- Kodim 0623/Cilegon melaksanakan program TMMD ke-128 di Kelurahan Mekarsari, Kota Cilegon, pada 22 April hingga 21 Mei 2026.
- Program ini membangun infrastruktur jalan, akses air bersih, sanitasi, serta merenovasi 11 rumah tidak layak huni bagi warga.
- Kegiatan mencakup pembangunan fisik dan non-fisik melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, serta sektor swasta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan jalan yang memadai, mobilitas warga untuk bekerja ke pelabuhan dan kawasan industri kini menjadi jauh lebih mudah.
Membasuh Dahaga, Menegakkan Tiang Rumah
![Satgs TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon sedang melakukan pengerjaan sasaran fisik di Kecamatan Pulomerok, Kota Cilegon. [Hairul Alwan/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/21/35565-bangun-rumah-warga.jpg)
Seperti air bersih yang mengalir dari dada bumi menembus batu cadas, begitulah ketulusan mengalir tanpa suara, membasuh luka-luka kemiskinan hingga menjelma senyum di ujung petang.
Masalah mendasar warga Mekarsari bukan sekadar jalan, melainkan juga akses sanitasi dan air bersih yang layak.
Melalui Program Unggulan TNI AD, diletakkan fondasi-fondasi sosial yang menyentuh langsung jantung kehidupan rumah tangga masyarakat.
Sebanyak 10 unit sumur bor dan sistem pipanisasi dibangun secara gotong royong untuk mengatasi krisis air bersih menahun.
Fasilitas ini menjadi penyelamat bagi warga kurang mampu yang selama ini kesulitan mendapatkan air higienis.
Ibu Surtini (65 tahun), warga Lingkungan Kubang Lesung Kulon, menjadi salah satu lansia yang mencicipi langsung berkah air bersih ini.
Selain itu, program unggulan ini juga berhasil mendirikan 5 unit MCK sehat untuk mematangkan pola hidup bersih.
"Fasilitas MCK menjadi kebutuhan mendasar yang selama ini sulit dipenuhi secara mandiri," ungkap Rusyanto, seorang warga penerima manfaat dengan wajah berbinar.
Kini, mereka tidak perlu lagi berjalan jauh hanya untuk urusan sanitasi harian.
Taji TMMD ke-128 semakin terasa lewat bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 11 unit.
Kebahagiaan mendalam ini dirasakan langsung oleh Ibu Asiah dan Ibu Sariah yang rumahnya terpilih untuk direnovasi total.
Air mata mereka menetes, melakukan sujud syukur di atas lantai keramik baru yang kini mengilap bersih.
Rumah yang dulunya lapuk dan roboh, kini berdiri kokoh dengan balutan cat cerah serta dilengkapi bantuan sembako.