- Dua pemuda di Pasir Jaya, Bogor, dipatuk ular weling saat sedang berkumpul pada Selasa, 12 Mei 2026 malam.
- Korban sempat memainkan ular tersebut tanpa menyadari bahaya racun neurotoksin yang melumpuhkan sistem saraf hingga menyebabkan sesak napas.
- Insiden tersebut mengakibatkan satu pemuda meninggal dunia, sementara rekannya dalam kondisi kritis di ruang ICU RS Ummi Bogor.
Suara.com - Nasib nahas menimpa dua pemuda di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Niat hati ingin bermain, nyawa salah satu dari mereka justru melayang usai dipatuk ular berbisa jenis weling (krait).
"Nah, korban mungkin tidak tahu itu ular berbisa. Nah, pada saat digigit, ada rekannya yang refleks menangkap ular tersebut," tutur Lurah Pasir Jaya, Rizki Dwi Nugraha, dikutip pada Jumat (15/5/2026).
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (12/5/2026) malam ini menyisakan duka mendalam dan pelajaran berharga tentang bahaya satwa liar.
Berikut adalah fakta-fakta di balik insiden maut tersebut:
1. Kronologi Saat Sedang Nongkrong
Peristiwa ini bermula saat korban berinisial UZS (18) alias Umar dan rekannya H (21) alias Hendra sedang berkumpul di kawasan persawahan Landbouw, Pasir Jaya. Sekitar pukul 23.00 WIB, seekor ular weling melintas di dekat mereka.
"Nah dia itu tidak sengaja melihat ular. Si ular ini langsung macok (matuk) agresif," ujar Lurah Pasir Jaya, Rizki Dwi Nugraha.
2. Ular Sempat Dijadikan Mainan dan Direkam Video
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial kedua pemuda tersebut terlihat bermain dengan ular tersebut.
Mereka tidak menjauh atau mencari pertolongan medis, kedua pemuda ini diduga tidak menyadari bahwa ular tersebut sangat berbisa. Ular bercorak hitam-putih itu justru ditangkap dan dijadikan bahan candaan.
"Tapi yang patut disayangkan, ketika pada saat ditangkap, info yang saya terima, ular tersebut dijadikan main-mainan lah sama korban," kata Rizki.
Bahkan, Hendra sempat merekam aksi mereka memainkan ular tersebut melalui ponselnya.
3. Korban Sempat Sembunyikan Kejadian dari Orang Tua
Usai dipatuk, UZS (18) memilih pulang ke rumah tanpa memberitahu keluarganya soal insiden tersebut. Ia bahkan meminta temannya untuk merahasiakan kejadian itu.
Hal itu diungkapkan ibunda UZS, Aye (47), yang sama sekali tidak mengetahui kondisi putranya malam itu. Aye baru menyadari ada yang tidak beres saat hendak membangunkan Umar keesokan paginya.