Wapres AS JD Vance: Kesepakatan dengan Iran Sudah Dekat, Tapi Belum

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:55 WIB
Wapres AS JD Vance: Kesepakatan dengan Iran Sudah Dekat, Tapi Belum
Perang AS - Iran (Reuters)
baca 10 detik
  • Perundingan damai Amerika Serikat dan Iran masih terganjal kesepakatan teknis mengenai pengayaan uranium.

  • Draft perjanjian mencakup perpanjangan gencatan senjata 60 hari dan pembukaan blokade Selat Hormuz.

  • Situasi di lapangan tetap memanas menyusul insiden saling serang antar-militer kedua belah pihak.

Suara.com - Proses diplomasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran kembali membentur dinding keras akibat ketidakpastian formula klausul nuklir. Kedua belah pihak kini berpacu dengan waktu guna meredam konflik bersenjata yang mengancam stabilitas pasokan energi dunia.

Wakil Presiden AS, JD Vance, mengonfirmasi bahwa posisi Washington dan Iran masih terpaku pada sejumlah poin krusial. Pemerintah AS belum dapat memastikan kapan kesepakatan final penghentian perang ini akan ditandatangani.

Sengkarut ini memicu keraguan publik global mengenai efektivitas diplomasi jangka pendek yang sedang ditempuh. Pembicaraan teknis terancam gagal total jika ego politik kedua negara mengorbankan substansi perdamaian.

Cawapres Donald Trump, JD Vance (instagram/teamjdvance)
Cawapres Donald Trump, JD Vance (instagram/teamjdvance)

Vance menjelaskan bahwa tim perunding dari kedua belah pihak saat ini sedang melakukan pembahasan yang sangat intens. Fokus utama perdebatan berputar pada aturan pembatasan pengayaan material nuklir milik Iran.

"Kami belum sampai di sana, tetapi kami sudah sangat dekat dan kami akan terus mengusahakannya," ujar Vance kepada jurnalis, dikutip dari BBC, Jumat (29/5/2026).

Washington sejak lama mendesak Teheran menghentikan produksi uranium tingkat tinggi yang berpotensi menjadi senjata pemusnah massal. Di sisi lain, Iran menuntut pemulihan hak ekonomi mereka secara penuh tanpa syarat.

Meski situasi di meja perundingan sangat rumit, pihak Gedung Putih tetap melihat adanya sinyal positif. Sikap kooperatif dari delegasi Teheran memberikan harapan kecil di tengah ketegangan yang terus memuncak.

Kapal tanker super (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC), dilaporkan memasuki wilayah perairan Indonesia, setelah lolos dari blokade militer AS di Selat Hormuz. [Al Jazeera]
Kapal tanker super (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC), dilaporkan memasuki wilayah perairan Indonesia, setelah lolos dari blokade militer AS di Selat Hormuz. [Al Jazeera]

Vance menambahkan bahwa Amerika Serikat percaya para negosiator dari pihak Iran saat ini sedang berunding dengan "itikad baik". Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan dinamika di lapangan yang terus memanas.

Rencana draf perjanjian baru ini dikabarkan akan memperpanjang masa jeda pertempuran selama 60 hari ke depan. Durasi tersebut akan digunakan untuk membahas nasib akhir dari seluruh program nuklir Iran.

baca juga

Perjanjian tersebut juga mencakup aturan pembukaan jalur pelayaran internasional di wilayah Selat Hormuz secara bebas. Iran nantinya diberikan waktu satu bulan penuh untuk membersihkan ranjau laut di kawasan tersebut.

Sebagai imbalan kepatuhan, Amerika Serikat berkomitmen menghapus blokade maritim yang selama ini mencekik perekonomian Iran. Washington juga berjanji menerbitkan dispensasi sanksi agar Teheran bisa kembali mengekspor minyak mentah.

Kendati demikian, Presiden Donald Trump menghadapi tekanan domestik yang sangat masif dari berbagai faksi politik. Anggota kongres dan sekutu Teluk mendesak perang ini segera diakhiri karena merugikan ekonomi.

Pihak Gedung Putih menegaskan bahwa opsi militer tetap disiapkan jika jalur diplomasi ini menemui kegagalan. Langkah alternatif berupa operasi tempur langsung akan diambil demi melindungi kepentingan geopolitik Amerika Serikat.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menolak memberikan kepastian mengenai kapan kesepakatan ini akan disahkan ke publik. Dia menyatakan semua keputusan strategis berada penuh di tangan pemimpin tertinggi negara.

"Selalu merupakan kesalahan untuk mendahului presiden, dan itu semua akan menjadi keputusan presiden," tegas Bessent saat konferensi pers.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:00 WIB

AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!

AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:51 WIB

Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek

Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek

Bola | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:14 WIB

Terkini

Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?

Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:08 WIB

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15

Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya

Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:59 WIB

Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya

Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren

Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum

Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Mulai Besok Sore, Masyarakat Bisa Akses dan Beri Masukan Draf PPHN

Mulai Besok Sore, Masyarakat Bisa Akses dan Beri Masukan Draf PPHN

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi

Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Gegara Investor Ambil Cuan, IHSG Melemah Tipis ke Level 6.518

Gegara Investor Ambil Cuan, IHSG Melemah Tipis ke Level 6.518

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:45 WIB

×