- Aliansi Ormas Islam melaporkan anggota GRIB Jaya dan Hercules ke Komnas HAM pada 21 Mei 2026 mendatang.
- Laporan tersebut terkait dugaan intimidasi dan perlakuan tidak manusiawi terhadap korban berinisial F di Jakarta pusat.
- Korban mengalami trauma berat sehingga pendamping hukum berencana melakukan koordinasi perlindungan serta konseling psikologis bersama pihak LPSK.
Suara.com - Aliansi Ormas Islam untuk Perlindungan Perempuan mendatangi kantor Komnas HAM dan Komnas Perempuan pada Kamis (21/5/2026) untuk melaporkan dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap F, putri Ahmad Bahar.
Peristiwa diduga dilakukan anggota organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya, termasuk sang pemimpin Hercules, dan terjadi pada Minggu (17/5/2026) malam hingga Senin (18/5/2026) dini hari di Markas Pusat GRIB Jaya.
Ketua Riset dan Advokasi Publik LBH AP PP Muhammadiyah, Gufroni, yang hadir mewakili aliansi, menyebut perlakuan yang dialami korban melampaui batas kemanusiaan.
“Terjadi suatu hal-hal yang di luar kemampuan manusia. Ada perlakuan-perlakuan yang sangat tidak manusiawi yang dilakukan oleh anggota Ormas GRIB, termasuk juga oleh Bapak Hercules,” ujarnya.
Aliansi yang hadir terdiri dari sejumlah lembaga bantuan hukum seperti LBH PP Muhammadiyah, LBH Persis, LBH Hidayatullah, LBH Syarikat Islam dan beberapa LBH yang lainnya.
F mengadu ke Komnas HAM dan Perempuan karena mengaku trauma psikologis berat usai menjadi sasaran intimidasi hingga penculikan oleh anggota GRIB Jaya.
“Beliau ini sangat traumatik kalau ada mobil di depan rumah. Terus misal ada orang yang tidak dikenal, itu juga sangat takut,” ungkap Gufroni.
Pihak pendamping menyatakan akan segera mengupayakan pendampingan psikologis bagi korban melalui koordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
“Di situ ada bagian khusus untuk konselingnya,” imbuh Gufroni.
Terkait rincian fakta dan bukti, pihak pendamping menyatakan akan menyampaikannya secara langsung kepada Komisioner Komnas HAM, dengan terlebih dahulu meminta jaminan keamanan bagi korban mengingat sensitivitas perkara ini.
“Nanti setelah kami dapat jaminan keamanan, apalagi beliau perempuan, kami akan coba buka secara lebih terungkap,” pungkas Gufroni.