- Dua staf kampanye capres Abelardo de la Espriella tewas ditembak orang tak dikenal di wilayah Meta, Kolombia, Jumat malam.
- Korban diidentifikasi sebagai mantan wali kota Cubarral, Rogers Mauricio Devia Escoba, dan penasihatnya, Eder Fabian Cardona Lopez.
- Kantor Ombudsman memperingatkan rangkaian kekerasan ini dapat mengintimidasi masyarakat serta mengganggu stabilitas proses Pilpres pada 31 Mei 2026.
Suara.com - Ketegangan politik di Kolombia memanas menjelang pemilihan presiden (Pilpres) akhir Mei 2026.
Dua staf kampanye calon presiden sayap kanan, Abelardo de la Espriella, tewas ditembak orang tak dikenal hanya dua pekan sebelum hari pencoblosan.
Menurut laporan, kedua korban ditembak oleh pelaku bermotor di wilayah Meta pada Jumat malam waktu setempat.
De la Espriella menyebut para korban merupakan sosok yang selama ini aktif memperjuangkan demokrasi dan kebebasan politik.
“Mereka berjalan di jalanan membela demokrasi, kebebasan, dan harapan jutaan rakyat Kolombia,” tulis de la Espriella melalui media sosial X
“Satu-satunya kesalahan mereka adalah percaya pada tanah air dan tidak tunduk kepada kekerasan.”
Kantor Ombudsman Hak Warga Kolombia mengidentifikasi korban sebagai Rogers Mauricio Devia Escoba, mantan wali kota Cubarral, serta penasihatnya, Eder Fabian Cardona Lopez.
Otoritas juga mengungkap adanya serangan lain terhadap mantan kandidat wali kota di wilayah yang sama.
Pihak Ombudsman memperingatkan bahwa rangkaian kekerasan politik tersebut dapat mengganggu proses demokrasi menjelang pemilu presiden pada 31 Mei mendatang.
Mereka menilai ancaman dan intimidasi berpotensi melemahkan partisipasi politik masyarakat.
“Kekerasan, ancaman, dan segala bentuk intimidasi merusak ruang debat publik serta memperbesar risiko terhadap para pemimpin politik dan sosial,” demikian pernyataan resmi Ombudsman Kolombia dilansir dari Al Jazeera.
Wilayah Meta sendiri selama ini dikenal sebagai kawasan rawan konflik bersenjata dan perdagangan narkoba.
Isu keamanan menjadi salah satu tema utama dalam persaingan politik untuk menentukan pengganti Presiden Gustavo Petro.
Saat ini, senator kiri Ivan Cepeda disebut memimpin survei dengan dukungan sekitar 37 hingga 40 persen.
Sementara de la Espriella berada di posisi kedua dengan dukungan lebih dari 20 persen suara.