- Nayla, mantan staf showroom mobil, kini melayani pelanggan hewan kurban di Mall Hewan Kurban Haji Doni, Depok.
- Ia beradaptasi dengan kondisi kandang yang panas dan berbau menyengat sambil menerapkan standar pelayanan profesional bagi pembeli.
- Selain melayani konsumen, ia mempelajari karakteristik hewan melalui aplikasi digital serta membantu perawatan sapi di lokasi tersebut.
Sebelum bertugas, mereka mengikuti pelatihan khusus untuk mengenali jenis sapi, bobot, hingga harga jual. Menariknya, proses pembelajaran dilakukan dengan bantuan aplikasi digital.
Kita belajar pakai aplikasi, di situnya ada jenis-jenis sapi, harga sapi, dan bobotnya juga, nanti kita diajarin cara hitungnya.
Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting saat berhadapan dengan pembeli yang ingin mengetahui detail hewan kurban yang akan dipilih.
Jika sebelumnya ia menjelaskan fitur kendaraan kepada konsumen, kini Nayla harus memahami karakteristik sapi serta menghitung estimasi bobot dan harga jualnya.
![Sales Promotion Girl atau SPG ala pramugari berpose di mall hewan kurban Haji Doni, Depok, Jawa Barat. [Suara.com/Tsabita]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/22/25559-mall-hewan-kurban-haji-doni.jpg)
Melayani Pembeli hingga Memandikan Sapi
Rutinitas kerjanya pun berubah total. Selain melayani pelanggan yang datang silih berganti, Nayla juga sesekali turun langsung merawat sapi ketika suasana sedang lengang.
Mulai dari memberi makan, menyediakan minum, hingga memandikan sapi pernah ia lakukan.
"Aktivitas aku sih biasanya melayani customer aja, cuma kalo misalkan lagi iseng lagi sepi gitu, biasa kita ngasih makan sapi, ngasih minum, bahkan pernah mandiin sapi juga," tuturnya.
Dalam sehari, puluhan pelanggan bisa datang untuk melihat dan memilih hewan kurban. Sebagian hanya bertanya harga, sebagian lainnya datang kembali setelah mempertimbangkan pilihan mereka.
"Sekitar 20-an sih ada, puluhan lah (pelanggan). Ada yang cuman nanya-nanya harga dulu, nanti besoknya balik lagi itu juga ada," kata Nayla.
Tantangan
Di antara berbagai tugas yang dijalani, Nayla mengaku proses negosiasi menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit pelanggan yang berusaha menawar harga serendah mungkin.
Sebagai petugas yang berada di garis depan pelayanan, ia harus menjembatani keinginan pembeli tanpa keluar dari ketentuan harga yang sudah ditetapkan.
"Paling tarik ulur pelanggan sih, biasanya kan pelanggan suka nego, nah itu kita agak susah tuh di situ nya, negosiasi," ungkapnya.
Namun di balik berbagai tantangan itu, ada pengalaman-pengalaman kecil yang justru membuat pekerjaannya terasa menyenangkan.