Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

Muhammad Yasir

Selasa, 26 Mei 2026 | 14:57 WIB
Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus
Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Terjebak di Antara Dua Senjata: Eksploitasi Sipil dan Ruang Hidup Papua di Bawah Bayang-bayang PSN di Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026). [Suara.com/Tsabita]
baca 10 detik
  • Dewan Perwakilan Daerah RI resmi membentuk Pansus Papua untuk mengkaji berbagai polemik terkait Proyek Strategis Nasional di sana.
  • Keputusan pembentukan pansus diambil dalam sidang paripurna sebagai respons atas aspirasi masyarakat terkait dampak pembangunan di Papua.
  • Pansus Papua dijadwalkan mulai bekerja pekan depan guna mencari solusi konkret dan memberikan pencerahan bagi masyarakat setempat.

Suara.com - Polemik Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua kini telah memasuki fase yang tak bisa lagi diabaikan.

Merespons gelombang kritik dan keresahan yang terus menguat, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) Papua untuk mengkaji berbagai persoalan yang muncul di Bumi Cenderawasih, termasuk dampak proyek-proyek strategis pemerintah.

Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, menegaskan bahwa perhatian publik terhadap PSN di Papua semakin besar sehingga negara perlu menghadirkan solusi yang konkret dan dialogis.

“Polemik PSN di Tanah Papua telah menjadi perhatian publik yang tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Publik membutuhkan informasi dan pencerahan yang mampu meyakinkan bahwa pemerintah sedang bekerja untuk rakyat," kata Yorrys saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Terjebak di Antara Dua Senjata: Eksploitasi Sipil dan Ruang Hidup Papua di Bawah Bayang-bayang PSN di Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).

Solidaritas Merauke menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/10/2025). Mereka menuntut pencabutan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan yang dinilai telah merampas hutan dan sumber kehidupan masyarakat adat. [Suara.com/Novian]
Solidaritas Merauke menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/10/2025). Mereka menuntut pencabutan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan yang dinilai telah merampas hutan dan sumber kehidupan masyarakat adat. [Suara.com/Novian]

Menurut Yorrys, DPD RI telah memutuskan pembentukan Pansus Papua dalam Sidang Paripurna pembukaan masa sidang yang baru.

Langkah ini diambil sebagai respons atas berbagai aspirasi masyarakat, organisasi sipil, hingga kelompok mahasiswa yang menyoroti dampak pembangunan di Papua.

"Kami di Paripurna kemarin pembukaan masa sidang itu, sudah memutuskan bahwa kita akan bentuk Pansus, Pansus Papua," ujarnya.

Saat ini, proses penyusunan keanggotaan pansus masih berlangsung. DPD menargetkan Pansus Papua mulai bekerja efektif pada pekan depan setelah masa libur panjang berakhir.

“Ini sedang diproses, jadi mungkin nanti, ini kan libur panjang, setelah nanti minggu depan kita sudah dapat nama-nama kemudian kita akan sahkan,” katanya.

baca juga

Ia berharap Pansus Papua menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai kepentingan dan mencari jalan keluar atas konflik yang selama ini mengiringi sejumlah proyek strategis di Papua.

“Mudah-mudahan kita bisa kolaborasi nanti dengan PMKRI dan teman-teman semua, pemangku kepentingan di Tanah Papua untuk bisa kita melihat ke depan bagaimana Pansus ini bisa memberikan sedikit pencerahan bagi masyarakat Papua dan bangsa ini untuk ada solusi yang kita perlu mencari,” ungkapnya.

Pembentukan Pansus Papua menjadi sinyal bahwa polemik PSN kini telah naik level menjadi isu nasional yang mendapat perhatian khusus parlemen daerah.

DPD berharap forum tersebut mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat menjembatani kebutuhan pembangunan dengan perlindungan ruang hidup dan hak-hak masyarakat Papua.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 22:05 WIB

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB

Berlumur Lumpur ke Pengadilan: Mengapa Masyarakat Adat Malind Menggugat Proyek Jalan PSN di Merauke?

Berlumur Lumpur ke Pengadilan: Mengapa Masyarakat Adat Malind Menggugat Proyek Jalan PSN di Merauke?

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 12:55 WIB

Terkini

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:53 WIB

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:50 WIB

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:35 WIB

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:30 WIB

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:26 WIB

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:23 WIB

×