TNI Jadi Petani Hingga Urus Koperasi, Remiliterisme Era Prabowo-Gibran Disorot

Bangun Santoso

Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:20 WIB
TNI Jadi Petani Hingga Urus Koperasi, Remiliterisme Era Prabowo-Gibran Disorot
Ilustrasi TNI. [Ist]
baca 10 detik
  • Akademisi Ubedilah Badrun menyatakan remiliterisasi di Jakarta, 29 Mei 2026, sebagai ancaman serius bagi demokrasi dan hak asasi manusia.
  • Kondisi ini dipicu pengaruh masa lalu Orde Baru serta tertutupnya ruang dialog kritis di dalam lingkungan kekuasaan negara.
  • Pelibatan militer pada Proyek Strategis Nasional dan sektor sipil dinilai memperluas kekuasaan aparat serta memicu kekerasan terhadap warga.

“Ketika aktor pelanggaran HAM berat masa lalu menjadi Presiden, maka kita sedang mengalami kemunduran sebagai bangsa,” ujar dia.

Menurut Ubedilah, situasi tersebut menunjukkan gejala totalitarianisme yang secara teoritik dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

“Kalau Presiden Prabowo mau, kita bisa berdebat soal ini. Tapi kelihatannya tidak ada ruang perdebatan, yang ada justru gebrak meja,” katanya.

Ia menilai ruang dialog kritis di lingkungan kekuasaan saat ini semakin tertutup, sehingga kritik publik kerap dianggap sebagai ancaman.

“Saya ingin mengatakan hampir sangat mustahil ruang dialog itu ada dalam lingkungan kekuasaan sekarang,” ujar Ubedilah.

Krisis Fiskal dan Ekonomi Memperberat Situasi

Akademisi sosial-politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun (kanan). (Ist)
Akademisi sosial-politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun (kanan). (Ist)

Selain menyoroti persoalan demokrasi dan HAM, Ubedilah juga menyinggung kondisi ekonomi nasional yang menurutnya sedang menghadapi tekanan serius.

Ia mengatakan pemerintah kini menghadapi situasi berat akibat krisis fiskal yang mulai dibarengi tekanan moneter.

“Krisis fiskal itu ditandai dengan efisiensi anggaran dan berkurangnya transfer ke daerah, sehingga kemampuan keuangan daerah melemah dan pertumbuhan ekonomi daerah ikut menurun,” katanya.

baca juga

Menurut dia, di saat yang sama nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan yang semakin memperberat kondisi ekonomi masyarakat.

“Situasi sekarang sangat berat,” ujar Ubedilah.

Keberadaan PSN

Sementara itu, Manajer Program Indonesia for Global Justice (IGJ), M. Aryanang Irsal, menyoroti keterlibatan korporasi multinasional dan investasi asing dalam berbagai proyek pemerintah seperti Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai turut berkontribusi terhadap meningkatnya kekerasan terhadap masyarakat adat dan warga lokal di Indonesia.

Menurut Aryanang, akar kekerasan yang terjadi di berbagai wilayah tidak bisa dilepaskan dari perkembangan kapitalisme global yang masuk melalui investasi dan korporasi internasional yang mendukung proyek-proyek negara.

Ia menilai investasi asing yang terlibat dalam proyek strategis nasional turut melahirkan konflik sosial dan kekerasan terhadap masyarakat sipil.

“Kasus-kasus seperti di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Rempang, hingga Kendeng menunjukkan bagaimana brutalitas aparat negara sering kali muncul dalam proyek-proyek yang berkaitan dengan investasi besar,” ujar Aryanang.

Menurut dia, pola pelanggaran HAM saat ini telah berubah dibanding masa lalu. Jika sebelumnya kekerasan lebih identik dilakukan langsung oleh negara, kini aktornya semakin kompleks karena melibatkan kepentingan korporasi global.

“Aktor pelanggaran HAM pasca-Perang Dunia II tidak lagi hanya state actor. Ada korporasi internasional dan investasi asing yang ikut membiayai program-program pemerintah seperti PSN dan terlibat dalam kekerasan terhadap masyarakat adat,” katanya.

Aryanang menilai situasi tersebut menunjukkan adanya relasi yang semakin kuat antara kepentingan ekonomi global, oligarki lokal, dan aparat keamanan negara.

“Yang kita lihat sekarang semacam perkawinan silang antara oligarki global, oligarki lokal, dan pelaku-pelaku militer. Ini bukan lagi sekadar oknum, tetapi mulai tampak bersifat institusional,” ujar dia.

Menurut Aryanang, kondisi tersebut perlu dikaji lebih jauh karena menunjukkan bagaimana ruang global turut memengaruhi perluasan peran militer dalam tata kelola sipil dan pembangunan nasional.

Ia mengatakan pendekatan keamanan yang semakin dominan dalam proyek-proyek sipil juga berpotensi memperluas anggaran serta legitimasi militer di luar fungsi pertahanan negara.

“Relasi global ini ikut memperluas ranah-ranah militer dan mendorong terjadinya militerisasi di ruang-ruang sipil,” katanya.

Bataliyon-TP dan Militer di Kopdes Merah Putih

Sementara itu, Peneliti Hukum dan Litigasi Strategis Syaiful Hidayatullah, menyinggung terkait penambahan bataliyon teritorial pembangunan (BTP) dan Koperasi Desa Merah Putih yang menempatkan militer sebagai aktor utama suksesi program pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurutnya, logika penempatan militer di ranah-ranah sipil dinilai tidak benar. Misalnya, menempatkan militer dalam urusan menangani kriminalitas.

"Tugas menangani kriminalitas itu tugas sipil, dalam hal ini tugas polisi bukan tentara” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan Bataliyon Teritorial Pembangunan itu salah satunya untuk pengamanan angka kriminalitas, ini mengambil alih tugas polisi.

Padahal, TNI seharusnya bertugas untuk memastikan kedautan dan pertahanan nasional dari ancaman pihak-pihak luar.

Syaiful mengatakan, kehadiran TNI dalam urusan-urusan sipil bukan membuat warga semakin aman, tapi warga semakin takut.

"Kehadiran TNI melalui bataliyon teritorial pembangunan ini membuat warga takut. Ini cara untuk membuat masyarakat takut” jelasnya.

Bahkan, tentara juga akan menjadi petani, juga menjadi peternak. Jadi, petani dan peternak ke depannya berhadap-hadapan dengan tentara. Karakter tentara ini kita tahu sangat intimatif, arogan.

"Militer ini sangat susah diajak berpikir, diajak berdialog, mereka berlindung dibalik hukum militer bukan hukum sipil. Tapi aneh saja jika mereka terlibat pada urusan sipil tetapi tidak patuh pada hukum sipil” jelas Syaiful.

Di sisi lain, kata Syaiful, juga mempersoalkan pelibatan tentara dalam program Koperasi Desa Merah Putih.

"Dalam banyak laporan menyebut bahwa tentara merupakan aktor utama dalam menyukseskan program Kopdes MP. Jadi ini sangat berbahaya bagi demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia” ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Hanya 10 Bulan Penjara untuk Nyawa Siswa SMP, Vonis Sertu Riza Pahlivi Tuai Kecaman Publik

Hanya 10 Bulan Penjara untuk Nyawa Siswa SMP, Vonis Sertu Riza Pahlivi Tuai Kecaman Publik

Entertainment | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:41 WIB

Soal TNI Berantas Begal, Anggota Komisi I: Bisa Dilakukan Terbatas, Tapi Bukan Pengganti Polisi

Soal TNI Berantas Begal, Anggota Komisi I: Bisa Dilakukan Terbatas, Tapi Bukan Pengganti Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:48 WIB

Reformasi 98 Sudah Mati, Okky Madasari Soroti Kembalinya Militerisme

Reformasi 98 Sudah Mati, Okky Madasari Soroti Kembalinya Militerisme

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:26 WIB

Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam

Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:36 WIB

DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main

DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:11 WIB

Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi

Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:55 WIB

Terkini

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

JKT48 hingga Inul Daratista Siap Guncang Grand Final AXIS Nation Cup 2026

JKT48 hingga Inul Daratista Siap Guncang Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

JRKN Soroti Rangkap Jabatan Kapolri Suyudi: Tabrak UU Narkotika dan Langkahi Akal Sehat

JRKN Soroti Rangkap Jabatan Kapolri Suyudi: Tabrak UU Narkotika dan Langkahi Akal Sehat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien

Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

×