-
Anwar Ibrahim menuntut pembebasan segera ratusan relawan kemanusiaan yang ditahan militer Israel.
-
Sebanyak enam belas warga Malaysia dan beberapa warga Indonesia ikut ditawan pasukan Zionis.
-
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus berupaya memastikan keselamatan seluruh WNI peserta flotilla.
Ketegangan terbaru ini bermula saat armada kemanusiaan bernama Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dicegat di perairan.
Pasukan Zionis Israel menghentikan paksa kapal dan menawan seluruh kru serta penumpang di dalamnya.
Di antara seratusan korban penahanan, terdapat sejumlah warga negara Indonesia termasuk dua jurnalis nasional.
Kementerian Luar Negeri RI kini bergerak aktif memastikan keselamatan seluruh WNI yang terdampak.
Respons bersama negara Muslim diharapkan mampu menekan unilateralisme militer di jalur perdagangan internasional.