Prajurit TNI, Tangis Masyarakat dan Harapan Indonesia Emas 2045

Hairul Alwan | Suara.com

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:35 WIB
Prajurit TNI, Tangis Masyarakat dan Harapan Indonesia Emas 2045
Ratusan prajurit TNI Kodim 0623 Cilegon saat pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke-128 di Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, Banten, Rabu 22 April 2026. [Hairul Alwan/Suara.com]
  • Kodim 0623 Cilegon melaksanakan program TMMD ke-128 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai pembangunan fisik dan infrastruktur.
  • Kegiatan tersebut mencakup bedah rumah, pembangunan jalan, hingga sistem pipanisasi guna mendukung ekonomi serta ketahanan pangan lokal.
  • TNI memberikan edukasi wawasan kebangsaan kepada generasi muda sebagai upaya mendukung visi Indonesia Emas tahun 2045 mendatang.

Suara.com - Ratusan prajurit TNI Kodim 0623 Cilegon berbaris rapih memenuhi Pelabuhan Indah Kiat, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Dentuman sepatu lars mereka menggema di salah satu pelabuhan yang ada di ujung barat Pulau Jawa itu.

Namun, pasukan TNI Kodim 0623 Cilegon itu tidak berkumpul untuk berperang. Misi mereka kali itu untuk turun ke masyarakat dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128.

Berbagai  program seperti rehab rumah tidak layak huni, mengairi sawah, berbagi sembako untuk penanganan stunting, hingga membuka jalan antar kampung di pedalaman Cilegon hingga menyalakan semangat generasi muda untuk ambil peran mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Di antara banyaknya program TMMD ke-128 di bawah komando Kodim 0623 Cilegon. Momen bedah rumah Wati, nenek 64 tahun di Lingkungan Serut, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon menjadi salah satu momen paling menyentuh.

Wati tak kuasa menahan tangis harunya. Rumah yang menjadi saksi bisu kehidupannya yang penuh perjuangan selama lebih kurang 40 tahun akhirnya disulap menjadi hunian yang layak oleh para prajurit TNI di Cilegon.

Tangis sang nenek bukan sekadar air mata bahagia. Itu adalah simbol dari puluhan, bahkan ratusan harapan masyarakat lain yang terjawab. Selama TMMD, prajurit TNI Kodim 0623 dibantu berbagai pihak lainnya merehab sekira 10 Rumah Tidak Layak Huni di Kota Cilegon.

Tangis haru nenek 64 tahun bernama Wati usai menjadi penerima perbaikan rumah tidak layak huni pada program TMMD ke-138 yang dikomandoi Kodim 0623 Cilegon, Kamis 23 April 2026. [Hairul Alwan/Suara.com]
Tangis haru nenek 64 tahun bernama Wati usai menjadi penerima perbaikan rumah tidak layak huni pada program TMMD ke-138 yang dikomandoi Kodim 0623 Cilegon, Kamis 23 April 2026. [Hairul Alwan/Suara.com]

Tak hanya mewujudkan asa sepuluh keluarga di Cilegon untuk memperoleh rumah layak huni. Para Prajurit TNI itu juga memberi secercah harapan pada para petani di Kota Cilegon.

Di sudut lain, tepatnya di Lingkungan Sukalila, sebuah penantian yang jauh lebih panjang akhirnya terbayar lunas. Selama 25 tahun, para petani di Sukalila hidup dalam ironi.

Lahan mereka subur, namun mereka harus membeli air untuk mengairinya. Biaya operasional yang tinggi menggerus keuntungan mereka.

Namun, melalui program pipanisasi TMMD, pipa sepanjang 1 kilometer kini mengalirkan air gratis, membuka peluang bagi para petani untuk panen hingga tiga kali setahun. Ini bukan lagi sekadar bantuan, ini adalah pembebasan ekonomi.

Kemerdekaan ekonomi itu juga datang melalui jalan sepanjang 2,8 kilometer di Kelurahan Mekarsari, Kota Cilegon yang baru dibuka. Di salah satu sudut pedalaman Cilegon, para prajurit TNI bahu-membahu dengan warga membangun jalan baru.

Jika sebelumnya, warga sekitar harus melintasi jalan memutar dengan jarak 3,6 kilometer dengan waktu tempuh 20 menit, dengan kondisi lebar jalan hanya 3 meter.

Setelah pembukaan jalan program TMMD ini masyarakat bisa melintas hanya dengan jarak 2,8 kilometer dengan waktu tempuh 15 menit dan kondisi jalan lebih lebar yakni 8 meter.

Akses yang sebelumnya sulit kini terbuka lebar, menjadi 'urat nadi' baru yang akan mempermudah distribusi hasil bumi para petani ke pasar.

Program TMMD ini ternyata memiliki visi yang jauh melampaui sekadar infrastruktur. Di sebuah lahan seluas 2 hektare di Cibeber, para prajurit dan masyarakat menanam jagung bersama.

Ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, melainkan sebuah langkah konkret untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam hal ketahanan pangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dandim Cilegon Sebut Mahasiswa Jadi Kunci Sukses Indonesia Emas 2045

Dandim Cilegon Sebut Mahasiswa Jadi Kunci Sukses Indonesia Emas 2045

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:50 WIB

TNI Bangun Jalan di Pedalaman Cilegon, Distribusi Hasil Bumi Jadi Lebih Mudah

TNI Bangun Jalan di Pedalaman Cilegon, Distribusi Hasil Bumi Jadi Lebih Mudah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:25 WIB

Dukung Asta Cita Prabowo Subianto, Kodim 0623 Cilegon Ajak Pelajar Melek Ketahanan Pangan

Dukung Asta Cita Prabowo Subianto, Kodim 0623 Cilegon Ajak Pelajar Melek Ketahanan Pangan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:50 WIB

Terkini

Prabowo Merasa Pilu Hati Dengar Kritik Keras PDIP

Prabowo Merasa Pilu Hati Dengar Kritik Keras PDIP

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:12 WIB

Puan Maharani Senyum-senyum Usai Prabowo Puji dan Terima Kasih ke PDIP di Paripurna

Puan Maharani Senyum-senyum Usai Prabowo Puji dan Terima Kasih ke PDIP di Paripurna

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:04 WIB

Jelang Iduladha, Harga Cabai Rawit di Jakarta Tembus Rp80 Ribu per Kg!

Jelang Iduladha, Harga Cabai Rawit di Jakarta Tembus Rp80 Ribu per Kg!

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:59 WIB

Thailand Pangkas Masa Bebas Visa WNA usai Marak Kasus Kejahatan

Thailand Pangkas Masa Bebas Visa WNA usai Marak Kasus Kejahatan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:57 WIB

TPST Bantargebang Tutup 2027, Pemprov DKI Bakal Beri Insentif ke RW yang Lakukan Pemilahan Sampah

TPST Bantargebang Tutup 2027, Pemprov DKI Bakal Beri Insentif ke RW yang Lakukan Pemilahan Sampah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:49 WIB

Prabowo: Gaji Guru dan ASN Kecil karena Kekayaan RI Lari ke Luar Negeri

Prabowo: Gaji Guru dan ASN Kecil karena Kekayaan RI Lari ke Luar Negeri

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:48 WIB

Penyidikan Dinilai Stagnan Jadi Alasan TAUD Ajukan Praperadilan Kasus Andrie Yunus

Penyidikan Dinilai Stagnan Jadi Alasan TAUD Ajukan Praperadilan Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:37 WIB

Kejagung Usut Prosedur Ekspor POME, Eks Dirjen Bea Cukai Askolani Turut Diperiksa

Kejagung Usut Prosedur Ekspor POME, Eks Dirjen Bea Cukai Askolani Turut Diperiksa

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:37 WIB

Sidang Praperadilan Kasus Andrie Yunus Digelar, Kuasa Hukum Tuding Polda Metro Telantarkan Perkara

Sidang Praperadilan Kasus Andrie Yunus Digelar, Kuasa Hukum Tuding Polda Metro Telantarkan Perkara

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:30 WIB

Andrie Yunus Rawat Jalan Sejak 16 April, Dokter RSCM: Bukan Tanda Sudah Pulih

Andrie Yunus Rawat Jalan Sejak 16 April, Dokter RSCM: Bukan Tanda Sudah Pulih

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:29 WIB