas setelah muncul daftar pengadaan lain dengan nilai fantastis. Mulai dari mesin cuci, kompor, hingga bingkai foto presiden dan wakil presiden tercatat masuk dalam paket pengadaan program Sekolah Rakyat melalui sistem Inaproc.

Di tengah upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin, sejumlah belanja negara untuk kebutuhan penunjang sekolah justru memicu pertanyaan publik.

Berikut daftar beberapa pengadaan Sekolah Rakyat dengan nilai fantastis:

1. Pengadaan Sepatu dan Kaus Kaki Sekolah Rakyat

Pengadaan sepatu dan kaus kaki menjadi salah satu belanja program Sekolah Rakyat yang paling banyak disorot publik. Dalam data pengadaan yang ramai diperbincangkan, harga sepatu disebut mencapai sekitar Rp700 ribu per pasang.

Nilai tersebut memicu perhatian masyarakat karena dianggap cukup tinggi untuk kebutuhan perlengkapan siswa sekolah berbasis bantuan sosial. Pengadaan sepatu dan kaus kaki itu juga disebut memiliki total nilai mencapai puluhan miliar rupiah.

Polemik muncul karena publik mempertanyakan rincian spesifikasi barang, kualitas produk, hingga urgensi penganggaran dalam jumlah besar.

Sejumlah pihak juga menilai penggunaan anggaran negara perlu dilakukan secara efisien dan transparan, terutama untuk program pendidikan masyarakat miskin.

2. Pengadaan Mesin Cuci Rp2,9 Miliar

Berdasarkan data dalam situs pengadaan nasional atau Inaproc, Kementerian Sosial melakukan pengadaan mesin cuci yang dibagi ke dalam enam paket berbeda. Total nilai pengadaan mesin cuci itu mencapai Rp2.922.269.644.

Dalam data tersebut, sebagian paket pengadaan berstatus completed atau selesai. Sementara beberapa paket lain masih dalam proses kontrak dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

3. Pengadaan Kompor Rp4,2 Miliar

Selain mesin cuci, pengadaan kompor juga tercatat memiliki nilai yang besar. Dalam data Inaproc, total pengadaan kompor mencapai Rp4.296.866.405.

Pengadaan kompor tersebut dipecah menjadi 14 paket berbeda. Status paket pengadaan juga beragam, mulai dari selesai, proses kontrak dengan PPK, hingga tahap pengiriman dan penerimaan barang.

Besarnya nilai pengadaan kompor memunculkan perhatian publik karena dilakukan dalam jumlah besar menggunakan anggaran negara. Hingga kini, rincian spesifikasi barang yang dibeli belum dijelaskan secara detail kepada publik.

4. Pengadaan Bingkai Foto Presiden dan Wakil Presiden Rp4,14 Miliar

Sorotan lain muncul dari pengadaan bingkai foto presiden dan wakil presiden untuk Sekolah Rakyat. Berdasarkan dokumen realisasi pengadaan barang dan jasa yang dipublikasikan Inaproc, total pengadaan tersebut mencapai Rp4,14 miliar.

Terdapat empat paket pengadaan foto bingkai presiden dan wakil presiden yang tercatat dalam dokumen tersebut. Tiga paket berasal dari anggaran tahun 2025, sedangkan satu paket lainnya menggunakan anggaran tahun 2026.

Pada realisasi pengadaan tahun lalu, Kementerian Sosial mengalokasikan Rp806 juta untuk paket bernama “Pengadaan Non Operasional Foto Bingkai Presiden Wapres”. Hingga kini, status pengerjaannya masih tercatat dalam proses.

Selain itu, kementerian juga membeli paket “Foto Bingkai Presiden dan Wapres SR 1C” senilai Rp519 juta. Ada pula pengadaan serupa melalui kontrak berbeda dengan nilai sekitar Rp91 juta.

Pada tahun anggaran 2026, nilai pengadaan meningkat jauh lebih besar. Pemerintah kembali mengalokasikan Rp2,72 miliar untuk pembelian foto bingkai presiden dan wakil presiden dalam satu paket pengadaan.

Dalam paket yang sama, terdapat pula pengadaan figur lambang Garuda untuk kebutuhan ruang kelas Sekolah Rakyat. Barang-barang tersebut disebut akan digunakan sebagai aksesoris dan perlengkapan ruang belajar siswa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensos Nonaktifkan 2 Pejabat Terkait Dugaan Maladministrasi Pengadaan Sekolah Rakyat

Mensos Nonaktifkan 2 Pejabat Terkait Dugaan Maladministrasi Pengadaan Sekolah Rakyat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:24 WIB

Bikin Syok! Anggaran Bingkai Foto Prabowo dan Gibran Untuk Sekolah Rakyat Tembus Rp4,14 Miliar

Bikin Syok! Anggaran Bingkai Foto Prabowo dan Gibran Untuk Sekolah Rakyat Tembus Rp4,14 Miliar

Entertainment | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:30 WIB

Wamen PANRB Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Program Sekolah Rakyat

Wamen PANRB Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Program Sekolah Rakyat

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:30 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB