Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07 WIB
Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati
Aksi massa "#Reformati" yang dihadiri mahasiswa UI dengan pakaian bernuansa hitam sambil membawa lilin yang menyala di depan Tugu Makara pada Rabu (20/5/2026). (Suara.com/ Cornelius Juan Prawira)
  • Mahasiswa IKM UI menggelar aksi #Reformati di Tugu Makara pada Rabu, 20 Mei 2026, untuk memperingati kegagalan mandat reformasi.
  • Ketua BEM UI mengkritik sikap pemerintah yang dianggap terus melakukan penyangkalan terhadap sejarah kelam dan pelanggaran hak asasi manusia.
  • BEM UI merencanakan rangkaian diskusi publik dan pemutaran film untuk membangun gerakan berkelanjutan sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan.

Suara.com - Di bawah temaram cahaya lilin yang membelah kegelapan malam di depan Tugu Makara, nuansa duka menyelimuti Universitas Indonesia.

Rabu malam (20/5/2026), sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) UI berkumpul bukan untuk merayakan sebuah pencapaian, melainkan menggemakan sebuah duka nasional: kematian reformasi.

Melalui seruan #HitamkanUI dan aksi simbolik #Reformati, massa yang kompak mengenakan pakaian serba hitam ini memperingati 28 tahun perjalanan reformasi dengan orasi tajam dan pembacaan puisi yang menyayat hati.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, menegaskan bahwa aksi ini merupakan langkah awal IKM UI dalam mengawal isu kegagalan mandat reformasi 1998.

Ia menyoroti adanya upaya sistematis dari negara untuk menghapus jejak kelam masa lalu.

"Negara melakukan sesuatu, yaitu penyangkalan. Penyangkalan terhadap apa yang terjadi saat masa Orde Baru dan pelanggaran-pelanggaran setelah reformasi," tegas Yatalathof kepada Suara.com di lokasi aksi.

Penyangkalan dan Luka Rakyat yang Terabaikan

Yatalathof menilai kondisi saat ini—mulai dari isu kolonialisme di Papua yang dipotret dalam film Pesta Babi hingga terpuruknya nilai tukar Rupiah—menunjukkan jurang pemisah yang lebar antara penguasa dan rakyat.

Menurutnya, pemerintah seolah menutup mata dan telinga terhadap realitas di lapangan.

"Tidak ada statement-statement yang sebenarnya positif dalam arti bukan optimis ya, tapi bener-bener menunjukkan bahwa pemerintah ingin merubah, pemerintah memahami penderitaan rakyat," tuturnya selepas aksi.

Aksi massa "#Reformati" yang dihadiri mahasiswa UI dengan pakaian bernuansa hitam sambil membawa lilin yang menyala di depan Tugu Makara pada Rabu (20/5/2026). (Suara.com/ Cornelius Juan Prawira)
Aksi massa "#Reformati" yang dihadiri mahasiswa UI dengan pakaian bernuansa hitam sambil membawa lilin yang menyala di depan Tugu Makara pada Rabu (20/5/2026). (Suara.com/ Cornelius Juan Prawira)

Lebih lanjut, ia mengkritik sikap pemerintah yang dianggap terus melakukan "gaslighting" terhadap sejarah.

Ia menilai pemerintah justru melakukan "penyangkalan terhadap apa yang terjadi saat masa Orde Baru dan pelanggaran-pelanggaran pasca reformasi."

Melawan Lupa: Ruang Aman dan Tragedi '98

Sentimen serupa disuarakan oleh Ketua BEM Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI, Muhammad Lintang Kasim Azim.

Bagi Lintang, aksi ini adalah upaya kolektif untuk merawat ingatan, terutama terkait isu kemanusiaan yang sering kali coba dipinggirkan, seperti tragedi pemerkosaan massal 1998.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buat 'Makam Reformasi', Mahasiswa UI Tutup Logo Makara dengan Kain Putih

Buat 'Makam Reformasi', Mahasiswa UI Tutup Logo Makara dengan Kain Putih

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:29 WIB

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Soroti Dana Film Dokumenter Pesta Babi: Duitnya dari Mana?

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Soroti Dana Film Dokumenter Pesta Babi: Duitnya dari Mana?

Entertainment | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:20 WIB

Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan

Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 05:45 WIB

Terpopuler: 10 Fakta Film Pesta Babi, Link Download Logo Hari Kebangkitan Nasional

Terpopuler: 10 Fakta Film Pesta Babi, Link Download Logo Hari Kebangkitan Nasional

Lifestyle | Rabu, 20 Mei 2026 | 06:55 WIB

Terkini

Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!

Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:37 WIB

Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma

Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:35 WIB

Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat

Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi

Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 06:55 WIB

Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray

Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:34 WIB

Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel

Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:24 WIB

Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku

Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:20 WIB

Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah

Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:05 WIB

Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan

Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:34 WIB

Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya

Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:26 WIB