- Pimpinan MPR RI menerima kunjungan perwakilan SMA Negeri 1 Pontianak di Jakarta pada Kamis (14/5/2026) terkait polemik LCC.
- Pihak sekolah menyatakan penolakan terhadap keputusan MPR RI untuk menggelar ulang final LCC tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
- MPR RI akan membahas keberatan sekolah tersebut dalam rapat gabungan pimpinan yang dijadwalkan pada Senin (18/5/2026) mendatang.
Kedua, tim juri akan diganti dengan juri independen guna menjamin objektivitas penilaian.
“Juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen,” tambah Muzani.
Ketiga, pimpinan MPR RI akan mengawasi langsung jalannya pertandingan ulang dari awal hingga akhir.
“Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir,” jelasnya.
Keempat, MPR mengapresiasi sikap kritis para peserta yang melayangkan protes atas hasil lomba. Muzani menilai hal itu sebagai praktik demokrasi yang sehat.
“Kami mendengar itu sebagai sebuah cara untuk melatih mereka menjadi contoh demokrasi yang baik,” tuturnya.
Kelima, MPR berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan sosialisasi Empat Pilar agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.